Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 42 di anggap sahabat bukan pasangan


__ADS_3

"Istri??? apa barusan dia menyebutkan kalo wanita murahan itu istrinya. Apa bagusnya wanita itu,


" Apa Daffa tidak melihat Andini jauh lebih cantik dari pada ****** itu. Yulia terus mengumpatkan hal buruk untuk Citra,


Setelah keluar dari rumah Agam, Daffa membawa mobilnya ke sebuah cafe dengan nuansa Clasic.


"Mas Daffa kenapa kita ke sini? Citra terlihat bingung dengan tujuan suaminya membawanya ke sebuah cafe bukannya pulang ke apartemen.


"Ini adalah kafe favoritku, Di sini juga menjual es krim yang sangat enak, apa kamu tidak tertarik mencobanya?


"Oh ya,??? aku mau mencobanya, sepertinya enak makan es krim, aku juga udah lama ga makan es krim. setelah selama dalam perjalanan Citra terus saja menitihkan air matanya, sekarang menunjukkan mata yang berbinar membayangkan es krim di dalam cup yang nikmat.


Merekapun segera turun, dan masuk ke dalam cafe, suasananya sungguh nyaman dan hangat, dekorasi yang menunjukkan bangunan clasic, membuat nyaman berlama lama di sana.


Setelah mendapat meja, Daffa memesan satu cup espresso untuknya dan milkshake Vanilla untuk Citra, tak lupa memesan es krim rasa vanilla untuk Citra.

__ADS_1


Setelah menunggu, pesanan mereka datang juga. Citra sangat tidak sabar untuk mencicipi es krim yang terlihat sangat menggoda dengan toping lelehan coklat dan taburan coklat serut.


"Hemmm ini bener bener enak Mas, lembut dan rasa manisnya pas, komentar Citra setelah menyuapkan es krim ke dalam mulutnya. Daffa hanya tersenyum melihat Citra yang menyuap es krimnya dengan lahap. sampai tak sadar membuat belepotan di bibirnya. Reflek Daffa membersihkan dengan tisu,


"Pelan pelan saja, jangan terburu buru makannya, tidak ada yang akan meminta es krimnya. nanti kalo kamu kurang Bisa pesan lagi.


Hehehe Citra yang malu karena terlihat rakus memakan es miliknya, hanya tertawa kecil, untuk meredam kecanggungan karena baru pertama kali setelah menikah Daffa memberi perhatian.


"Citra,,,


"ya mas, ada apa,


uhuk uhuk uhuk mendengar pertanyaan Daffa, Citra jadi tersedak. pasalnya usia kandungannya sudah memasuki bulan ke tiga tapi ia tak pernah datang ke dokter untuk memeriksakan kondisi janinnya.


"Aku kan sudah bilang, pelan pelan saat makan. Daffa mengusap punggung Citra.

__ADS_1


" iya aku akan pelan pelan memakannya.


"sejak pertama aku mengecekkan kehamilanku, aku belum pernah datang untuk kontrol atau konsultasi dengan dokter mas. ucap Citra pelan.


"Yaudah, nanti Aku carikan dokter kandungan yang bagus di rumah sakit Agar bisa memeriksa kahamilanmu dengan baik.


"Terimakasih mas, maaf aku banyak merepotkan Mas Daffa. ..


"Aku tidak merasa repot, bukankah ini sudah kewajibanku untuk memastikan kalian baik baik saja.


"Jangan sungkan Citra, kamu bisa menganggapku sebagai sahabatmu kalo kamu mau.


"Iya mas. Sekali lagi terimakasih, aku tidak tau harus berbuat apa untuk membalas budi kepada mas Daffa.


"tidak perlu, kamu hanya cukup menjaga diri kamu juga bayimu. itu sudah Cukup untukku.

__ADS_1


Apa dia ini malaikat? tapi di mana sayapnya. kenapa ada manusia begitu sempurna seperti mas Daffa, bukan hanya baik dan tampan, dia juga penuh tanggung jawab. gumam citra dalam hati.


Beberapa hari berlalu. Hubungan mereka semakin baik. layaknya pasangan romantis di hadapan orang, namun perasaan mereka layaknya seperti sahabat atau saudara dekat. Daffa tidak pernah tidur satu kamar dengan citra. pemikirannya ia Hanya akan menjadi sahabat untuk Citra. bukan suami.


__ADS_2