Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 101 Bayi laki-laki


__ADS_3

Pagi ini jadwal citra mengunjungi dokter kandungan, untuk memberikan kandungannya yang sudah menginjak minggu ke 34, meski keduanya sedang tidak bertegur sapa, tapi tidak menjadi manusia yang tidak berperasaan meski hatinya masih di liputi rasa cemburu, tetep saja Daffa mengantarkan citra menuju rumah sakit, karena di usia kandungannya saat ini dokter menyarankan agar citra rutin memeriksakan kondisinya,


Setibanya di rumah sakit, Daffa dan citra jalan beriringan, melewati koridor rumah sakit yang cukup panjang untuk mencapai ruangan pemeriksaan kandungannya saat ini,


setibanya di sebuah ruangan, tanpa harus menunggu antrian, Daffa sudah berhasil membawa citra menemui dokter yang memeriksanya, seperti biasa dokter memeriksa kondisi kesehatan citra juga bayinya, dan betapa beruntungnya citra hari ini, saat di lakukan USG citra bisa mengetahui bahwa calon bayinya berjenis kelamin laki-laki. terlihat mata citra mulai berkaca kaca,, melihat bayinya tumbuh sehat, dan posisinya sudah sesuai dengan jalan kelahirannya.


Setelah menyelesaikan pemeriksaan Daffa terlebih dulu mengantarkan citra, sebelum dirinya kembali ke rumah sakit untuk bekerja. dalam perjalanan pulang citra mencoba mencairkan suasana dengan terlibat perbincangan kecil bersama suaminya


"Mass,,,"citra menyerukan panggilan untuk suaminya itu, tapi Daffa hanya menyautinya dengan bergumam saja


.


" Hemmmm,,


"Apa mas masih marah dengan kejadian kemarin.


"Tidak aku sudah tidak marah, itu untuk peringatan agar kamu tidak melakukan nya lagi, kamu tau kamu adalah istriku tanggung jawabku besar terhadapmu, bukan hanya untuk menafkahi mu tapi untuk menjaga dan melindungimu. dan kamu sebagai seorang istri sudah seharusnya melindungi kehormatan suamimu.,,

__ADS_1


"Aku salah mas aku minta maaf, tapi sungguh aku tidak bermaksud untuk menghianatimu,"ucap citra pasrah karena sepertinya Daffa belum mengikhlaskan kejadian kemarin.


"Lagi pula kejadian kemarin tidak seperti yang kamu lihat, saat itu aku sedang mencarimu lalu aku melihat anak kecil itu seorang diri di taman, aku sebagai seorang yang melihat hanya bermaksud untuk melindunginya saja. aku takut jika dia sampai bertemu dengan orang jahat yang bisa saja melukainya, dia masih sangat kecil,


"Hemmm" Daffa hanya menyautinya dengan bergumam lagi. dia tidak berniat untuk memberikan komentar atas apa yang citra sudah jelaskan.


" sudah sampai turunlah, aku akan kembali ke rumah sakit sekarang, ucap Daffa stay cool.


"baik mas, terimakasih sudah mengantarkan ku.


" Hemmm. kemudian citra turun dan menyaksikan Daffa meninggalkannya dengan mobilnya. citra berjalan menuju rumahnya..


Saat di hadapan keluarganya citra dan Daffa bersikap seperti hubungan mereka baik baik saja.


hanya saja setelah masuk kamar, mereka seperti air dan minyak yang sulit menyatu, ada saja hal yang membuat kedua sering berselisih paham.


Karena usia kandungan citra sudah memasuki sembilan bulan, tinggal menunggu saja kapan hari kelahiran bayinya tiba.

__ADS_1


sore harinya citra sedang berjalan jalan di kompleks sekitar rumahnya. Tiba-tiba sebuah mobil berwarna putih berhenti di dekatnya, sepertinya aku pernah melihat mobil ini ucap citra dalam hatinya,


"Citra,," sapa seorang wanita yang keluar dari dalam mobilnya, ia tak lain adalah Aisyah.


"mba Aisyah,," ucap citra lirih.


"apa kamu sedang berjalan jalan, tapi kenapa kamu sendirian,,


"ini kan dekat dari rumahku Mba aku pikir di sini cukup aman.


"Citra apa kamu bisa menemaniku,


" ke mana Mba?


"aku ingin menanyakan sesuatu padamu, mungkin ini bersifat pribadi apa kamu ada waktu luang.


"boleh Mba,

__ADS_1


" Oke gimana kalo besok jam makan siang. di cafe xxxx Aisyah menyebutkan nama sebuah cafe yang akan mereka datangi,,


__ADS_2