
Dalam perjalanan menempuh waktu sekitar setengah jam, dan itu terasa sangat lama untuk Ani, "bejo cepat apa kamu sudah tidak bisa menyetir kenapa sangat lama sampai di rumah sakit, citra sangat menderita apa kamu tidak bisa melihatnya.
Celotehan dan kata kata kekesalan Ani justru membuat bejo semakin sulit berkonsentrasi dalam perjalanan,
Akhirnya Ani tiba di rumah sakit, ia dengan cepat keluar dari mobil, karena rumah sakit itu di bangun oleh suaminya Ani datang langsung berteriak dan memerintah sesukanya.
"Cepat siapkan brankar untuk anakku,
"Ba,, ba,aik bu ucap seorang petugas keamanan, ia mencoba menghubungi bagian UGD dengan alat yang di pegangnya,
apa yang di lakukannya justru membuat Ani semakin geram,
"Apa kamu tidak bisa bekerja, kamu sangat lambat begini caramu menyelamatkan nyawa seseorang, dasar bodoh", Ani berlari menuju pintu UGD, di mana dua orang perawat sedang membawa brankar,, siapa sangka ternyata bejo lebih dulu berlari membawa tubuh citra, membuat Ani semakin kesal. tapi kekesalannya tidak berlangsung lama karena dirinya harus bergegas menuju ruangan UGD,
Saat hendak masuk ke dalam Ani di halangi orang seorang perawat, "maaf ibu bisa tunggu di luar kami akan menangani pasien saat ini".
"Aku ini Bunda nya bukan orang lain, aku akan menemaninya di dalam cuap Ani memaksa,
"maaf Bu saya mohon bekerja samalah biar dokter yang memeriksa pasien terlebih dulu.
akhirnya Ani mengalah dan memilih duduk di depan ruangan UGD bersama bejo.
Saat sedang duduk menunggu dokter yang memeriksa citra, Ani melihat Daffa berlari menuju ke arahnya,
__ADS_1
"Bunda,, bun di mana citra??ucap Daffa dengan nafas terengah-engah,
dia sedang di tangani dokter nak,
Tanpa berbicara apapun Daffa memutuskan untuk mengecek sendiri keadaan citra,, betapa terkejutnya Daffa mendapati citra tergeletak tak sadarkan diri dan hanya di pasangkan selang infus di tangannya,, Daffa berjalan menuju ruangan dokter UGD,,
"Brukkk,, sebuah pukulan keras mengenai wajah sang dokter jaga,, samapai membuatnya mengaduh kesakitan,
dengan amarah yang sudah memuncak Daffa menarik kerah snelli dokter tersebut,
"apa kau akan membiarkan istriku mati kesakitan hah,
"Bajingan seperimu kenapa bisa di pekerjaan di sini,
brukkk "cepat periksa istriku dan pastikan bayi dan ibunya akan selamat," ucap Daffa dengan mendorong kasar dokter tersebut,
"Dokter Daffa, pasien sudah akan melahirkan sekarang sudah memasuki pembukaan sepuluh, tapi, mengingat kondisinya sangat lemah dan tekanan darah terlalu tinggi kita tidak bisa melakukan tindakan operasi cesar sekarang, kita harus menunggu setidaknya sampai tekanan darah pasien stabil.
"bagaimana dengan bayinya?
"air ketubannya sudah pecah kita harus cepat melakukan operasi cesar untuk menyelamatkan bayinya," ucap sang dokter menjelaskan, membuat Daffa seperti tersengat aliran listrik ribuan volt,, pikirannya kacau tidak dapat berpikir dengan baik perasaan kalut dan bingung membaur jadi satu.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang ucapnya lirih dengan memandang sendu wajah citra yang seakan sedang tertidur pulas dan tidak merasakan sakit apapun, tapi kenyataan nya justru sebaliknya saat ini citra sedang menahan sakit dalam tubuhnya yang amat menyakitkan sampai membuatnya hilang kesadaran.
__ADS_1
"bagaimana jika aku harus memilih menyelamatkan citra lalu citra akan menyalahkan ku karena kehilangan bayinya,
bagaimana mungkin Daffa akan menyelamatkan bayinya dan membiarkan citra dalam bahaya. Daffa merasa seperti tidak berdaya saat ini, pilihannya sangat sulit,,
"Aku ingin menyelamatkan keduanya apa yang bisa kamu lakukan, agar keduanya selamat, pinta Daffa pada sang dokter,
"kamu seorang dokter, kamu paham pasti saat ini kita tidak dapat berbuat banyak, kami melakukan sesuai prosedur yang berlaku di rumah sakit, kami akan memastikan kondisi ibunya baik baik saja saat ini, setelah kondisi ibunya stabil kita akn melakukan tindakan selanjutnya,,
"berdoalah semoga bayi mu baik baik saja. dokter itu lalu pergi meninggalkan Daffa, dan meminta perawat untuk memindahkan citra ke dalam ruangan perawatan pasien..
Daffa berjalan keluar ruangan UGD,
"nak gimana keadaan citra, bunda sangat kalut sampai tidak bisa berpikir dengan baik,, Daffa berjalan menuju sebuah bangku, diikuti oleh Ani.
"Apa yang harus Daffa lakukan sekarang bund, Daffa tidak bisa membiarkan citra kehilangan bayinya, Daffa yakin jika daffa memilih menyelamatkan citra terlebih dulu, saat ini dan sesuatu terjadi pada bayinya citra tidak akan pernah memaafkan Daffa bun.
"Tapi Daffa tidak bisa mengabaikan keselamatan citra, Daffa takut bunda daffa takut kehilangan citra." Tanpa terasa Daffa meneteskan air matanya, dan baru pertama kalinya Ani melihat putranya terlihat sangat sedih.
" Kamu harus kuat daffa, bunda yakin citra akan mengerti apa yang kamu lakukan saat ini untuk kebaikannya nak.
"Apa dia akan memaafkan ku jika dia sampai kehilangan bayinya, mungkin saja dia akan meninggalkan ku begitu saja, dia aku nikahi karena bayi itu bayi itulah alasan kami bersama dan saling memiliki. aku tidak akan sanggup jika citra akan membenciku suatu saat nanti karena aku tidak berhasil menyelamatkan bayinya,
"Bunda lakukan sesuatu, aku menginginkan keduanya selamat. aku mohon bunda tolong Daffa,," Ani tak kuasa menahan kesedihan menyaksikan putranya terduduk menangisi keadaannya saat ini,
__ADS_1
"Kamu harus percaya Allah akan menyelamatkan keduanya sayang, percayalah, citra pasti akan baik baik saja dan juga bayinya.
" tapi Daffa sangat takut bun aat ini merekalah masadepan Daffa. Daffa tidak ingin kehilangan mereka. atau salah satu dari mereka.