
Setelah solat subuh, Citra di temani Daffa berjalan santai mengelilingi komplek rumahnya. karena menurut dokter kandungan yang menanganinya, Citra harus lebih banyak beraktivitas kecil yang bisa membantu memperlancar proses kelahirannya.
baru berjalan sekitar setengah jam, Citra sudah kelelahan.
"Mas Daffa istirahat sebentar ya.
"Baru sebentar kamu sudah nyerah. kamu tunggu di sini mas pulang sebentar ambil mobil.
"mobil untuk apa mas, aku masih bisa kalo untuk berjalan pulang.
"heheee Daffa terkekeh mendengar jawaban Citra.
" bukan di daerah sekitar sini ada yang jual menu sarapan yang enak. aku mau ajak kamu makan di sana. kamu tunggu ya aku ga akan lama ko. Daffa meninggalkan Citra seorang diri tak jauh dari taman komplek.
Daffa sudah tak nampak lagi dari pandangan Citra. Citra mendengar suara tangisan anak kecil tak jauh dari tempat dirinya duduk. suara nya dari arah jalan menuju taman. Citra melangkahkan kakinya mencari sumber suara tersebut. terlihat seorang gadis kecil yang menangis karena lututnya terluka. mungkin dia terjauh dan membuat lututnya terluka.
"Anak manis kenapa menangis?
"huhuhuhuhuhu suara anak kecil itu menangis dengan tangan menutupi wajahnya.
"cup cup cup. kaki nya sakit ya. biar tante bantu cari ibu kamu ya. kamu jangan menangis lagi.
" huhuhuhuhuhu kaki aku sakit tante.
__ADS_1
" iya sayang, sini tante tiup biar cepet sembuh lukanya. dengan sangat hati hati Citra meniup dan membersihkan luka gadis kecil yang tak lain adalah Marisa. dengan air mineral yang di bawa Citra.
setelah Marisa cukup tenang di pelukan Citra, Citra menanyakan beberapa hal.
"nama kamu siapa cantik?
" aku Marisa tante. Kalo nama tante
"citra, kamu bisa panggil aku tante Citra. oh ya ibu dan ayah kamu dimana kenapa kamu sendrian di sini?
" tadi bunda. belum selesai Marisa menjelaskan tiba tiba seorang wanita cantik, yang membalut wajahnya dengan jilbab besarnya datang mencari anaknya.
" sayang kamu kenapa ga tungguin Bunda sih. kan bunda sudah bilang tunggu di taman. jangan kemana mana.
"Makasih ya mba. udah nolongin Marisa maaf jadi merepotkan. iya mba sama sekali tidak merepotkan.
" oh ya nama mba siapa, saya Aisyah.
"saya Citra mba. yaudah saya pamit ya mba takut suami saya sudah menunggu.
" iya mba Citra sekali lagi terimakasih. Citra mengembangkan senyuman dan berlalu untuk menuju tempat tadi ia menunggu suaminya.
setibanya di tempat itu. Daffa sendang berdiri dengan tangan yang satu menggenggam ponsel di telinganya dan satu tangan berdecak pinggang.
__ADS_1
"Mas, suara Citra mengalihkan perhatian Daffa padanya.
"dari mana saja kamu. apa kamu tau aku sangat khawatir karena kamu tidak ada di tempat ini saat aku datang. apa kamu baik baik saja?
"Maafkan aku Citra, seharusnya aku tidak meninggalkan kamu sendrian di sini. Daffa menarik Citra ke pelukannya. sesaat ia melepaskan pelukan itu, di seutuhnya wajah Citra dan di pandangi setiap jengkal tubuh wanita yang sudah di nikahnya itu.
"mas kamu berlebihan deh.
"aku baik baik aja.
"tadi pas mas pergi, aku dengar suara anak kecil menangis, jadi pas aku cari ternyata ada anak kecil yang terjatuh dan kakinya terluka di taman dekat sini.
"maaf ya aku jadi buat mas khawatir. Citra mengatupkan kedua tangannya. meminta maaf dengan sangat tulus.
"Ayo kita pergi sekarang. Hari ini aku harus bekerja. aku janji akan menghubungi Devi, agar dia mau menemanimu hari ini.
"makasih mass.
jujur mas aku ingin tau sebesar apa rasa cintamu untuk wanita itu, apakah selama ini hanya ada dia di hatimu gumam Citra dalam hatinya.
"Maaf ya belum bisa up banyak. author sibuk kalo weekend 😔" 🙏
Happy weekend readers 🥳🤗
__ADS_1