Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 85 di tinggalkan


__ADS_3

Setelah melakukan pemeriksaan dan kondisi Citra juga bayinya baik baik saja. hanya di berikan resep vitamin oleh dokter yang menanganinya.


Daffa sedang duduk menemani Citra di depan apotek rumah sakit untuk menebus resep vitamin yang di butuhkan oleh Citra.


"mas aku ke toilet sebentar ya. Citra pergi untuk menuntaskan keinginannya ke toilet.


Saat Daffa sedang sabar menunggu. matanya menangkap seorang wanita yang sedang berlarian mendorong branker rumah sakit, di mana di atasnya terdapat seorang anak perempuan yang sedang menahan sakitnya. reflek Daffa mengikuti wanita yang di kenalnya itu.


"kenapa anak ini?


"dia sakit apa Aisyah?


Terlihat Aisyah dengan wajah yang sudah pucat terus berlalu membantu perawat mendorong branker itu. tanpa memperdulikan pertanyaan Daffa.


setelah sampai di ruang perawatan. perawat meminta pengantar untuk menunggu di depan karena dokter akan melakukan Pemeriksaan.


Tiba-tiba Tangisan Aisyah pecah. buliran bening itu mengalir di wajah cantiknya. ia tidak bisa membayangkan bagaimana dengan hidupnya jika sesuatu hal buruk terjadi pada putrinya.


"Aisyah.. semua akan Baik baik saja. Daffa mencoba menenangkan Aisyah, yang sebenarnya ia sendiri tidak tau apa yang terjadi pada anak kecil tadi.


" Mas Daffa, ini bener kamu mas.


" iya ini aku Aisyah. sebenarnya siapa anak kecil itu?


"dan dia kenapa?


"hiks hiks hiks, di dia itu anakku mas. aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada anakku hiks hiks hiks,

__ADS_1


"bagaimana bisa kamu tidak tau apa yang terjadi pada anak kamu sendiri Aisyah?


"hiks hiks hiks.


waktu itu, aku pergi dari rumah suamiku, aku sudah tidak tahan hidup dengannya mas, tapi aku tidak di ijinkan untuk membawa Marisa bersamaku, sampai tadi sore pembantu di rumah suamiku memberitahu bahwa Marisa sakit sejak kemarin. aku begitu panik mendengarnya.


"aku memutuskan untuk membawa Marisa ke sini untuk di periksakan. hiks hiks hiks.


Daffa menarik dalam dalam nafasnya. ia tidak menyangka bahwa Aisyah begitu menderita dengan pernikahannya.


"Kamu yang sabar ya. pasti Marisa akan baik baik saja.


" Makasih mas Daffa.


Daffa memberikan senyuman untuk menguatkan wanita yang pernah mengisi hatinya itu.


"Bagimana dengan suamimu, apa dia tau anak kalian sakit, dimana dia sekarang ?


"ja jadi, su suami kamu selingkuh Aisyah?


"hah aku ga habis pikir, dia lekaki yang sangat bodoh karena menyia nyiakan wanita sepertimu Aisyah. terlihat Daffa begitu murka mendengarnya. wanita yang dulu amat ia jaga dan ia cintai kini di sia-siakan oleh suaminya sendiri.


"hiks hiks hiks, aku memang sangat bodoh mas, aku hanya berpikir kalo laki-laki pilihan orang tua sudah pasti yang terbaik, tapi ternyata dia hiks hiks hiks.


"Maaf Aisyah aku tidak bermaksud untuk membuat kamu semakin mengingatnya. kamu yang sabar, InsyaAllah akan ada jalan yang terbaik untuk masalah kamu ini.


"terimakasih mas.

