Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 72 Menikahlah dengan Andini


__ADS_3

Ani mendatangi rumah kaka ipar dari adik suaminya. dengan perasaan bercampur Ani bergegas memencet bell rumah Yulia. seorang pelayan membukakan pintu, dan meminta Ani dan Bambang masuk.


Cukup lama menunggu. Yulia tak kunjung datang. membuat Ani semakin geram, dengan wanita itu. setelah sekitar setengah jam, dari arah pintu rumah masuk seorang wanita yang tak lain adalah Andini.


"Om, tante, sapa Andini. Andin suara Ani menyerukan namanya.


tiba-tiba suara Yulia memotong, "syukurlah kalian cepat datang. jadi bagaimana pak Bambang konsep seperti apa pernikahan anak kita nanti? Yulia mengembangkan senyuman di wajahnya.


"Apa maksud kamu Yulia? omong kosong apa yang kamu bicarakan, saya dan suami saya ke sini untuk meminta kamu mencabut tuntutan itu. saya kenal betul seperti apa anak saya. dia tidak mungkin melakukan apapun yang melanggar agama nya.


"Bu Ani, saya tidak perduli dengan itu, saya hanya perduli dengan kebahagiaan anak Saya. mari kita buat kesepakatan nikahkan anak kita, dan saya akan bebaskan Daffa dari penjara.


Nafas Ani sudah tidak teratur lagi. karena emosi yang sudah memuncak. ingin rasanya Ani merobek mulut Yulia yang berbicara tidak karuan.


"Saya tidak akan menikahkan anak saya dengan anak dari seorang Iblis seperti kamu Yulia.


"Cukup Bu Ani. jaga mulutmu jika kamu tidak ingin hal buruk terjadi pada anak semata wayang kamu itu. saya bisa lakukan apapun padanya kamu ingat itu. dan sekarang kalian pergi dari rumah saya.


"sampai kapanpun saya tidak akan membebaskan Daffa kecuali dia mau menikahi Andini.


"Apa kamu mau, menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak mencintaimu?

__ADS_1


"apa kamu akan bahagia dengan pernikahan semacam itu? jawab Andini?


"Apa kamu benar-benar ingin hidup dengan orang yang tidak menginginkanmu?


Andini menundukkan pandangannya dan berlalu ke kamar.


"Jono cepat bawa mereka keluar dari rumah saya. tangis Ani pecah, mendapat perlakuan yang tidak baik.


bagaimana bisa ada seorang wanita berhati iblis seperti dia hiks hiks hiks


"Ayah apa yang harus kita lakukan sekarang. Bunda benar-benar tidak sanggup melihat Daffa berada di sana.


kita harus sabar Bun. Daffa anak yang kuat.


"apa yang kamu pikirkan ayah, Daffa anak kita, anak yang aku lahirkan dengan penuh perjuangan aku mengurusnya. sekarang aku harus melihat kehancurannya. aku tidak Bisa biarkan ini terjadi padanya. apa kamu tidak tau berapa lama hukuman atas tuduhan yang Yulia berikan padanya. itu sekitar dua belas tahun, Daffa akan kehilangan masa depannya. aku tidak akan biarkan ini terjadi tidak akan hiks hiks hiks.


"tenanglah Bun. kita pikiran ini lagi nanti. bambang mencoba menenangkan istrinya. tapi Ani justru semakin menjadi.


"Aku tidak bisa tenang melihat Daffa berada di sana. tempat yang kumuh. dan dingin, bagaimana kalau dia nanti sakit. hiks hiks hiks.


"Cuma dia yang aku miliki saat ini. aku tidak bisa kehilangan anakku lagi hiks hiks hiks. terasa begitu sakit hatinya mengingat saat dirinya kehilangan anaknya dulu.

__ADS_1


Ani meminta supir membawanya kembali ke tempat Daffa di tahan.


Saat tiba di tahanan. Ani berlari lari mencari anaknya dengan berteriak teriak menyebutkan nama anaknya. membuat Bambang benar-benar kewalahan dengan sikapnya.


"Daffa. hiks hiks hiks Ani menagis mendapati anaknya memakai baju tahanan.


perasaannya hancur berkeping-keping. memikirkan masa depan anaknya yang akan di habiskan di dalam tahanan.


"kenapa Bunda kebali lagi ke sini. bunda pasti lelah, sebaiknya Bunda istirahat di rumah dan temani Citra.


" bagaimana Bunda akan istirahat kalo kamu tidak ikut pulang bersama Bunda nak. nak Bunda mohon kamu turuti permintaan mereka nak, menikahlah dengan Andini.


"Apa maksud Bunda, Bun sampai matipun aku tidak akan mau menikahi wanita itu. Daffa melangkahkan kakinya menjauhkan diri dari Bunda dan ayahnya. dengan reflek pelukan anak dan bunda nya itu terlepas.


"Daffa dengarkan bunda. kamu tidak bisa egois nak. sebentar lagi Citra akan melahirkan dia butuh kamu nak. tapi kalo kamu berada di tempat ini,


"bagaimana kamu akan membantunya melewati masa sulitnya mengandung dan melahirkan nak. pikiran lah perasaan Bunda Daffa, Bunda tidak bisa melihatmu berada di tempat ini terus menerus untuk waktu yang lama. bagaimana dengan masa depanmu nak. hiks hiks hiks


"ini pilihan yang berat untuk kita. tapi kita tidak memiliki pilihan lain Daffa, bunda mohon pikirkanlah.


"tidak Bunda. Daffa percaya dengan kemampuan pengacara yang sudah mengurus ini semua. Daffa pasti akan cepat terbebas dari ini Bunda.

__ADS_1


"Daffa mohon jangan paksa Daffa untuk ini. Daffa melangkahkan kakinya pergi dari sana, dan kembali ke dalam jeruji besi yang menahan pergerakannya. mata Ani mengekor mengikuti langkah kaki anaknya. saat Daffa kembali masuk ke dalam sel tahanan hati Ani seperti tercabik-cabik.


__ADS_2