
Hiks hiks hiks,, citra masih terisak dalam kamarnya,,
'Mencintai dalam diam, rasa sabar ini mungkin bisa bertahan dan menahan hubungan kita tetap bersama , tapi mengabaikan kenyataan aku tidak bisa, aku tidak bisa berpura-pura tidak perduli,, aku seorang wanita aku tau seperti apa rasanya mencintai seseorang tanpa bisa memilikinya, aku pernah kehilangan cintaku saat kehilangan Aa Agam rasnya seperti apa yang Mba Aisyah katakan rasanya seperti, bagai hidup di jiwa yang tak bernyawa,
'lalu aku menemukan kehidupan baru ku, kamu mas kehidupanku saat ini dan bayiku, tapi aku memisahkan kamu dari cintamu dan wanita yang mencintaimu,, aku tau kamu sudah berjanji untuk tidak pernah meninggalkan aku dan anakku mas,,jadi biarkan kita yang akan pergi meninggalkanmu dan kamu tidak akan mengingkari janjimu. akulah yang meninggalkanmu,
"AWWWW,," Citra memekik, kenapa perutku,,,,
"sayang,, apa kamu baik baik saja".
citra sangat panik ia takut terjadi sesuatu pada bayinya,,
" ibu memang sedang sedih tapi ibu sama sekali tidak ingin kamu bersedih,, maafkan ibu "
hiks hiks hiks
"Kenapa perutku sangat sakit,,
citra menggigit bibirnya sendiri karena merasakan perutnya terasa amat sakit baginya. saat ia mencoba bangkit untuk mencari pertolongan,
"Darah,,," matanya membulat melihat darah segar mengalir melewati kakinya hingga berceceran di lantai kamarnya,,
__ADS_1
"Awwww ini sakit sekali,, IBU tolong citra bu,,
dengan sekuat tenaga yang di miliknya citra mencoba melangkahkan kakinya tapi terasa seperti ada yang mengganggu langkahnya,, ia kembali terduduk,,
BUNDA,,
BUNDA,,
BUNDA,, citra berteriak sekeras mungkin meski faktanya suara tidaklah terlalu keras untuk di dengar,, dengan kepayahan citra mencoba untuk merangkak keluar kamarnya hiks hiks hiks aku kenapa air mata citra sudah mengalir bercampur keringat dingin yang mengucur deras di dahinya,, sayang kamu baik baik saja kan citra mengusap perutnya yang terasa sakit, ia lebih takut terjadi hal buruk pada bayinya saat ini melebihi rasa sakit yang di rasakannya,,
hiks hiks hiks,,
" Bunda dimana tolong citra bunda citra takut bayi citra kesakitan di dalam sana.". citra sudah berhasil membuka pintu kamarnya,, kini ia terduduk di depan pintu kamarnya,, matanya mencari cari siapa tau ada orang di sekitarnya, tapi ternyata nihil semua orang spertinya berada di lantai bawah rumahnya,,
citra mulai merasa tubuhnya melemas,, tangannya sudah tak mampu menopang tubuhnya kesadarannya mulai menurun, pandangan nya melihat sekeliling menjadi kabur,,
"Mas Daffa,,
"mas,,,,, akhirnya citra terjatuh tersungkur dan tanpa sengaja tubuhnya jatuh menyenggol sebuah Guci besar di dekatnya sampai membuat guci besar itu terjatuh dan bergulir melewati anak tangga hingga akhir guci besar itu pecah menjadi serpihan serpihan kecil.
Prakkkkk "
__ADS_1
suara guci besar itu pecah sangat nyaring,, dengan cepat para pelayan mencari sumber suara itu,, nani dengan cepat melihat ke atas, betapa terkejutnya nani mendapati citra berlumuran darah di kakinya,
"Non,, nonn citra bangun non, Tolong tolong,, tolong non citra pingsan nani berteriak histeris
mendengar keributan nani meminta tolong para pelayan bergegas menuju ke atas tempat citra tak sadarkan diri.
"MasyaAllah non kenapa bisa sampai seperti ini non mendengar nani berteriak menyebutkan nama citra Ani berlari menuju sumber suara nani
Di sana para pelayan sudah berkumpul mengerumuni tubuh citra yang masih tergeletak di lantai, "Apa yang kalian lakukan cepat bawa menantuku ke rumah sakit ucap Ani dengan tak kuasa menahan air matanya,,
"cepat kalian siapkan mobil untuk membawanya, apa kalian patung tidak bisa berpikir dengan cepat, ya Allah selamatkan cucu dan menantuku, sayang bertahan lah,,
"kenapa kalian masih di sini cepat hubungi suaminya, beritahu anakku istrinya akan melahirkan, apa kalian begitu tidak berguna hah. Ani begitu kecewa dengan para pekerjanya yang hanya mematung bahkan ada yang tak kuasa ikut menangis.
salah seorang pelayan bertanya pada pelayan yang lain, apa nona muda akan meninggal? jaga ucapanmu,, ayo cepat bantu menyiapkan mobil.
Pak bejo datang setelah menyiapkan mobil, dengan tubuhnya yang kekar dia dapat dengan mudah mengangkat citra seorang diri.
"Ayo bejo cepat menantuku harus baik baik saja," hiks hiks hiks dalam perjalanan Ani begitu kalut pikirannya ia sangat takut jika citra sampai kehilangan nyawanya ia tidak yakin putranya akan sanggup jika harus kehilangan cintanya untuk kedua kalinya,
Meskipun Daffa tidak pernah menunjukkan perasannya, tapi sebagai seorang ibu yang melahirkannya Ani dapat melihat betapa Daffa mencintai istrinya, dari sikapnya yang selalu memperhatikan citra juga bayinya, meski kadang Ani mereka sedih jika mengingat bayi yang di kandung citra bukan darah dagingnya, dan Daffa menerima kenyataan itu dengan sangat tegar, Daffa tidak pernah sekalipun menunjukkan kekecewaannya atau rasa tidak sukanya dengan kehadiran bayi itu, meski mungkin sangat sulit untuknya harus merawat wanita yang di cintainya juga bayinya yang bukan anak biologis miliknya.
__ADS_1
"Kamu harus bertahan sayang,, bertahan lah citra, bunda sangat takut kehilanganmu, bunda tidak akan bisa memaafkan diri bunda sendiri jika hal buruk terjadi pada kalian,, apa yang harus bunda katakan pada suamimu nanti jika kamu seperti ini tapi bunda tidak berada di sampingmu.. hiks hiks hiks
Ani menggenggam tangan citra, berulang kali ia memeluk bahkan menciumnya tangan wanita yang terbaring di pangkuannya tidak sadarkan diri.