Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 68 Andini


__ADS_3

Sudah larut malam, Citra masih mengurung diri di kamar sejak pagi. bahkan Citra tidak mengisi perutnya sama sekali sejak pagi tadi. sebenernya perutnya terasa sangat perih karena tidak masuk makanan, apa lagi dia sedang keadaan hamil, bayinya yang mulai membesar membuatnya membutuhkan asupan makanan lebih banyak.


"Maafkan ibu nak, Citra berkata lirih dengan tangan mengusap perutnya yang mulai membesar. hiks hiks hiks. kenapa rasanya hatiku sangat sakit,


Tangan Citra memukul tempat tidurnya, buk buk buk. Setelah apa yang kamu lakukan tapi kenapa aku tidak bisa membenci kamu. aku justru merasa sangat kesepian karena tidak ada kamu di sini.


"Kenapa rasa cinta justru menyakitkan, kenapa aku mencintai seseorang yang tidak bisa membalas cintaku. ingin rasanya saat ini ada Daffa di sampingnya dan memeluk tubuhnya dengan erat, seperti saat mereka tidur bersama pelukan yang menghangatkan pelukan yang membuat debar debat jantungnya.


"Mas..... kenapa kamu bisa lakukan ini. Aku sangat mencitaimu bahkan aku tidak mampu untuk membencimu hiks hiks hiks.


Karena kelelahan akhirnya Citra tertidur


Di dalam sel tahanan, Daffa masih duduk di atas sajadahnya. rasanya Daffa ingin sekali memaki hidupnya, yang entah kenapa di saat ia mulai mencintai istrinya justru masalah datang menghampiri.


"Ya Allah kenapa, Kenapa engkau memberi aku cobaan sesulit ini. Apa yang harus aku lakukan sekarang. Citra maafkan aku. saat ini pasti kamu sangat terluka. maafkan ketidak berdayaanku. Daffa berkata dengan mata yang mulai memerah, tanpa di saudarinya air matanya mengalir rasanya sangat pedih dan panas hatinya saat ini.

__ADS_1


Sejak siang Daffa ingin menghubungi, beberapa pengacara yang di kenalnya tapi ia tidak hafal salah satupun nomor ponsel pengacara itu. Daffa hanya menghapal nomor ponsel Bundanya dan juga nomor ponsel Citra. keadaan ini memaksanya membuat Daffa tidur di balik jeruji besi yang dingin.


Sampai pagi datang. Daffa tidak terlelap sedikitpun. malam panjangnya di lalui hanya untuk berdoa meminta di berikan jalan menyelesaikan masalahnya pada Tuhan.


sekitar pukul sepuluh pagi. Yulia dan Andini datang membesuknya ke sel tahanan. Yulia tersenyum penuh arti. namun Daffa dengan tegasnya berkata,


" Apa mau kalian datang ke sini?


"Sabarlah Daffa. tante hanya ingin melihat kondisi calon menantu tante. Yulia berkata dengan di iringi senyuman manisnya. Mari buat kesepakatan kamu menikah dengan Andini dan aaku akan mencabut stuntutannya pintar Yulia. Andini juga ikut tersenyum kemenangan. Tapi Daffa justru menolaknya mentah mentah.


"Menikah, kata menikah itu di tekankan oleh Daffa. jangan harap tente.


"saya lebih memilih membusuk di sini dari pada menikah dengan seorang wanita yang licik sepertinya sorot mata Daffa mengarah pada Andini. membuat Andini seketika itu hancur hatinya, usaha yang di lakukannya sia-sia.


"Andin. saya tidak tau apa yang terjadi malam itu karena memang saya tidak sadar dan tidak mengingat apapun, tapi saya yakin kamu tau apa yang sebenarnya terjadi. entah apa yang telah terjadi padamu sampai kamu bisa melakukan tuduhan seperti ini terhadap ku.

__ADS_1


" aku pikir kamu berbeda dengannya ternyata kamu sama saja menjijikkan sepertinya cihhhh Daffa berdecah kesal dan geram dengan akting yang mereka perankan.


Andini tidak sejahat mamahnya. hanya keegoisan rasa ingin memiliki Daffa seutuhnya membuatnya gelap mata dan mengikuti rencana Yulia. mendapat kata kata kasar dari Daffa membuat nyalinya ciut, dan rasa iba juga sedih bercampur menjadi satu. melihat penampilan Daffa yang sangat kaca. Daffa lelaki yang selalu memberinya senyum manis. kini hanya ada kekecewaan yang mendalam membuatnya seperti jijik memandang Andini.


"Apa salahku ka. Aku hanya ingin kamu bisa mencintai aku. seperti aku mencintaimu. aku hanya menginginkan itu tidak lebih.


"tapi kamu menolakku dan menikahi perempuan lain. aku kecewa pada diriku sendiri kenapa tidak bisa membuatmu mencintaiku hiks hiks hiks. dimana salahku kak katakan dimna salahnya.


"Andin mengertilah. kadang hidup berjalan tidak sesuai dengan keinginan. tapi percayalah Allah memberikan yang terbaik di balik keinginan itu. ku mohon Andin jangan seperti ini.


"Tidak kak. hiks hiks hiks aku cuma ingin bersamamu. bagaimanapun caranya. aku tidak perduli. Yulia yang melihat Andini menangisi Daffa segera memintanya kembali pulang ke rumah.


"Daffa kamu dengar saya. saya tidak akan membebaskan kamu, sebelum kamu menyetujui untuk menikah dengan Andini. Yulia segera pergi dari sana dengan langkah pasti.


Terlihat wajah prustasi Daffa. tidak ada senyuman di wajahnya saat ini. hanya rasa kesal bingung, dan perasaan bersalah yang nampak di sana.

__ADS_1



__ADS_2