
Daffa memilih penerbangan malam hari bersama kedua orang tuanya. sekitar satu jam di dalam awak pesawat yang membawanya ke kota kembang. Dan di lanjutkan sekitar dua jam, sampai akhirnya mereka tiba di sebuah Hotel berbintang.
Daffa mengantarkan kedua orang tuanya ke kamar hotel yang sebelumnya sudah di pesan terlebih dulu oleh Daffa melalui aplikasi di smartphone miliknya.
Orang tuanya lebih senang menginap di hotel, saat mereka mengunjungi Daffa. karena menurutnya apartemen anknya terlalu sempit, tidak seperti rumah nya yang luas. Entah kenapa meski orang tuanya termasuk orang berada tapi Daffa hidup di perantauan dengan sangat sederhana, di apartemen kecilnya. yang bahkan hanya memiliki satu kamar tidur saja.
setelah mengantarkan orang tuanya, Daffa segera bergegas menuju apartemen tempat tinggalnya. setelah sampai ia segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. ia menghabiskan sekitar tiga puluh menit untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mandi Daffa melaksanakan kewajibannya untuk beribadah.
karena jam di handphone miliknya sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Daffa memutuskan untuk beristirahat. di rebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. pikirannya melayang Apa yang aku lakukan ini sudah benar, Bagimana kalo aku tidak bisa membuat diriku jatuh hati padanya nanti. bahkan sampai saat ini aku masih sering memikirkan tentang Aisyah gumamnya dalam hati.
"Andai wnita itu Aisyah. arrrggghhh aku pasti akan sangat bahagia menantikan hari pernikahanku tiba.
"aku ini mikir apa siii, Daffa segera membuang hal yang di pikirannya.
Citra sedang merapihkan tanaman ibunya yang sudah mulai tak terawat sepeninggalnysepeninggal ayahnya.
Ctttttttttt suara rem mobil yang berhenti di halaman rumah citra. Mobil siapa itu, citra bertanya pada dirinya sendiri. sebab ia tidak mengenai mobil yang parkir di halamannya.
__ADS_1
Turunlah Daffa dari mobilnya bersamaan dengan kedua orang tuanya. Saat mereka semakin mendekat Citra mengutaskan senyum di wajahnya. mereka pun membalas senyuman Citra. setelah sampai di hadapan citra seorang ibu paruh baya itu mengucapkan salam dan segera di jawab oleh citra.
Ani yang melihat citra, ia yakin kalo wanita di hadapan nya adalah anak yang baik, tidak seperti yang di ucapkan Yulia. Ani melemparkan senyuman kepada citra dan memulai kata katanya
"Apakah orang tuamu ada?
"Ada tante ayo silahkan masuk. Citra segera membukakan pintu. dan meminta mereka untuk duduk di ruang tamu.
"sebentar saya panggilkan ibu dulu, Citra bergegas meninggalkanku para tamu yang belum di kenalnya.
Tak berapa lama Fatimah sudah datang, dan menyalami tamunya. dan di susul oleh citra yang sudah membawakan nampan berisi teh manis dan beberapa kue jualan ibunya, untuk menyambut tamu.
"ibu Fatimah, perkenalkan ini orang tua saya, Fatimah mejabat tangan Ani memperkenalkan diri di lanjut dengan Bambang.
Daffa mulai membuka suara.
" tujuan kedatangan saya Jadi sesuai dengan keinginan tempo hari saya datang untuk melamar anak ibu.
"dan karena lamaran saya sudah di Terima, langsung saja kita bicara kapan hari pernikahannya.
__ADS_1
"Alhamdulillah, itulah kata yang pertama di ucapkan Fatimah. ia amat bersyukur di kirimkan malaikat berwujud manusia seperti Daffa.
" Nak kalo Ibu ingin pernikahan di segerakan,
"Saya setuju, Bambang berucap
"Baiklah jika Ibu Fatimah kalo tidak keberatan, kita laksanakan pernikahan nya tiga hari mendatang sahut Ani.
"Tapi bu Ani saya belum mempersiapkan segala sesuatunya. apa waktu tiga hari akan cukup, Fatimah
"InsyaAllah cukup bu Fatimah. nanti saya yang akan bantu mempersiapkan keperluan pernikahan anak kita.
Wajah Citra pias pucat. ia tidak menyangka akan menikah dengan laki laki yang bahkan tidak di kenalnya. pikirannya tentang lelaki yang duduk manis di hadapannya,
Apa laki laki ini sudah gila ingin menikahiku bahkan dia terlihat tampan mana mungkin tidak ada satu wanitapun yang ingin bersanding dengannya, kenapa juga dia memilihku yang jelas saat ini sedang mengandung anak laki laki lain. Apa jangan jangan dia mandul. makanya mau menikahi wanita hamil.
ahhhh terserah lah, terlepas dari apa alasan dia ingin menikahiku, aku hanya harus memikirkan bayiku ini. ia harus lahir dengan selamat dan sehat gumam citra dalam hatinya.
Daffa hanya sesekali mencuri pandang ke wajah cantik calon istrinya, dia memang terlihat cantik meski tanpa make-up sekalipun, gumam Daffa dalam hati, Daffa segera menundukkan pandangannya.
__ADS_1
setelah cukup berbincang bincang konsep perencanaan pernikahan anaknya. mereka memutuskan hanya akan mengundang kerabat dekat saja. tanpa banyak tamu undangan. Ani dan Fatimah sempat bertukar nomor handphone sebelum akhirnya Ani dan Bambang berpamitan pulang dan membawa serta anak semata wayangnya.