Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 7 Kemarahan


__ADS_3

Di sisi lain...


Agam yang melajukan kendaraannya dengan kecepatan di atas rata rata, perasaannya kalut, dia memikirkan kekasihnya yang sudah menunggunya. sampai di pertengahan jalan dia melihat empat orang pria dengan berpenampilan garang sedang menghajar seseorang yang amat ia kenal. Daffa yang sedang di baku hantam dengan empat orang pria. Agam tanpa berpikir panjang langsung turun dari mobilnya dan membantu Daffa


bukk


bukk..


bukk


setelah pertarungan yang sengit, akhirnya Agam berhasil menyelamatkan Daffa, dan ke empat orang itupun kabur.


"Lo kenapa Daf? sampai bisa di pukulin orang? tanya Agama pada sahabatnya.


Daffa meringis menahan sakit,

__ADS_1


"tolong gam. antar gua pulang nanti di jalan gua bantu jelaskan, setelah Daffa menelpon seseorang untuk mengurus mobilnya. akhirnya Agam membawa Daffa ke mobilnya.


Daffa mencoba menjelaskan kronologis kejadian nya.


" Tadi ban mobil gua bocor, pas gua mau ganti ban, tiba tiba mereka datang dan mau merampas barang barang gua, ya gua lawan, tapi ternyata mereka kuat kuat. untung lo datang di waktu yang tepat.


thanks ya gam, gua ga tau kalo ga ada lo tadi. mungkin gua sudah....


"sudah lah, gua bersyukur lo gak kenapa kenapa. Agam memotong ucapan sahabatnya. pas di jalan ke arah rumah Daffa yang memang searah dengan jalan menuju rumah Citra. Agam menagkap sosok wanita yang di kenalnya.


"Apa yang kamu lakukan Citra, ucap Agam sangat geram melihat pemandangan di luar kaca mobilnya.


"Apa maksud kamu Citra, kenapa kamu berani pulang dengan laki-laki lain. apa kamu tidak memikirkan perasaanku ucapnya dalam hati. Agam geram melihat kekasihnya dengan laki-laki lain. ia mengepalkan tantangan nya, matanya menunjukkan kemarahan dan kekecewaan,


setelah mengantarkan Daffa ke apartemen nya. Agam segera melajukan mobilnya ke rumah Citra. setelah sekitar tiga puluh menit. Agam sudah sampai. setiba di ambang pintu rumah Citra, Agam mengeluarkan ponselnya.

__ADS_1


"Keluar.... ucapnya penuh amarah di ujung telpon. nada suaranya sudah tidak bersahabat. Citra yang mendengar ucapan Agam penuh kemarahan dari ujung telpon. ia tau Agam saat itu sedang amat marah. tanpa Citra tau penyebabnya yang membuat kekasihnya begitu marah.


setelah Citra keluar. dari rumahnya ia mendapati wajah kekasihnya yang penuh kemarahan. matanya tajam menusuk seperti ingin menerkam.


"berani sekali kamu hah? apa kamu anggap aku sudah mati, sampai kamu pergi dengan laki-laki lain. Agam menatap citra dengan tajam.


Citra mencoba memotong perkataan Agam. "harusnya aku yang bertanya, dimana perasaanmu, tega sekali membiarkan aku menunggu di tengah malam. dimana perasaanmu?


Agam semakin geram ia menghampiri Citra dan mendorong nya sampai Citra hampir terjatuh, Citra yang ketakutan menundukkan langkahnya sampai ia menghentikan langkahnya karena terhalang tembok rumahnya, BRUUUKKK.. Agam menghantam tembok tepat di samping wajah Citra, Citra yang sangat ketakutan sampai tanpa di perintah air matanya meluncur dengan derasnya.


"Agam... apa kamu akan membunuhku?


"bagaimana aku bisa membunuhmu Citra, aku begitu mencintaimu. aku sangat tidak rela ada laki-laki lain mengantarmu pulang, kamu milikku Citra. hanya milikku, tidak ada yang boleh menyentuh milikku. kamu dengar itu. bukankah aku sudah bilang. aku akan menjemputmu. aku pasti akan menepati janjiku meski kamu harus menunggu sedikit lagi. aku pasti akan datang saat aku sudah mengatakannya. apa kamu mengerti?? Citra hanya menganggukkan kepalanya.


Citra tidak pernah melihat sikap Agam yang seperti ini. ia sangat takut. sampai airmatanya tak henti hentinya menetes..

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, ternyata ada sepanjang mata yang tengah memperhatikan mereka dari balik jendela kamar. tepat di samping citra menyandarkan punggungnya...


__ADS_2