
Terlihat Citra sudah membaringkan tubuhnya di samping Sinta sahabatnya. karena malam itu kedua sahabat menginap di sana.
Saat mencoba memejamkan mata tiba-tiba suara pintu kamar Citra terbuka krekkkk. dengan langkah pasti Daffa memasuki kamar istrinya.
saat melihat Daffa masuk kamar Sinta segera bangkit dari tidurnya dan duduk.
"Baru juga beberapa bulan kalian menikah, tapi sepertinya sudah tidak bisa tidur terpisah. bahkan sahabat istrinya saja tidak di ijinkan menemani istrinya tidur.
"ini memang sangat romantis tapi tolong untuk malam ini saja biarkan aku tidur bersama sahabatku yaaaa ucap Sinta kemudian memeluk tubuh Citra seolah akan di pisahkan dengan sahabatnya.
Perasaan Daffa bercampur antara malu dan kesal karena Sinta menggodanya. membuat Daffa dengan segera keluar dari kamar Citra.
Citra segera meraih kimono tidurnya, dan keluar mengikuti langkah suaminya. di tariknya tangan Daffa untuk menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Mas, malam ini Sinta menginap di sini, karena di sini tidak ada banyak kamar, jadi dia tidur denganku malam ini. kamu gpp kan tidur di kamar chiko bersama dengan putra juga.
"hemm. maaf tadi aku tidak tau kalo di kamar. kata kata Daffa belum selesai terucap semua namun Citra segera menimpali.
"aku yang minta maaf mas. karena tidak meminta izin sama kamu dulu kalo Sinta menginap di kamarku.
"Tidurlah ini sudah larut, aku juga akan pergi ke kamar chiko. sebelum pergi Daffa tiba-tiba menarik Citra ke dalam pelukannya dan mendratkan sebuah ciuman di kening Citra. setelah memastikan Citra masuk ke dalam kamar nya Daffa pergi ke kamar chiko.
Sementara di kamar chiko. Daffa menolak balikkan tubuhnya, untuk mencari posisi tidur yang nyaman. akan tetapi matanya enggan terpejam. karena ia harus berbagai ranjang susun itu dengan putra, semntara chiko tertidur di ranjang atas seorang diri. di lihat putra yang sudah tertidur lelap.
entah kenapa Daffa begitu sulit memejamkan mata. sampai sekitar jam dua dinihari Daffa masih terjaga dari tidurnya.
Daffa memutuskan untuk tidur di sofa ruang tamu. tak butuh waktu lama juga karena memang sudah lelah Daffa tertidur di atas sofa.
__ADS_1
sekitar jam empat pagi. Citra terbangun dari tidurnya, rasanya kemihnya begitu sesak yang mendorongnya untuk segera membuang air seni di dalamnya. Citra membuka pelan pintunya dan melangkahkan kaki menuju kamar mandi. saat kakinya melewati kamar mandi Citra tidak sempat memperhatikan sekeliling sampai Daffa yang tengah tertidur di sofa saja tidak di lihatnya.
saat kembali dari kamar mandi, betapa terkejutnya Citra mendapati Daffa sedang tertidur di atas sofa tanpa selimut. Citra masuk ke dalam kamar dan mengambil selimut yang ia gunakan untuk di Pakaikan pada suaminya. saat Citra membalut tubuh Daffa dengan selimut, Tiba-tiba tangan Daffa menarik tangan Citra. karena Citra tidak seimbang menjaga posisi tubuhnya, membuat Citra jatuh tengkurap di atas tubuh kekar suaminya.
Citra begitu malu dengan apa yang di lakukannya. wajahnya merona menahan malu. tapi tidak dengan Daffa yang sangat panik. karena ulahnya menarik tangan Citra, sampai Citra jatuh ke pelukannya.
" Citra apa kamu tidak papa? apa ada yang sakit, di bagian mananya yang sakit. Daffa memburu Citra dengan pertanyaan beruntun.
"aku gpp kok mas. mas kenapa tidur di sini.
"di kamar sangat panas. aku semalam mencari angin Sampai tertidur di sini Daffa berkelak.
Citra sudah mau masuk waktu subuh. kita bersiap sholat ayo, ajak Daffa.
__ADS_1