
hari itu citra benar benar tidak ada niat untuk pergi kuliah. dia lebih memilih untuk bermalas malasan di rumah. beberapa kali ia melihat ke layar handphone miliknya tapi tak ada satupun pesan dari Agam. dengan rasa kesal citra memutuskan untuk pergi ke makam ayahnya, sudah lebih dari satu minggu citra tidak mengunjungi ayahnya.
Di rumah sakit beberapa orang masih tidak beranjak dari duduknya. mereka masih dengan setia menanti kabar baik dari dalam ruangan ICU.
sekitar jam sebelas siang, Daffa yang baru menyelesaikan jam praktek nya, memutuskan untuk segera pulang, saat melewati lorong rumah sakit, Daffa mendapati pak Hasan dan Ibu Yulia papah dan mamahnya Agam. sedang duduk sambil berpelukan di kursi depan ruangan ICU.
tanpa berpikir lagi Daffa segera menghampiri,
"Asalamualaikum Om, tante.
"waalaikumsalam nak Daffa.
"om tante, kenapa bisa seperti ini?
" apa yang terjadi Daffa bertanya dengan wajah cemas. memikirkan hal buruk apa yang membawa sahabatnya ke ruangan itu. ia tau persis kondisi Agam.
"Daffa... seru Hasan dengan penampilan yang sudah sangat berantakan.
"om Agam kenapa bisa sampai seperti ini om?
"ini semua salah saya Daffa, saya sudah gagal menjadi orang tua, harusnya kami memikirkan perasaan Agam,
__ADS_1
"dan tidak memaksa keinginan kami.ucapan Hasan dengan lelehan air mata yang sudah tak dapat lagi di tahannya. orang tua itu terbayang kemungkinan terburuk yang akan terjadi, dengan sigap Daffa memeluk kedua orang tua itu,
"om dan tante harus optimis Agam pasti akan kembali sehat seperti sebelumnya,
" tante sangat berharap itu akan menjadi kenyataan nak ucap Yulia dengan isak tangisan.
perawat yang keluar dari ruangan Agam dengan berjalan terburu buru untuk menemui dokter. namun di sela oleh orang tua Agam,
" Sus ada apa dengan anak saya.???
"maaf Pak.... hanya kata itu yang di ucapkan oleh perawat itu dengan terus berlalu
meningalkan orang orang yang sudah semalaman menunggu di sana. tak berapa lama perawat yang tadi kembali dengan seorang dokter mereka setengah berlari kecil untuk mempercepat langkahnya.
"ibu silahkan tunggu di sini, saya akan memeriksa kondisi anak ibu dulu ucap dokter itu dengan suara tegasnya..
di luar ruangan Agam di rawat, beberapa orang di sana tak dapat lagi duduk dengan tenang, mereka kalut dengan pertanyaan dan pemikiran mereka masing masing. tak berapa lama seorang perawat wanita keluar, dan meminta orang tua pasien untuk menemui pasien.
dengan terburu Buru mereka mendekat ke ruangan dan segera masuk, namun terlebih dulu perawat meminta mereka memakai pakaian steril terlebih dulu.
"Agam.... dengan berderai air mata Yulia memanggil anaknya, namun tiba tiba ia tersentak saat Agam menjawabnya.
__ADS_1
"mah pah, maafin Agam. suaranya sangat lirih
membuat orang tuanya tak dapat membendung lagi air matanya melihat tubuh anaknya di penuhi dengan selang selang menempel di tubuh tak bertenaga itu. sang mama dengan segera menciumi wajah anaknya,
" sayang segeralah pulih hati mamah sangat sakit melihatmu tak berdaya seperti ini, Agam mengumpulkan tenaganya, di raihnya tangan sang mama,
"mah, pah, berjanjilah sama Agam, apapun yang akan terjadi sama Agam, mungkin ini sudah menjadi sebuah kehendaknya, kita tidak bisa melawan saat Allah sudah menginginkan kita untuk berada di sisi-Nya.
"ma tolong jaga anak Agam yang masih dalam kandungan citra, kelak dialah yang akan menjaga mamah dan papah.
mendengar ucapan anaknya Yulia tak dapat lagi menahan dirinya.
"apa kamu sudah tidak sayang dengan namamu ini haaah? apa sebegitu inginnya kamu meninggalkan mamah?
"mama taakan bisa hidup lagi setelah kehilangan kamu. apa kamu mengerti? dengan lelehan air mata Yulia memarahi anaknya.
"kamu pasti akan pulih nak. papah akan melakukan perawatan terbaik untuk kamu sayang. kita akan ke Singapore untuk mendapatkan pasilitas kesehatan yang lebih canggih
"anak papah harus sehat kembali apapun anak papah lakukan sayang asalkan kau sembuh.
"mah pah, tolong orang rumah suruh ambil amplop coklat yang ada di kamar Agam, satu lagi, Agam minta tolong panggilkan Daffa.
__ADS_1
"maaf Pak bu. pasien harus istirahat karena kondisinya yang belum stabil. dokter menggiring orang tua Agam untuk meninggalkan ruangan.