
Hari ini adalah hari pernikahan untuk citra dan Daffa. pagi pagi crew WO sudah sibuk dengan tugasnya masing-masing. Sinta dan putra juga sudah tiba di rumah sahabatnya.
Tok tok tok
Mendengar ketukan pintu Sinta membatu Citra untuk membukakan pintu kamarnya, ternyata crew yang membawakan kebaya untuk di kenakan oleh Citra sore nanti.
"Waaw .... Sinta yang melihat kebaya cantik untuk sahabatnya terkagum. Selera orang tuanya Daffa betul betul cantik gumam Sinta dalam hati saat menerima nya.
"Citra, pasti lo cantik banget pake kebaya ini nanti, hemm gue jadi ngebayangin pernikahan gue nanti.
Citra melempar senyum untuk sahabatnya.
"Sinta dimana Putra?
"Oh dia tadi bantuin beresin di depan.
"Nanti malam berarti malam pertama lo.
"arghhhh ....
Sinta membayangkan malam pertama pasti sangat indah, hal yang di Nantikan oleh setiap pasangan yang menikah. Sinta segera meraih tangan sahabatnya.
"Jangan lupa nanti lo ceritain sama gue. dia segagah apa pak Dokter di ranjang.
"husss... otak lo isinya mesum aja. hehehee Sinta tertawa mengingat khayalan yang sendiri.
__ADS_1
"Setelah menikah apa yang akan lo lakuin?
"Belum tau. Kenapa?
"Citra kan perut lo masih rata, kenapa lo ga lanjutin kuliah dulu.
"sejujurnya gue pengen banget lanjutin kuliah, tapi gue cukup tau diri. ga mungkin Ngebebanin terlalu banyak ke Mas Daffa.
" Ohhh jadi panggilannya Mas, Bukan Aa.
"Aa cukup untuk dia Citra mengusap perutnya.
"Iya ya Percayalah Yang cinta mati. hehee
tanpa terasa jam berputar dengan cepat. Sinta sedang bersiap siap di kamar lain, karena ia akan mendampingi sahabatnya Di hari pernikahan nya. sementara seorang perias sedang membantu Citra mempersiapkan penampilan terbaiknya di hari pernikahan Wajah cantik Citra tampak Sendu di hari pernikahannya, yang harusnya berbahagia tapi ini berbalik dengan Citra.
"Anak ibu. kamu adalah pengantin tercantik yang pernah ibu lihat nak.
"semoga kamu selalu bahagia,
ibu segera menghampiri Citra, di peluk lah Citra oleh ibunya. tanpa di minta mata Citra mulai berkaca hingga akhirnya tumpah tanpa di perintah. Fatimah yang melihat anaknya menangis seperti di remas hatinya perih, Bagaimana pun ia akan melepaskan anaknya untuk pergi ke tempat suaminya. selama dua puluh tahun mereka tinggal di atap yang sama, setiap hari bersama. setelah hari ini, kebersamaan mereka di dapur di taman hanya akan sulit di ulang kembali kenangan itu.
"Ibu.... jangan pernah tinggalin Citra. hiks hiks
"Citra gak mau jauh dari ibu. Citra mau sama sama Ibu terus.
__ADS_1
'' nak huhuhu Fatimah menagis tersedu.
"kamu harus menjadi istri yang baik untuk suami kamu.
"tapi bu... citra gak cinta sama dia. Bagimana kehidupan Citra akan baik baik saja di sana nanti bu.
"Bu tolong Citra, jangan kirim Citra ke tempat mereka tinggal. Citra mau tinggal di sini sama ibu hiks hiks hiks.
"Nak ibu percaya, nak Daffa adalah laki laki yang baik. berjanjilah sama ibu. kamu harus menjalankan kewajiban kamu sebagai istri dengan baik nak.
"Ibuu......
"Ka.... suara chiko.
"Kalo ada apa apa sama kaka nanti. kaka bisa kasih tau aku. bagaimanapun aku laki laki pengganti setelah ayah pergi.
"aku yang akan bertanggung jawab dan menjaga untuk kaka dan ibu di masa mendatang.
merekapun berpelukan dan saling memberikan semangat dan dukungan.
tok tok tok...
"Bu Fatimah, mempelai pria sudah tiba.
" Iya saya akan menyambutnya ayo chiko.
__ADS_1