__ADS_1


Saat sedang berbincang dengan Aisyah. Tiba-tiba dokter keluar dari dalam ruang pemeriksaan. Aisyah dan Daffa segera menghampiri dan menanyakan penyebab Marisa sakit. menurut pemeriksaan dokter, Marisa sudah beberapa hari ini tidak mengisi perutnya dengan baik, yang membuat asam lambung menjadi naik di sertai rasa nyeri di perutnya yang membuat anak lima tahun itu begitu kesakitan. dokter menyarankan agar Marisa di rawat inap untuk malam ini, sampai kondisinya lebih baik.


Daffa baru teringat pada Citra yang tadi pergi ke toilet. pasti saat ini ia sudah kembali apotek rumah sakit. dengan langkah panjang Daffa berjalan cepat untuk mencari Citra.


setelah sampai di area apotek Daffa sudah tidak mendapati istrinya di sana. Daffa berinisiatif menanyakan pada petugas apotek apakah resep atas nama istrinya sudah di tebus. dan petugas apotek memberitahukan bahwa resep atas nama pasien tersebut sudah di ambil sekitar setengah jam yang lalu. dan membuat Daffa begitu kaget, jadi dimana istrinya saat ini.


Daffa segera berlari untuk mencari Citra di depan rumah sakit, tapi tak di dapatinya di sana. Daffa berjalan menuju basement rumah sakit tempatnya memarkirkan mobilnya, di sana juga tak di temui sosok Citra.


jadi kemana perginya Citra? Daffa mulai prustasi karena belum juga menemukannya.


Saat Daffa pergi menemani Aisyah. Citra kebingungan karena tidak mendapati suaminya di sana. Citra memutuskan untuk duduk menunggu resep vitaminnya, sampai ia sudah selesai menebus vitaminnya, Daffa belum juga kembali. kemana mas Daffa pergi.


Citra mencoba mencari Daffa ke sekitaran area apotek, Daffa tidak ada di sana. saat Citra berjalan keluar gedung, ia melihat dua anak kecil dengan penampilan yang lusuh juga membawa sebuah karung yang isinya botol bekas air kemasan. hatinya merasa iba melihat anak kecil yang seharusnya berada di rumah belajar. justru berkeliaran di malam hari sperti ini.


Citra memutuskan untuk menemui anak tersebut, dan menanyakan apa yang di lakukannya malam malam seperti ini. setelah mengetahui bahwa anak tersebut belum makan Citra melihat ada penjual nasi goreng di sebrang rumah sakit. ia berpikir bahwa ini tidak jauh dari rumah sakit pasti Daffa akan melihatnya di sana.


Citra memberikan mereka masing-masing satu porsi nasi goreng dan minumnya. Jam di tangannya sudah pukul sebelas malam, kenapa Daffa belum juga keluar dari rumah sakit. sedangkan anak tadi sudah selesai makan...


Citra kembali ke rumah sakit dan mencari Daffa di sana juga tidak ada, akhirnya Citra menuju tempat dimana Daffa memarkirkan mobilnya, setelah sampai betapa terkejutnya saat citra tidak mendapati mobil Daffa di sana.


Hatinya terluka, ia merasa sangat bodoh yang menunggu berjam-jam, tapi justru ia di tinggalkan di rumah sakit Ayah mertuanya itu sejak lama. dengan perasaan sedih kecewa membuat air matanya mengalir begitu saja.


kemana sekarang ia harus pergi, di kota yang baru di injaknya hari ini, ia tidak tau alamat rumah mertuanya, ia juga tidak membawa cukup uang, bahkan Citra juga tidak membawa telpon genggamnya.


dengan berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Citra duduk di bangku rumah sakit dengan keadaan yang sangat menyedihkan, kondisinya sedang hamil besar, di tinggalkan oleh suaminya di tempat yang ia tidak tau jalan pulang.


tangannya bergerak mengusap perutnya yang besar. air matanya kembali menetes dengan derasnya, ia tak dapat menahan kesedihannya.

__ADS_1


hiks hiks hiks .


"maafkan ibu nak. ibu membuatmu susah. seharusnya ibu tidak menerimanya mengasihani kita. harusnya kita memang hanya berdua. selamanya.


__ADS_2