
sebelum berangkat ke kampus, citra memutuskan untuk melewati rumah tante Yolla. saat melewati rumah tersebut citra melihat sebuah mobil hitam masuk ke pekarangan rumah tersebut.
segera citra mematikan mesin sepeda motor nya,
setelah menekan belum di depan pagar rumah. keluarlah seorang laki laki dari dalam rumah.
"cari siapa mba,
ucap laki laki itu pada citra.
sedikit gugup citra pun mengatakan tujuannya
"sa.. saya cari tante yola pak.apa ada di dalam.
"oh maaf mba, saya supirnya bu Yolla, tapi saat ini bu Yolla sedang tidak ada di rumah mba.
" kalo boleh saya tau tante Yolla pergi kemana pak?
"itu mba.. bu Yolla pergi untuk menghindari pemakaman keluarganya.
"oh ya pak, kalo boleh saya tau juga siapanya tante Yolla yang meninggal?.
"ponakannya bu Yolla mba. kasihan mana masih muda,
__ADS_1
"maksudnya keponakan tante Yolla itu belum sempat melanjutkan pertanyannya
"mas Agam keponakan nya bu Yolla yang meninggal karena sakit jantung. mendengar pernyataan dari supir pribadi tente Yolla. citra tak sadarkan diri...
"A'agam... Aa... suara citra lirih,
rasanya kepalanya sangat pusing dan tubuhnya lemas. citra membuka mata sedikit demi sedikit. sampai ia menangkap sosok wanita sedang duduk di sampingnya.
"Ibu. Ibu kenapa citra bisa ada di sini.
"tadi kamu pingsan terus bapak ini membawa kamu ke rumah sakit dan menghubungi ibu.
"Ibuuuu citra terbangun dengan segera memeluk ibunya,
" iya sayang kamu yang sabar ya nak.
"ini sudah takdir Allah nak. tak tahan melihat kesedihan yang di rasakan anaknya, ibunya pun menagis.
"Bu citra mau lihat A'agam Bu.
" iya nak tapi kamu masih lemah sekarang. kata bapak yang mengantar kamu tadi, kalo nak Agam sudah di kebumikan pagi tadi sayang.
"besok ibu temani kamu ke makamnya Agam ya sayang.
__ADS_1
citra tak dapat berkata-kata lagi, ia cuma bisa menagis. meratapi kehidupannya yang hancur. ia merasa semua orang yang ia sayangi orang yang bisa melindungi tubuh kecilnya dan membelanya satu persatu meninggalkannya. ia merasa sendiri seolah dunia gelap untuk kehidupannya.
Apa aku masih bisa melanjutkan hidup setelah semua yang terjadi pada kehidupanku sekarang.
saat malam tiba, " ibu mau pergi shalat dulu nak. kamu istirahat dulu ya.
"iya bu.
Ya Allah, kenapa engkau memberikan cobaan yang begitu besar ke keluarga ku.ya Allah berikanlah hamba kekuatan untuk membawa beban berat ini. hamba baru saja kehilangan suami hamba, dan sekarang engkau menitipkan janin pada putri hamba dan engkau mengambil ayah dari janin yang belum lahir itu.
ya Allah bagaimana kehidupan putriku nanti, ia belum menikah tapi akan melahirkan seorang bayi. ya Allah berikan kekuatan pada anakku berikan jalan untuk masalahnya ya Allah.
ya Allah ampuni dosaku yang sudah lalai menjaga putriku, dengan derai airmata ibu memanjatkan doa di usai shalatnya..
setelah datang ke rumah sakit dan di beritahukan oleh dokter bahwa citra sedang hamil, kondisinya sangat lemah, kandungannya juga akan bermasalah jika citra terus merasakan tidak aman dan stress. perasaan seorang ibu sangat hancur mengetahui kehamilan putrinya, anak yang di besarkan dengan penuh kasih sayang, membuatnya murka dengan mencoreng nama baik keluarga, membarikan aib di kehidupan nya. di tambah lagi lelaki yang menghamili anaknya baru saja meninggal,
ia tak tau lagi harus berbuat apa, hatinya hancur dan anak yang sedari kecil ia didik dengan baik, sekarang malah menghancurkan hati ibunya membuat malu keluarganya, membuat dosa untuk orang tuanya.
"apa yang harus di lakukan oleh ibu citra, apa ibu harus mengambil kehidupan anak dalam kandungannmu.
" Ibu akan lebih berdosa jika membunuh janin yang tak bersalah itu. tapi bagaimana ibu akan menyaksikan kehidupan mu kamu akan melahirkan bayi tanpa ayah. apa yang orang lain akan katakan pada mu nanti...
dengan berat hati, akhirnya ibu memutuskan untuk mempertahankan cucunya yang masih dalam kandungan, dan tidak perduli apa kata orang nanti. ia akan membesarkan nya bersama citra. walaupun citra tak bersuami
__ADS_1