Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 46 tidur seranjang


__ADS_3

Malam ini kembali terulang. perasaan canggung dengan dada berdebar sepanjang malam, karena untuk kali keduanya Citra dan Daffa berbagai ranjang.


ranjang tempat tidur Citra memang tidak luas, karena itulah membuat mereka begitu kikuk jarak yang tidak terlalu berjauhan itu membuat gerak tubuh mereka terlihat satu sama lain saat Citra menggeser tubuhnya untuk berganti posisi. begitu juga dengan Daffa.


***


karena banyaknya pasien di rumah sakit membuat Daffa merasa sangat lelah, sampai akhirnya ia terlelap dalam tidurnya.


begitu juga dengan Citra. ia melihat suaminya terlelap terlebih dulu, sejenak Citra mengamati wajah suaminya yang di tumbuhi kumis tipis juga juga berjenggot tipis. tulang rahang yang menampak tegas di wajahnya.


Betapa sempurnanya kamu mas. kamu baik tampan. entah apa aku wanita yang beruntung bisa menikah denganmu atau sebaliknya, aku adalah wanita sial yang memiliki fisikmu tapi tidak untuk hatimu. apa kamu akan mencintaiku suatu saat nanti, seperti yang kamu ucapkan padaku. entahlah aku tidak yakin untuk itu. Citra berucap dalam hatinya saja.


perlahan Citra mulai terlelap dalam tidurnya.


Saat suara adzan subuh di kumandangkan. sipit sipit Daffa membuka matanya. betapa terkejutnya saat ia membuka mata, Daffa melihat lengannya yang kekar menjadi bantalan untuk Citra tidur. nampak wajah cantik istrinya masih terlelap dengan berbantalan tangannya. mereka tertidur dengan posisi saling berhadapan tangan Daffa juga melingkar di pinggang ramping milik Citra.

__ADS_1


setelah benar-benar sadar dari tidurnya. Daffa menggoyangkan bahu Citra untuk membangunkannya, karena sudah masuk waktu subuh.


karena merasa terguncang tubuhnya, Citra sedikit sedikit membuka mata.


"Mas sudah bangun. Citra segera bangun dan duduk untuk memulihkan tenaganya.


"Ayo bangun sudah masuk waktu subuh, nanti kesiangan.


"iya mas. Citra segera bangkit dan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


"Mas, aku akan bantu ibu menyiapkan sarapan. kamu pergilah mandi lebih dulu. nanti aku pinjamkan pakaian chiko untuk mas.


"eemmm Daffa hanya menyautinya dengan bergumam. ia masih teringat wajah polos Citra saat tertidur di pelukannya pagi tadi.


setelah sarapan dan berganti pakaian milik chiko, Daffa berpamitan untuk kembali ke apartemen, karena ia tak mungkin berangkat ke rumah sakit hanya menggunakan celana trening dan kaos milik chiko. karena memang sepertinya hanya itu yang cukup untuk di pakai oleh Daffa yang bertubuh atletis itu.

__ADS_1


beberapa hari Citra dan Daffa menginap di rumah orang tua Citra.


sampai tiba saatnya untuk Citra kembali ke apartemen, karena harus mulai mengemasi pakaian yang akan di bawanya pergi ke perjalanan kerja suaminya.


setelah semua keperluan selama dua bulan di puncak sudah siap pagi ini merka berangkat menuju puncak.


nampak Citra membawa satu koper untuk pakaiannya selama di sana. dan satu koper pakaian suaminya. dan beberapa peralatan madi juga mereka bawa. karena menurut informasi yang Daffa sampaikan di sana tempatnya agak jauh dari keramaian kota. jadi agak sulit mendapatkan keperluan yang biasa mereka gunakan.


"Citra apa semua sudah masuk ke dalam mobil?


apa tidak ada yang tertinggal, Daffa mencoba memastikan barang bawaan mereka sudah sepenuhnya terbawa.


"sudah mas. semua sudah masuk mobil kok.


"baiklah ayo kita berangkat.

__ADS_1


Daffa menghidupkan mesin mobilnya. dan mulai melajukan kendaraannya menuju puncak. yang memakan waktu sekitar empat jam jika di tempuh menggunakan mobil.


__ADS_2