
Daffa mengusap kasar wajahnya di bawah guyuran air yang mengalir dari shower kamar mandinya. terasa perih punggungnya, Daffa mengusap bagian yang terasa perih itu.
"kenapa bisa lecet, Daffa mendekati cermin yang berada di kamar mandi. di lihat punggungnya terdapat luka cakar bekas beberapa kuku di sana.
Argghhh......
brukkk Daffa memukul dinding kamar mandinya dengan sangat keras.
"kenapa aku bisa tidak ingat apa yang terjadi semalam. kenapa aku bisa sangat ceroboh seperti ini.
Daffa kembali mengingat kejadian tadi pagi saat dirinya terbangun dari tidur.
Matanya menyapu ke setiap sudut ruangan itu. bukankah ini kamar Andini, kenapa aku bisa ada di sini, kenapa aku terbangun di kamar ini. saat Daffa akan bangun dari tidurnya terasa ada tangan yang memeluknya
Daffa sangat terkejut melihat Andini sedang tertidur pulas sambil memeluk tubuhnya, pandangan matanya tertuju pada banyaknya kissmark di leher dan sebagian dada Andini. Daffa menarik sedikit selimut yang menutupi tubuhnya, lagi lagi Daffa di buat terkejut karena saat ini tubuhnya tidak tertutup sehelai benang pun selain selimut tebal yang membalut tubuhnya. begitu juga dengan Andini.
"Andini apa ini????? Daffa berteriak sampai suaranya membangunkan Andini.
__ADS_1
Saat Andini terbangun, justru Andini berteriak dengan histeris meminta tolong.
"tolong tolong... siapapun tolong Andin. mamah tolong Andin mah. Daffa menutup mulut Andini dengan tangannya.
"Andini apa yang kamu lakukan. kamu akan membuat semua orang ke sini. Andini tidak menjawab apa yang Daffa katakan. justru menjauh dari Daffa dan menangis.
Tiba-tiba pintu di buka dengan paksa. seseorang mendobrak pintu kamar Andini. sampai semua orang di luar dapat melihat dengan jelas di kamar itu dua orang yang bukan bersetatus suami istri tidak mengenakan pakaian. hanya terbalut oleh selimut.
Andini berteriak memanggil Yulia.
"mamah tolong Andin mah. Andin di perkosa sama kak Daffa. mamah liat dia bahkan memberikan banyak tanda di tubuh Andin mah. Andini terus menangis di pelukan Yulia.
"kalian sedang apa di sana. cepat pegi teriak Yulia karena melihat supir dan pelayan yang membantunya membuka paksa pintu kamar Andini masih di sana. para pelayan dan supir itu segera meninggalkan tempat itu setelah di perintah Yulia. Yulia mengambilkan kimono untuk Andini pakai lalu membawa Andini keluar dari kamarnya agar Daffa bisa berpakaian.
Saat Daffa melangkah menuruni anak tangga. Daffa melihat Andini dan Yulia sedang duduk di sofa. Daffa masih tidak habis pikir dengan apa yang terjadi. karena dia benar benar tidak ingat apapun kejadian semalam.
"Duduklah Daffa pinta Yulia. kemudian Daffa menurut dan duduk di sana.
__ADS_1
"Daffa tante tidak habis pikir dengan apa yang sudah kamu lakukan sama anak tante. tante sudah menganggapmu seperti anak tante sendiri. tapi apa yang kamu lakukan sama Andini anak tante. ini tidak bisa di maafkan. kamu sudah merenggut kesuciannya kamu menghancurkan masa depan Andini Yulia berapi-api
"Tante maafkan Daffa, tapi Daffa benar-benar tidak melakukan apapun yang tante tuduhkan.
"Semua bukti sudah jelas kamu melakukannya. tapi kamu masih mengelaknya. tante tidak habis pikir Daffa, kamu seorang dokter anak, dokter dengan penuh berperasaan. tapi hari ini kamu sudah memperlihatkan seperti apa dirimu.
"kamu seperti binatang yang tidak memiliki perasaan, apa kamu tidak melihat Andini begitu terpukul dengan apa yang kamu lakukan kepadanya. kamu harus bertanggung jawab pungkas Yulia dengan pasti.
"Maaf tante, saya merasa saya tidak pernah melakukan apapun pada Andini. jadi saya tidak bisa bertanggung jawab atas apa yang tidak saya lakukan.
"dan saya juga sudah menikah tante. jadi saya tidak bisa menikahi wanita lain.
"kak Daffa jahat, Andini menagis dan berlari dari sana.
"Kamu sudah keterlaluan Daffa, saya akan menuntut kamu.
"saya tidak takut tante. sekalipun tante menyeret saya ke penjara. Daffa menantangnya
__ADS_1
tanpa pamit Daffa ke luar dari rumah itu. dan pergi meninggalkan rumah besar Andini dengan mobilnya.