
"Mas, ini.. Citra masih berdiri di depan pintu kamar mandi dengan pakaian Daffa di tangannya.
Daffa membuka sedikit pintu kamar mandinya untuk menyambar pakaian yang di berikan Citra kepadanya.
setelah memberikan pakaiannya. Citra memutuskan untuk merebahkan tubuhnya yang terasa pegal-pegal. Citra merasakan begitu nyaman merebahkan tubuhnya.
"kasur ini sangat nyaman. sebaiknya aku tidak sebentar.
Sudah sekitar setengah jam Daffa tak kunjung keluar dari kamar mandi. berulang kali Daffa mengintip di balik pintu. tapi di lihatnya Citra masih berada di sana.
"arghh gimana aku mau keluar dengan penampilan seperti ini.
" pasti citra ngetawain aku kalo liat
"arghhhh.
Citra memberikan Daffa kaos nya yang sudah kekecilan ditubuhnya yang kekar itu. dan celana yang di pakaiannya sama sekali tidak muat. saat Daffa memaksakan untuk memakainya celana tersebut robek cukup lebar di bagian tengahnya.
saat mengambilkan pakaian untuknya Citra mengambil dari dalam lemari. di mana isinya pakaian Daffa saat sma. saat tubuhnya tak sebesar sekarang.
Sudah sekitar satu jam akhirnya Daffa memberanikan diri untuk keluar menggunakan handuk yang di lilitan di pinggang nya. setelah keluar Daffa mendapati Citra sedang tertidur pulas. .
"sial kalo tau dia tidur kenapa ga dari tadi aja aku keluarnya. satu jam di dalam kamar mandi membuat Daffa kedinginan.
setelah berpakaian Daffa keluar kamar menuju ruang keluarga. dimana tempat biasanya Daffa dan orang tuanya berkumpul.
nampak Ani sedang duduk menyaksikan sinetron favoritnya di televisi.
__ADS_1
mengetahui Daffa datang menghampiri. Ani menanyakan keberadaan istrinya.
"Citra masih tidur Bunda.
"Oya bunda tolong suruh pelayan singkirkan pakaian lamaku di lemari.
"iya nanti bunda suru mereka rapihkan.
Malam hari di rumah Bambang
"bi nani, tolong panggil Citra untuk makan malam bersama ya. a
"baik bu, Nani segera bergegas menuju kamar Citra. di ketuknya pintu kamar tersebut, baru dua kaki ketukan Citra sudah nampakkan dirinya dari balik pintu, dengan wajah fresh karena baru saja selesai mandi.
"iya bi nani ada apa?
"non di minta untuk turun makan malam sama ibu.
"Citra makan yang banyak nak. kalo kamu ingin makan sesuatu bilang sama bunda. nanti bunda suruh bibi buatkan.
" Iya bunda..
"bunda gak perlu repot bunda Citra makan ini saja sudah cukup.
setelah selesai makan mereka berbincang-bincang di ruang keluarga sambil menyaksikan acara di televisi. saat sedang asik menonton tiba-tiba perut Citra terasa sakit. membuat Citra mengaduh kesakitan.
Ani dan Daffa di buat panik dengan ekspresi Citra yang sedang menahan sakit.
__ADS_1
" kamu kenapa. ayo ke dokter Daffa dengan sigap mengangkat tubuh Citra untuk membawanya ke rumah sakit. tiba-tiba rasa sakit itu hilang begitu saja saat Daffa menggendongnya.
"mas.
"sakitnya sudah hilang. kita ga perlu ke dokter.
" hah? bagimana bisa tadi kamu keliatan banget kesakitan. kita ke dokter dulu biar di cek sama dokter.
"bener kata Daffa nak. lebih baik ke dokter supaya jelas. bunda takut terjadi sesuatu sama kalian.
"tapi bunda Citra bener bener udah ga sakit sekarang.
"udah kamu ga usah banyak bicara pokoknya aku antar kamu ke dokter sekarang ucap Daffa pasti. membuat Citra tidak dapat menolaknya.
Setelah sampai di rumah sakit milik Bambang, ayahnya Daffa, membuat Citra mendapatkan fasilitas sepesial ia tidak perlu repot untuk mengantri. langsung di bawa ke sebuah ruangan oleh dua orang perawat.
"pak Daffa silakan duduk dulu. mohon tunggu sebentar lagi dokter kandungan yang akan memeriksa ibu Citra masih dalam perjalanan.
"iya Sus terimakasih. Citra mengucapkan pada perawat tadi. Citra merasa sangat bingung kenapa dirinya tidak mengambil nomor antrin terlebih dahulu justru langsung di bawa ke rumah praktek dokter nya.
"Mas kenapa kita tidak mendaptar terlebih dulu. bukannya rumah sakit membutuhkan data pasien ya. serunya.
"sebenarnya rumah sakit ini tempat Ayah bekerja Citra. jadi saat aku datang mereka sudah mengenaliku dan memberikan fasilitas terbaik untukmu.
"hahhh mata Citra berhasil membulat sempurna.
"ja jadi ini rumah rumah sakit yang punya Ayah mas.
__ADS_1
" iya Citra rumah sakit ini Ayah yang bangun. dan mulai besok aku yang akan menggantikan posisi Ayah di sini.
"pantas saja saat kita masuk mereka memberimu hormat.