
"Mas.. Aku gak suka sama cara Tante Yulia, dia membelikan banyak mainan untuk Rizky,, dan kamu tau mas mainan yang dia beli itu harganya lumayan loh.
" Sayang kalo menurut aku itu wajar aja sih. bagaimana juga rizky itu kan cucu nya tante Yulia juga. jadi wajar dia beli banyak mainan untuk cucunya.
" Tapi masss... harga mainan yang dia kasi untuk Rizky itu mahal-mahal. hanya untuk mainan kenapa harus mengeluarkan begitu banyak uang.
"Memangnya kamu tau dari mana harga mainan itu mahal?? heuh.
" Aku sudah mengecek nya mas, di online mobil mobilnya itu harganya sampai lima belas juta.
"Hehehe... ternyata kamu pintar juga ya, bisa sampai sedetail itu cari tahu nya.
" Kok mas malah ketawa,,, nyebelin dehh Citra memanyun kan bibirnya.
"Bilang aja kamu iri kan sama rizky,, karena selama kita menikah mas hampir ga pernah belikan kamu barang barang mahal... maafin mas ya sayang,,
" Mass.. bukan begitu maksud aku.
"Sudah ayo kita harus bersiap untuk hadir di pernikahan Andini.
"Kok mas semangat banget sih untuk hadir di pernikahan wanita itu...
Citra merasa cemburu membayangkan kembali bagaimana kejadian enam tahun lalu, saat Andini melakukan hal gila nya bersama Daffa.
Daffa bisa melihat jelas istrinya sedang merajuk karena cemburu. tapi ia juga tidak bisa berlama-lama untuk sekedar membujuk istrinya saat ini ia harus meminta bantuan Bi Nani untuk membantu menyiapkan kedua anaknya.
"Sayang aku lihat anak anak dulu ya..
Bahkan aku marah pun mas gak peduli.karena sudah sangat ingin bertemu wanita itu. kenapa aku jadi pecemburu gini sihh... gumam Citra.
waktu tempuh sekitar setengah jam untuk tiba di hotel berbintang tempat Andini dan very melangsungkan pernikahannya.
Pernikahannya sudah di langsungkan pagi tadi, dan sekarang adalah acara resepsi nya. nampak dari kejauhan sebuah panggung pelaminan yang megah di gelar di sana. Yulia dan Hasan tak henti melemparkan senyuman pada para tamu undangan.
Begitu juga dengan keluarga dari pihak laki-laki nya, nampak bahagia menyambut pernikahan itu. tapi tidak dengan mempelai wanitanya.
Andini justru terlihat sama sekali tidak menikmati acara pernikahannya.
Begitu melihat kedatangan Citra dan rizky juga hadir. Yulia menyempatkan diri menemuinya, di peluknya rizky dengan sangat erat oleh Yulia. tapi rizky merasa tidak nyaman mendapatkan pelukan itu.
"Sayang... kamu datang nenek kangen banget sama kamu. ucap Yulia setelah melepaskan pelukannya
"Hahhh... nenek??
__ADS_1
rizky merasa bingung dengan keadaan itu. ia menatap kedua orang tuanya, untuk memastikan.
Citra sedikit menundukkan tubuhnya, untuk dapat menjelaskan pada rizky.
" Iya sayang,, ini nenek Yulia. mulai sekarang kamu biasakan untuk panggil nenek ya.
"Mahh, kan aku udah punya dua nenek yang satu nenek Fatimah dan Eyang Ani.
" Kenapa aku harus panggil nenek juga.
"Sayang, jika umur seseorang sudah sebaya dengan Eyang Ani atau nenek Fatimah, dia juga bisa kita panggil dengan sebutan nenek.
" Ohh Aku ngerti sekarang mah. jawab rizky dengan memamerkan gigi rapihnya.
"Citra, terimakasih sudah mau hadir di sini, saya sangat senang dengan kedatangan rizky dan kalian. sekali lagi saya minta maaf untuk kejadian enam tahun lalu.
Citra hanya menjawab nya dengan senyuman, dan pelukan singkat seraya mengucapkan selamat untuk pernikahan putrinya.
