
Pagi harinya, setelah selesai sarapan bersama. Citra mengatakan Daffa untuk berangkat bekerja sampai di depan rumah. dan di susul dengan mertuanya.
sebelum berangkat bekerja. Bambang terlebih dulu memberikan ciuman di pucuk kepala istrinya.
sedangkan Citra dan Daffa masih terpaku dengan pemandangan itu. sudah tidak perlu malu malu, toh kalian sudah menikah apa salahnya Ayah sama Bunda melihat kemesraan kalian.
sejujurnya Citra ingin segera masuk ke dalam rumah setelah selesai mengantarkan suaminya. ia tidak ingin mendapatkan ciuman keterpaksaan yang di berikan oleh suaminya.
tapi tiba-tiba Daffa mendaratkan ciuman di kening istrinya dan berkata.
"cepat masuklah hari ini mendung, jadi agak lebih dingin di luar. tanpa menunggu lagi Citra segera masuk ke dalam dan diikuti oleh Ani.
"Kamu tau nak. dulu saat kami masih muda, kami berciuman bibir saat mengantarkan ayahmu berangkat bekerja, bukan hanya cium di kening.
"bunda ini bicara apa sih. dengan wajah bersemu Citra masuk ke dalam kamarnya.
tok tok tok.
"sayang mau ikut bunda ke arisan?
"bunda hari ini Citra di rumah aja ya. rasanya Bandan Citra masih pegel pegel karena kemarin jalan jalan sama mas Daffa.
"yahhh bunda pergi sendirian lagi dong.
"maaf ya bunda next time aku ikut lagi ya.
"yaudah deh kamu istirahat ya sayang.
setelah Ani pergi, Citra merasa sangat bosan di rumah. sampai ia melangkah menuju dapur. bi nani. bi
__ADS_1
dengan langkah terburu buru nani menghampiri Citra.
"iya non ada yang bisa bibi bantu?
sebenarnya aku sangat bosan hanya berdiam diri di kamar.
"Aku ingin membuat kue untuk cemilan nanti malam, bibi bisa tolong bantu aku membuatnya?
"bisa non. ayo bibi bantu.
Citra di bantu nani menyiapkan bahan bahan untuk membuat kuenya. setelah semua bahan siap Citra mulai membaca resep cake keju yang akan di buatnya.
"bi apa bibi kenal dengan Aisyah teman sekolahnya mas Daffa?
"kalo kenal sih engga non, tapi setau bibi Aisyah itu cewek yang di taksir den Daffa dari mereka sma non. eh tiba-tiba si Aisyah itu menikah sama laki-laki lain, yang membuat mas Daffa pergi ke kota kembang. untuk mengobati sakit hati nya karena di tinggal nikah sama Aisyah.
"ohh jadi seperti itu ceritanya bi.
"Non Citra itu baik. sopan dan tidak sombong. mungkin kebaikan non Citra yang akhirnya membuat den Daffa luluh ya non.
"bibi ini ngomong apa sih Citra mengembangkan senyuman manisnya.
Citra baru selesai mandi. tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.
"mas kamu sudah pulang?
"iya pekerjaan di kantor tidak terlalu banyak karena Ayah masih membantu mengurus beberapa pekerjaan di sana.
aku mau mandi dulu. kamu turun duluan ya untuk makan malam. ..
__ADS_1
"iya mas.
di meja makan terlihat Ani sudah menyajikan semua menu di atas meja panjang itu.
"Bunda baru tau loh kalo kamu pinter buat kue. kue yang kamu buat ini sangat enak. bunda aja susah makan empat potong.
"apa bener bunda enak kuenya?
"iya sayang ini enak banget malah. Daffa suka banget sama keju. pasti kamu sering buatin ini ya untuk Daffa? ..
"engga bunda ini baru pertama kali Citra buat.
"oh ya, ahhh kamu memang hebat sayang baru pertama langsung jadi enak lagi.
saat mereka asik berbicara Daffa dan bambang datang dan mengajak mereka untuk segera makan makanannya.
Sebelum pergi tidur. Daffa sedang duduk di atas tempat tidur dengan membaca buku tebal yang entah buku apa Citra sama sekali tidak tertarik dengan buku itu.
"Mas.. suara Citra menghentikan aktivitas Daffa.
" ada apa?! teman mas yang kemarin apa dia sibuk?
" aku kurang tau, memangnya ada apa sih.
"sebenarnya aku ingin pergi ke tempat tempat yang belum aku kunjungi, tapi mas kan sibuk. andai aja teman mas yang kemarin gak sibuk dan mau nemenin aku pasti seru ya.
"ohh kamu jenuh ya di rumah terus. yaudah nanti aku coba hubungi Devi ya.
sekarang kamu tidur udah malam.
__ADS_1
"makasih ya mas. Citra memberikan senyuman manisnya. yang tanpa sadar senyuman manis itu menjadi candu untuk Daffa.