
Di dalam mobil suasana sangat hening. tidak ada perbincangan di antara keduanya seperti biasanya, sampai tiba di lobby apartemen. Citra segera turun dari mobil dan membuka pintu belakang mobil Daffa untuk mengambil batang barangnya. Daffa dengan secepat kilat menyambar tas milik Citra.
"Aku bantu bawa...
"ini berat,..
"Aku bisa bawa sendiri Citra mencoba meraih tas miliknya, tapi Daffa tidak memberikannya justru menarik tangan Citra untuk mengikuti langkahnya menuju lift.
Daffa membuka pintu apartemen miliknya. langkah kakinya di ikuti Citra. Daffa membawa tadi milik Citra ke dalam kamar dan merapikan kembali pakaian milik Citra ke dalam lemari.
"Mas, jangan seperti ini, aku bisa merapihkan pakaianku sendri. Citra merasa sangat malu, bagaimana tidak di dalam tas miliknya terdapat juga pakaian dalam milik Citra. tapi Daffa seperti hilang rasa malunya dengan begitu santai Daffa merapihkan pakaian Citra.
setelah selesai merapihkan pakaian. Daffa kembali menarik tangan Citra, kini menuju dapur. Daffa menarik satu kursi dan meminta Citra duduk di sana. sedangkan Daffa menuju pantry untuk membuat hidangan makan malam mereka. Citra yang melihat Daffa sibuk menyimpan bahan masakan, bermaksud untuk membantunya, tapi Daffa menolaknya dan memintanya kembali duduk. hingga akhir Citra pasrah saja. dia benar-benar tidak ingin Daffa bersikap dingin seperti tadi pagi.
sekitar setengah jam Daffa menyelesaikan masakannya, Daffa membuat nasi goreng, karena menu itu lah yang familiar dia masak. Daffa membawa satu piring nasi goreng ke meja makan.
"Kenapa cuma satu piring mas?
__ADS_1
"Ayo bedoa, biar aku suapi.Daffa mengembangkan senyum manisnya. tapi justru membuat Citra menangis. saat suapan pertama Daffa mendarat di mulutnya.
"kenapa?
"apa rasanya ga enak?
" apa masih terlalu panas? Daffa terlihat sangat panik melihat Citra menangis di hadapannya. selama menikah Daffa tidak pernah melihat Citra menangis.
"Bukan mas.
"terus kenapa Citra? kamu buat aku panik. Daffa mengambil tisu dan memberikan pada Citra.
" Karena kamu istri aku. sudah seharusnya aku bersikap seperti ini.
"ada apa denganmu sampai pergi dari sini??
"Aku aa.aku, Citra menjadi gagap dia bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
"Citra. aku benar-benar minta maaf, sudah membuat kamu menunggu sepanjang malam, aku juga minta maaf karena sikapku tadi pagi. tapi percayalah aku tidak ada maksud untuk membuat kamu seperti ini.kemudian Daffa mengapit wajah istrinya.
"Ada alasan yang membuat aku tidak pulang semalam, dan saat ini aku belum bisa berbagi tentang hal itu sama kamu. tapi suatu hari. aku akan ceritakan semuanya.
"Ayo makan lagi Daffa menyuapi Citra sampai habis.
Setelah selesai makan, Citra benar benar lelah, pikirannya yang kacau membuatnya begitu lelah. sampai baru saja selesai makan. dia bergegas menuju kamar dan membaringkan tubuhnya di sana. tak butuh waktu lama matanya dengan cepat terpejam.
Daffa baru selesai mandi. dan masuk ke dalam kamar Citra, mendapati Citra sudah terlelap di sana. Daffa ikut merangkak ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di sebelah Citra, entah kenapa Daffa pegi ke kamar itu, tidak seperti biasa dia tidur di sofa.
di lihatnya wajah Citra dari dekat, ingin rasanya Daffa ******* bibir merah itu. tapi niatnya di urungkan Daffa hanya mencium pucuk kepala istrinya. dan memejamkan matanya. menunggu pagi menjemput.
Saat tengah malam Citra terbangun karena rasa ingin buang air yang sudah tidak tertahankan. Citra segera membuka matanya, saat matanya sudah terbuka sempurna, terlihat pemandangan yang lebih sempurna untuk nya, laki-laki yang di cintainya sedang terlelap begitu manis di hadapannya, bahkan bulu bulu di dagunya yang menjadikan lekaki itu terlihat sangat tegas saat terjaga, saat ini tidak mampu menutupi wajahnya imutnya saat tidur.
dengan tersenyum senyum Citra melangkah ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.
Citra kembali lagi ke tempat tidurnya. dan merebahkan tubuhnya. saat hendak memejamkan matanya lagi Citra berkata dalam hatinya.
__ADS_1
"ya Tuhan jangan bangunkan aku lagi, jika aku tidak bisa menahan perasaan ini lagi.
"biarkan aku pergi dengan rasa cinta ini sekarang. saat aku terjaga esok aku takut perasaan ini akan semakin bertambah untuknya.