Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 78 kantor polisi


__ADS_3

Keesokan harinya, terlihat Andini sedang merias wajahnya di depan cermin. pemandangan yang sudah lama tak terlihat itu membuat Yulia sangat senang melihat putrinya sudah kembali seperti biasanya. tidak lagi mengurung diri di kamar.


"Pagi mah, papah Andini membungkukkan tubuhnya dan memeluk papahnya yang saat itu sedang duduk menikmati sarapan paginya.


" pagi sayang ayo sarapan dulu sebelum beraktivitas ucap hasan saat memperhatikan putrinya sudah siap beraktivitas.


Yulia Mengambilkan nasi goreng kecap kesukaan anaknya. dengan toping telur ceplok. Andini sangat menikmati sarapan paginya. setelah selesai sarapan hasan terlebih dulu berpamitan untuk berangkat. kemudian di susul Andini. saat Andini hendak beranjak Yulia menahannya,


" sayang biar mamah antar kamu ke kampus hari ini ya.


"Mah, Andin bukan anak kecil. biasanya juga Andin berangkat sendiri.


"tapi Andini kemarin kamu.


"mamah kemarin Andini cuma sedikit kecapean aja makanya butuh waktu istirahat bebeberapa hari.


"Sayang tapi mamah bener bener ga bisa melepas kamu berangkat sendiri ke kampus. kamu di anter supir ya hari ini.


"yaudah kalo mama maksa biar mang jono yang mengantarku, Andin berangkat ya mah. cupp Andini mencium pipi mamahnya


Andin memang di antar supirnya sampai ke kampus. tapi setelah supirnya pergi Andini juga pergi dengan menggunakan taxi online yang baru saja di pesannya. tujuannya kali ini yaitu rumah sakit.


Setelah mendengarkan apa yang papahnya katakan semalam. Andini benar benar tidak tidur semalaman ia tidak sabar untuk menunggu pagi.


Andini menemui seorang dokter, setelah berkonsultasi Andini di minta mengisi sebuah fom dan di minta menunggu di sebuah ruangan.


jantungnya berdetak kencang ia sudah tidak sabar menunggu hasilnya.


sekitar satu jam hasilnya keluar. Andini baru saja melakukan visum pada dirinya sendiri. setelah mendapat keterangan visum itu Andini tidak membuang waktu lagi segera menuju kantor polisi tempat Daffa di tahan.


karena sudah mulai siang. Jalan menjadi lebih macet. membutuhkan waktu sekitar dua jam Andini baru sampai di kantor polisi.


"selamat siang bu ada yang bisa saya bantu, ucap seorang berseragam lengkap.

__ADS_1


"pak saya ingin mencabut tuntutan yang mamah saya laporkan waktu itu.


"silhkan ibu ikuti saya, polisi itu mengantar Andini ke sebuah ruangan. dan bertemu dengan bagian penyidikan. Andini mengatakan semua kebenarannya dan memberikan hasil visum dirinya yang menyatakan bahwa Andini masih virgin. setelah mengisi beberapa berkas dan di nyatakan tuntutan di cabut polisi itu mengatakan akan segera membebaskan Daffa.


tapi Andini meminta polisi itu merahasiakan dirinya yang membantu membebaskan Daffa. Andini merasa sudah cukup membuat Daffa membenci dirinyaa. ia juga merasa malu sudah melakukan hal seperti itu untuk menjebak Daffa


Akhirnya Andini memutuskan untuk kembali ke kampus dan bertemu dengan teman temannya di kampus yang bisa menghibur nya saat ini. ketimbang kembali ke rumah.


Daffa merasa tidak percaya, karena di bebaskan begitu saja. dan polisi mengatakan tuntutan atas dirinya sudah di cabut. Daffa merasa senang karena sudah terbebas juga merasa sedikit bingung. dia berpikir bahwa Yulia yang mencabut tuntutannya.


"kenapa dia mencabut tuntutannya. argghhh Daffa mengacak-acak rambutnya. ia kembali teringat permintaan Yulia agar Daffa menikah dengan Andini. jika ingin ibu dari sahabatnya itu mencabut tuntutannya.


"apa jangan jangan Bunda sudah membuat kesepakatan dengan tante Yulia. dengan terburu buru Daffa melangkah ke sebuah meja di sana terdapat sebuah telpon. Daffa meminjam telpon itu dan menghubungi bundanya.


tut tut tut


tidak ada jawaban dari panggilan yang di lakukannya.


. akhirnya Daffa mencoba menghubungi citra, dan tersambung.


"aneh banget nelpon tapi ga ada suaranya gerutu Citra karena tidak mendapat balasan dari pertanyaannya.


Tiba-tiba terdengar suara yang tak asing untuknya.


"Citra ini aku. seketika Citra merasa tidak percaya Daffa yang menelponnya. bagaimana bisa dia sedang di tahan menelponku. gumam Citra dalam hati. pasti aku berkhayal karena merindukannya kata kata itu terucap begitu saja oleh Citra. sampai di dengar oleh Daffa..


"siapa yang kamu rindukan? Daffa bertanya karena sangat penasaran. juga sedikit kesal karena Citra merindukan seseorang. yang sebenarnya dirinyalah yang saat ini di rindukan Citra.


"Mas apa ini beneran kamu.


"iya ini aku Citra, tapi siapa yang kamu rindukan itu?


Citra terlihat bingung. ia malu untuk berterus-terang mengatakan Daffa yang di Citra rindukan. tapi Citra tidak ingin Daffa salah paham akhirnya ia memutuskan untuk berterus-terang pada Daffa.

__ADS_1


"aku merindukanmu mas.


"sungguh ?tanya Daffa untuk memastikan.


" iya mas..


Daffa mulai mengembangkan senyumnya lagi yang tadi sempat menghilang. membuat polisi yang ada di hadapannya sedikit jenga melihat yang daffa lakukan. sampai ahirnya polisi itu menegurnya,


" hei pak kalo ingin bermesraan dengan pacarmu temui dia jangan menambah beban penggunaan telpon kantor. Daffa hanya tersenyum tidak memperdulikan apa yang di katakan polisi itu.


"Kalo kamu merindukanku kenapa kamu belum datang menjemput ku?


" hahhh menjemput?? memang nya mas Daffa sudah bisa keluar tahan sekarang??


"Iya sayang,, aku sudah bebas sekarang.


"Mas daffa sudah bebas mas? ini bukan mimpi kan..


"iya Citra, cepat jemput aku ya. Daffa memutuskan sambungan telpon sepihak. ia ingin Citra segera menjemputnya.


.


.


.


.


.


Maaf ya reader, aku baru sempat up lagi.


jangan lupa tinggalin like kalian ya setelah membaca.

__ADS_1


Thankyou 😘😘😘😘 para reader setiakuh 🤗


__ADS_2