Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 41 Rumah Agam


__ADS_3

"Citra kamu mau pergi kemana? Daffa meneriaki Citra yang sudah di ambang pintu.


"Maaf Mas tapi aku benar-benar harus pergi.


" Iya tapi kemana, ini sudah malam, kalo kamu memaksa ingin pergi biar aku antar.


"Tunggu di sini, aku ambil jaket dulu di kamar. Citra menurut saja, kakinya melangkah menuju sofa, di dudukan tubuhnya di atas sofa sambil menunggu Daffa bersiap.


"Ayo, aku akan mengantarmu.


Di dalam mobil saat Daffa sudah menyalakan mesin mobilnya, dia bertanya kemana tujuan citra. Dan citra memberitahukan tujuannya.


"Apa? untuk apa kamu menemui mereka, Mereka tidak ada yang menginginkan kamu di sana. lebih baik kita tidak usah pergi.


"Mas aku mohon, aku cuma tidak mau kesalah pahaman ini berlanjut. Aku harus menemui tante Yulia.


" aku tidak ingin mereka membenci anakku untuk selamanya. Bagaimana juga aku mengandung cucu mereka. aku mohon mas, suara Citra melemas dia benar benar memohon pada suaminya dia menyatukan kedua tangannya dan menundukkan wajah. ia berharap Daffa akan memenuhi keinginannya.


"Aku mohon mas. kali ini saja biarkan aku


"Citra, bukan aku tidak ingin mengantar kamu ke rumah itu. Dengar aku takut aku tidak bisa melindungimu jika mereka berbuat hal yang akan membahayakan kalian.


"kalo sampai terjadi sesuatu pada kalian aku orang yang pertama akan merasa menyesal, karena tidak bisa amanah untuk menjaga kalian.


"Mas, aku tau tante Yulia memang sedikit keras nada bicaranya, tapi A'Agam selalu bilang kalo ibunya adalah wanita yang lembut dan penyayang. Jadi dia tidak akan melakukan apa yang kamu fikiran.

__ADS_1


"emmmm baiklah. Daffa memajukan mobilnya membelah kota menuju rumah sahabatnya.


Di dalam mobil, Citra lebih sering membuang pandangannya ke arah jendela di sampingnya. entah apa yang dia pikirkan.


sedangkan Daffa sesekali memperhatikan Wajah Cantik yang terlihat cemas itu. membuatnya tidak nyaman dan menanyakan apa yang sedang di pikirkan olehnya, citra menutup nutupinya.


Mobil Daffa sudah terparkir di halaman rumah yang luas. Citra yang sudah tidak sabar segera turun dan meninggalkan Daffa yang masih di dalam mobil.


Tombol bell di tekan oleh citra. tak lama seorang pelayan membukakan pintu.


"Selamat malam nona, Ada yang bisa saya bantu?


"Saya ingin bertemu dengan tante Yulia, apa ada di rumah?


"nyonya ada di rumah, maaf ini dengan siapa?


"baik non Citra tunggu dulu di ruang tamu, mari saya antar, tak lama Daffa ikut masuk.


Loh ada tuan Daffa juga. Daffa memberikan senyum pada pelayanan yang memang ia kenal itu.


"silahkan duduk dulu tuan nona, anda mau minum apa.


"tidak usah repot bi air putih saja untuk kita. baik tuan.


Pelayan itu pergi untuk memanggil nyonya rumah nya. dan memberitahukan tamu yang datang.

__ADS_1


Yulia yang saat itu sedang duduk membaca di atas ranjang nya, mendengar apa yang di sampaikan pelayannya, raut wajah murka tampak di wajah cantiknya.


"Untuk apa lagi dia ke mari, bukankah semua yang di inginkan sudah di dapatkan. sudah mengambil harta anak saya, juga mengambil nyawa anak saya. berani sekali dia datang. Yulia tersenyum licik


"Apa yang membawamu ke sini? saat menuruni tangga, suara Yulia memecah keheningan di rumah itu. Citra segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke arah Yulia.


"Ini, citra memberikan amplop coklat itu pada Yulia. Saya datang untuk mengembalikan apa yang seharusnya tidak untuk saya. maaf mengganggu waktu tante.


"saya pamit, permisi. Citra hendak berlalu nemunya tangannya di tahan oleh Yulia.


"Apa ini? ucap Yulia dengan wajah tidak percaya Citra mengembalikan semua aset milik anaknya.


"Maaf sebelumnya tante, saya tidak tau menahu soal semua aset di dalam amplop itu. Mas Daffa baru memberitahukan saya hari ini.


tante tenang saja, saya tidak mengambil apapun dari yang Agam berikan.


" saya ke sini hanya untuk mengembalikan itu saja, saya permisi.


"silahkan tuan nona minumnya. pelayan yang baru saja tiba membawakan dua gelas jus jeruk.


"Maaf bi merepotkan, tapi kita sudah mau pulang, terimakasih. Citra segera berlalu meninggalkan ruangan itu dan di susul oleh Daffa,


"Tunggu Daffa.


"Ada apa tante?

__ADS_1


"Apa kamu mengenal wanita sombong itu?


"Iya tante, karena sekarang dia adalah istri saya, bagaimana bisa saya tidak mengenalnya. saya permisi tante asalamualaikum. Daffa segera pergi dari rumah megah itu


__ADS_2