
Seperti hari hari biasanya, selalu saja terjadi drama di pagi hari, siapa lagi pelakunya jika bukan drama queen Deviana yang bermalas malasan untuk memulai aktivitas di pagi hari, ada saja alasan yang di berikannya entah pada Citra atau Daffa yang bertugas membangunkan anak anaknya.
Pagi ini Citra di buat harus bolak balik ke kamar anaknya karena sejak di bangunan Deviana beralasan jika ia sakit perut dan harus kembali beristirahat. tapi setelah Daffa memeriksa nya ternyata ia hanya mengelabuhi mamahnya agar dapat kembali melanjutkan tidur nya yang terganggu karena Citra memintanya bersiap. bagaimana juga hari ini Citra akan mendaftarkan anak perempuannya ke sebuah sekolah usia Dini.
Setelah mengetahui jika Deviana tidak lah sakit seperti yang di katakan anak nya itu. Citra menjadi lebih tegas untuk membangunkan dan memaksa anaknya untuk bersiap. seperti yang sudah sudah jika Citra dengan paksa membangunkan nya gadis kecilnya itu akan menangis dengan suaranya yang melengking memecah keheningan di pagi hari.
Sedangkan Daffa sudah siap dengan kemeja kerja nya. sedang duduk di meja makan di temani oleh rizky yang memang sudah selesai bersiap untuk pergi ke Sekolah nya. kedua lelaki tampan itu sedang duduk manis menunggu sang Queen Deviana tiba untuk bersarapan bersama, bagaimanapun sibuknya Daffa selalu ingin memulai harinya dengan sarapan bersama dengan anak anak dan istrinya. tapi setiap hari juga ia harus menunggu cukup lama untuk mendatangkan putri kecilnya yang manja.
Saat tiba di meja makan sudah tidak terlihat lagi wajah murung Deviana, ketika bertemu dengan anggota keluarga nya di meja makan Devi dengan cepat merubah ekspresi wajahnya menjadi Deviana yang ceria dan cerewet. Dengan manja nya Devi meminta papahnya untuk mengangkat nya dan membantunya untuk duduk di kursi, dengan senang hati Daffa selalu melakukan hal itu setiap pagi. Padahal jika bermain Devi bisa memanjat kursi bahkan meja yang jauh lebih tinggi dari kursi makan itu.
"Sudah ayo habiskan sarapan kalian. Sayang cepat habiskan sarapan nya, hari ini mamah akan membawamu untuk mendaftar dan melihat sekolah barumu. Ucap Citra menjelaskan pada putri kecilnya itu.
"Mahhh... suara kecil yang cempreng Devi
" Bukan nya papah itu sangat pintar ya, tapi kenapa papah tidak membuat sekolah sendiri untuk Devi, kenapa Devi masih harus pergi keluar untuk sekolah.
"Devi ingin sekolah sama papah aja. Boleh kan pahhh!. Dengan ekspresi nya yang ceria di tambah senyumnya manis di wajahnya membuat siapa saja tidak tahan untuk menahan tawa nya.
Daffa bahkan tak henti hentinya menertawakan anak perempuan nya. yang entah mendapatkan pemikiran seperti itu dari mana asalnya.
"Baiklah sayang anak papah yang sangat cerdas. mulai minggu ini papah akan membuka sekolah khusus untuk anak anak papah di setiap hari minggu di halaman belakang rumah kita.. karena papah sangat pintar papah sendiri yang akan menjadi guru untuk kalian. Daffa menantikan ekspresi anak anaknya.
__ADS_1
"Bagaimana apa kamu senang Devi?? ucap Daffa dengan bangga
Deviana membelalakan matanya mendengar apa yang baru saja papahnya katakan.
"Apa papah dan mamah ingin menyiksaku bahkan di hari libur sekalipun. kalian memintaku terus belajar. Jelas aku tidak setuju dengan ide papah.. aku lebih memilih pergi ke sekolah di setiap hari senin sampai jumat dan akan libur dua hari." Pungkas Devi sebelum akhirnya menu sarapannya habis ia lahap.
Setelah menyelesaikan sarapannya Citra sedang merapihkan piring kotor yang di gunakan untuk mereka makan. Tiba-tiba saja Daffa datang mendekatinya
" Sayang sebaiknya kita jangan memberikan terlalu banyak vitamin saat kau kembali hamil anak kita nanti. bisik Daffa di samping telinga istrinya sontak membuat Citra terbelalak dan bingung.
"Memangnya kenapa Mas? tanya Citra penasaran..
"Aku tidak bisa membayangkan jika akan ada dua kepribadian seperti Deviana di dalam rumah ini sayang!!
"Sudah Mas berangkat sana..
Sebelum benar-benar pergi Daffa tak pernah absen untuk meninggalkan ciumannya di kening istrinya.
Citra pergi mengantarkan anak anaknya. terlebih dulu ia mengantarkan Rizky ke sekolah nya. dan menitipkan nya pada nani untuk menjaga Rizky selama Citra pergi ke sekolah Deviana untuk mendaftar.
Mobil yang di kemudikan Citra berhenti tepat di halaman sekolah untuk usia Dini. dimana ia akan mendaftarkan anaknya di sana.
__ADS_1
Baru saja turun. Devi sudah sangat bersemangat untuk sekolah. ia berlari lari kecil menuju gerbang sekolahnya yang jaraknya lumayan jauh dari Citra memarkirkan mobilnya. Citra hanya Menggelengkan kepalanya melihat tingkah lucu Devi. sejak sepanjang jalan Devi meminta kembali pulang ke rumah, tapi lihat setelah sampai di sekolah Devi justru sangat bersemangat.
Setelah menyelesaikan pendaftaran dan pergi melihat area sekolah putrinya. kini Citra memutuskan untuk membawa anaknya kembali ke sekolah kakaknya. sebelum akhirnya mereka kembali pulang ke rumah..
.
.
.
.
Malam hari nya. sesuai dengan apa yang Daffa katakan. sekitar pukul tujuh malam, Yulia dengan di temani Hasan tiba di rumah tempat tinggal Citra dan Daffa.
Terlihat Yulia nampak sangat gugup, ia terus meremas jari jari tangannya. jantungnya berdebar menantikan momen pertemuannya dengan cucu yang selama ini tak pernah di lihatnya.
Tak butuh waktu lama setelah belumnya bell rumah berbunyi. nani pergi membukakan pintu dan mempersilahkan tamunya itu untuk masuk.
Setelah meminta kedua tamu itu duduk. dengan sopan nani pamit untuk membuatkan minum dan juga memanggil nyonya dan Tuan rumah nya.
terlebih dulu nani mencari Citra dan mengatakan jika ada tamu yang datang sedang menunggu di bawah. mendengar apa yang nani katakan Daffa lebih dulu turun untuk menemui tamunya itu.
__ADS_1
Kalian.....