Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 96 Menemui Aisyah


__ADS_3

Citra sedang berjalan di bibir pantai, beriringan dengan langkah Daffa di sampingnya.


"Mas, kita ke sana ,,, Citra menunjukkan sebuah resort di pinggir pantai, Daffa tidak bisa mengecewakan Citra dengan tidak menuruti keinginannya, akhirnya Daffa mengiyakan keinginan citra untuk menikmati hidangan di tempat tersebut,


Daffa sengaja memilih meja yang mengarah langsung ke pantai, "kamu mau pesan apa?"


citra sudah membolak balik buku menu yang berada di tangannya. setelah menemukan menu yang di rasa cocok untuknya citra memanggil seorang pelayan untuk mencatat pesanannya.


"Aku mau satu es kelapa hijau, dan satu porsi sate udang dan satu porsi sate cumi. untuk aku cukup itu saja.


" mas mau pesan apa?


" emm aku jus jeruk saja dan satu porsi nasi goreng.


"baik tuan mohon di tunggu sebentar pesanannya."saat pelayan itu akan pergi langkahnya di hentikan oleh suara citra yang memanggilnya "iya nona apa ada yang Anda butuhkan lagi"


"oh iya aku ingin satu porsi ice cream vania, dengan saus coklat,


"baik nona apa ada lagi,??"


"sudah itu saja, terimakasih..


"pemandangan nya sangat indah, aku ingin menghabiskan waktuku lebih lama disini mas.

__ADS_1


"tidak bisa, di sini udaranya dingin, nanti kamu bisa flu jika berlama lama di sini.


"tapi aku sangat menyukai pantai,,,


"kenapa?


"menurutku pantai itu tempat yang sangat romantis, ombak yang menerjang pasir dengan sangat keras, tapi mereka tetap menyatu bahkan memperlihatkan keindahannya,,


"maksudnya? aku tidak mengerti maksudmu", ucap Daffa kebingungan.


"maksudku, keseras apapun badai yang datang jika di lalui bersama akan mendapatkan hasil yang indah," Daffa meraih jemari citra untuk di genggamnya,


"aku tidak akan membiarkan ombak ataupun badai datang menghancurkan kebahagiaanmu,, aku sendiri yang akan memastikan kamu akan selalu aman dan bahagia bersamaku.


sore itu tiba tiba saja cuaca menjadi mendung, yang memaksa Daffa untuk membawa citra pulang lebih cepat," ayo kita pulang sekarang sepertinya akan turun hujan".


Dalam perjalanan, citra dan Daffa sama sekali tidak terlibat perbincangan, di dalam mobil menjadi sangat sunyi hanya terdengar bunyi bunyi khas lalu lintas saja di telinga mereka.


mereka sampai di rumah sekitar jam delapan Malam. terlihat mobil yang di gunakan oleh bambang dan ani sudah lebih dulu tiba di sana.


Citra segera bergegas menuju rumahnya, setelah masuk ke dalam rumah, citra di sambut hangat oleh Ani yang membawakan beberapa perlengkapan bayi untuknya.


"lihat sini sayang, apa kamu menyukainya, bunda sengaja lebih memilih warna warna netral untuk bayimu, karena kita belum mengetahui jenis kelamin bayimu", terpampang di sebuah kamar ani sudah menyiapkan kamar untuk bayinya, bahan citra sendiri tidak mengetahui isi kamar itu, yang ia tau itu adalah kamar tamu, tapi ternyata salah di Sana sudah tersedia ranjang bayi yang cukup besar, kamar tersebut lebih di dominasi warna putih dan biru. Ani baru saja membeli kelambu untuk ranjang bayinya dan beberapa pakaian bayi juga da sebuah stroller di sana,

__ADS_1


"Bunda,,,," suara citra tercekat, ia sangat terharu dengan perhatian yang di berikan oleh ibu mertuanya itu. sampai citra tak dapat berkata kata lagi hanya air mata kebahagiaan dan rasa syukur karena di berikan ibu mertua yang amat menyayanginya. "bunda terimakasih,,,"


" citra tidak tau harus membalas kebaikan dan kasih sayang yang bunda berikan untuk citra dengan cara apa hiks hiks hiks,


"kenapa kamu menangis, kamu tidak perlu melakukan apapun untuk membalas semua ini. kamu hanya perlu memberikan bunda banyak cucu untuk meramaikan rumah ini." Ani memeluk tubuh citra dan mengusap bahu menantunya itu dengan lembut untuk menenangkan citra. "sudah sudah jangan menangis lagi, ayo pergi dan bersihkan dirimu dan istirahatlah jangan terlalu lelah beraktivitas, itu tidak akan baik untuk Kesehatanmu..."


Citra pergi ke kamarnya, saat masuk ke dalam kamar, citra mendengar suara dering ponsel miliki Daffa, karena merasa penasaran citra pergi untuk melihatnya,


betapa terkejutnya citra mendapati pesan itu dari aisyah. jadi selama ini mereka melakukannya secara sembunyi sembunyi di belakangku.


karena merasa takut citra tidak membuka pesan itu, ia hanya membaca kata yang terlihat dari balik layarnya saja. di sana aisyah menuliskan ", Mas Daffa tolong aku, cepatlah kemari,,,,,,,,, kelanjutan pesan itu tidak dapat terlihat oleh citra,


pesan itu membuat citra sangat gelisah, beberapa kali terlihat citra berjalan jalan mengelilingi kamarnya, dan itu di perhatian oleh Daffa, "ada apa citra kenapa kamu terlihat sangat cemas?"


"tidak mas, aku hanya ingin pergi tidur tapi merasa tidak nyaman.,


"kemarilah, aku akan membantumu untuk tidur, Daffa membawa citra ke baringan tempat tidurnya. citra mencoba memejamkan mata, tapi ia sama sekali tidak tertidur,


Daffa yang melihat citra sudah terpejam, ia kembali bangkit dan memeriksa ponselnya, betapa terkejutnya daffa mendapat kiriman pesan dari aisyah, tanpa berpikir panjang, Daffa bergegas pergi menemui Aisyah.


kepergian Daffa ternyata di saksikan oleh citra, dengan jelas citra melihat suaminya oergi menemui wanita lain. di dorong rasa penasaran dengan apa yang akan mereka lakukan citra pergi memesan taxi untuk mengikuti kemana suaminya pergi.


"Apa yang kan kalian lakukan mas, apa aku harus menyaksikan nya dengan mata dan kepalaku sendri kebersamaan kalian.

__ADS_1


__ADS_2