Setelah berbasa basi dengan Yulia. Citra membawa anak anaknya menuju stand makanan di lihatnya menu makanan di sana sangat menggugah selera. citra memberikan masing-masing satu cup puding untuk anak anaknya. dan dia memilih untuk menikmati makanan berat, di pilihnya tusukan sate ayam yang sejak tadi mencuri perhatian Citra.
Dari kejauhan Daffa masih sibuk menyapa beberapa rekannya yang kebetulan hadir di sana.
sekilas Daffa mencari keberadaan istrinya dan anak anaknya.
Daffa sudah tidak bisa menahan diri lagi. ia berjalan cepat ke arah Citra. dan dengan kasar menarik tangan istrinya.
"Awwww Citra memekik karena Daffa menarik tangannya dengan kasar.
" Mas... ini ucap Citra dengan senyum merekah di wajahnya. tapi justru ia mendapat tatapan mematikan dari suaminya
"Hallo saya Pandu, ucap pria di samping Citra dengan memperlihatkan senyuman manisnya yang di hiasi lesung pipi.
Daffa menelan salivanya dengan kasar. pikir nya dalam hati jika Citra belum bisa benar-benar melupakan pria dengan lesung pipi di wajahnya seperti Agam. atau jangan jangan Citra masih menyukai Agam, lihat saja begitu ia bertemu pria dengan lesung pipi di wajahnya. ia langsung terpesona dan melupakan ku. gimana Daffa dalam hati.
"Massss....
Daffa sudah di butakan oleh rasa cemburunya. ia menarik Citra dan membawanya segera ke arah parkiran mobil.
"Bi nani tolong bawa anak anak saya pulang dengan taxi perintahnya, dengan terus menarik tangan Citra.
Nani hanya bisa menyaksikan drama yang di mainkan suami istri itu, selama mereka menikah baru kali ini Nani melihat Daffa begitu cemburu.
" Masss... kamu mau bawa aku ke mana, anak anak.
__ADS_1
" biar Nani akan mengurus anak anak. sekarang aku harus terlebih dulu mengutusmu.
" ada apa si mas???
Citra berulang kali meminta Daffa memutar kembali kendaraan nya dan membawa anak anaknya. tapi daffa sama sekali tak berkeming.
sampai mereka tiba di rumah. Daffa masih menarik tangan istrinya dan membawanya ke kamar.
Srakkkk....
Dengan kasar Daffa membuka pakaian Citra, lalu melemparnya.
"Kamu gila heuh?? ini gaun baru mas, bagaimana kamu bisa tidak hati hati sihh.
" bukannya kamu bilang gaun ini harganya lima juta, ucap Citra masih tak mengerti jika suaminya terbakar cemburu.
"Aku masih mampu membelikan gaun seperti ini lebih banyak lagi untuk mu nanti.
" Cepat pergi mandi, dan bersihkan dirimudirimu. aku tidak ingin bau busuk pria itu menempel di tubuhmu.
" mas ini kenapa sihhh??
Daffa menarik Citra, lalu menangkup wajah istrinya.
" Kamu tanya aku kenapa, harusnya aku yang tanya kamu kenapa bisa bisanya melakukan hal melalukan seperti itu di tempat Umum.
" Apa selama ini aku belum cukup memuaskan mu heuh???
" Sampai kau begitu tak tau malu memeluk pria lain.
Hahahaha... Citra terkekeh sangat puas menertawakan suaminya yang sedang cemburu buta.
" Jadi mas cemburu??
" Kenapa kamu tertawa, kamu mengejek ku?
" Tidak mas, kamu salah faham. laki-laki yang aku temui di resepsi pernikahan Andini tadi, dia itu anak dari kakak ibu ku mas..
" Kita saudara, karena sudah sangat lama tidak bertemu kami begitu senang, untuk mengungkapkan kerinduan kami apa salahnya kami berpelukan?? kita itu saudara mas jangan slah faham.
Daffa mendengar penjelasan istrinya menjadi malu, karena sudah berpikir istrinya wanita tidak setia dan menggoda lelaki lain.
"Sayang maafkan aku, aku tidak tau harusnya aku tadi mendengarkan penjelasan kalian lebih dulu.
__ADS_1
" hemmm... dan iya karena kecemburuan mas, aku jadi tidak sempat bertukar nomor ponsel dengannya tadi.