Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 5 ingin menikahi Citra


__ADS_3

*Oooh... (Kumau dia)


Kuharap semua ini bukan sekedar harapan


Dan juga harapan ini bukan sekedar khayalan


Biarkan 'ku menjaganya sampai berkerut


Dan putih rambutnya jadi saksi cintaku padanya


Tak main-main hatiku


Apapun rintangannya kuingin bersama dia


Kumau dia, tak mau yang lain


Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku


Kumau dia, walau banyak perbedaan


Kuingin dia bahagia hanyalah denganku


Biarkan ku menjaganya sampai berkerut


Dan putih rambutnya jadi saksi cintaku padanya


Tak main-main hatiku


Apa pun rintangannya kuingin bersama dia


Kumau dia, tak mau yang lain


Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku


Kumau dia, walau banyak perbedaan


Kuingin dia bahagia hanyalah denganku


Bukan ku memaksa, oh, Tuhan


Tapi kucinta dia (Yang kucinta hanya dia)


Kumau dia (Yang kumau hanya dia)


Kumau dia

__ADS_1


Dan hanyalah dia


Aku mau dia, tak mau yang lain


Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku


Kumau dia, walau banyak perbedaan


Kuingin dia bahagia hanyalah denganku


Bukan ku memaksa, oh, Tuhan


Tapi kucinta dia (Kucinta dirinya)


Kumau dia (Kumau dirinya)


Hanyalah dia, Tuhan


Kucinta dia*


**agam menunggu citra sampai jam sepuluh malam, saat citra keluar kafe.


Agam segera menghampiri,


"haii ada apa?


"boleh berkenan,


saya Agam ucapnya datar, seraya memperkenalkan diri.


" oh, saya Citra


"apa kamu masih ingat dengan saya?


Agam memulai percakapannya.


Citra yang ceroboh dan cuek. mana mungkin dia mengingat pria yang di hadapannya.


" maaf tapi saya lupa, kapan kita pernah bertemu?


astaga, ini cewe emang bener bener harus gua takhlukin, sumpah buat gue penasaran sama ini cwek decit nya dlm hati.


"oya kamu pulang kemana biar saya antar.


Agam mencari cari kesempatan.

__ADS_1


"aku pulang ke perumahan xxxx nama perumahan di kota tersebut, tapi maaf sepertinya saya tidak bisa menerima tawaran tuan.


" saya permisi tuan.


Citra berlalu meninggalkan Agam. sampainya di depan sepeda motor kesayangan nya yang setia membawanya kemanapun empunya mau.


"ahh sial, Citra mengumpat di dalam hati nya. ternyata ban motornya kempes. citra memasang wajah cemas dan bingung, bagaimana ia akan pulang. Tiba-tiba


"ada apa??


" ehh ini ban motor saya ternyata kempes.


"berarti memang kamu di takdirkan dengan saya.


"maksudnya tuan apa?


"ah tidak, ayo saya akan mengantarkanmu pulang.


akhirnya Citra mau di antar pulang oleh Agam. dari situlah mereka menjadi semakin dekat sampai suatu saat Agam mengutarakan isi hatinya, dan di sambut baik oleh Citra*.


flashback end*


Citra memang pandai bergaul. ia dengan cepat sudah akrab dengan keponakan Agam yaitu syifa, Syahril, dan syahrul.


syifa baru kelas tiga sekolah dasar. bertemu dengan citra yang perhatian dan lembut mebuat syifa nyaman dan menyukai sosok Citra.


Tiba-tiba Agam menghampiri Citra,


"anggaplah sayang, kita sedang belajar untuk menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita kelak. mendengar ucapan Agam, Citra terkekeh dan menimpali ucapan Agam.


" kuliahku pun belum tamat, kamu sudah membicarakan yang bukan bukan.


"loh, apa salahnya menikah di waktu masih kuliah,


aku sudah mampu menafkahi kamu sayang.


"aku tau kamu sudah memiliki penghasilan yang besar, tapi aku masih ingin kuliah dan nanti bekerja,


" adik ku masih butuh biaya banyak untuk masa depan nya,


"sedangkan Ayah, ibu, mereka sudah tua. aku tak ingin melihat mereka bersusah seperti sekarang di hari tua nya.


"Baiklah, aku akan menunggumu samapai kamu wisuda lalu kita menikah, setelah menikah kamu masih bisa bekerja untuk membatu orang tua kamu okey. kamu puass??


" aku setuju.

__ADS_1


__ADS_2