Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 62 supir taksi


__ADS_3

Karena perasaannya Citra yang sedang sedih meninggalkan Daffa lekaki baik yang baru beberapa bulan di nikahnya. mendengar lagu dari Agnes Monica "Kasih putih" yang di putar oleh driver taxi itu membuat air matanya mengalir tanpa henti.


Semurni cinta ini


Merekah


Mewangi


Kasih


Kuharapkan balasmu


Ulur tangan peluk diriku


Kekasih, dekaplah aku


Perasaan cintaku ini


Tak bisa kubendung lagi


Di manakah waktu 'kan berkata


Menyetujui cinta ini?


Merpati putih saksi kita


Dalam malam kita berjanji


Apa yang 'kan menghalangi


Tetap cinta ini 'kan terjalin


Kuharapkan balasmu

__ADS_1


Ulur tangan peluk diriku


O-oh kekasih, dekaplah aku


Perasaan cintaku ini


Tak bisa kubendung lagi


Di manakah waktu 'kan berkata


Menyetujui cinta ini?


Merpati putih saksi kita


Dalam malam kita berjanji


Apa yang 'kan menghalangi


Tetap cinta ini 'kan terjalin


Semurni cinta ini


Melihat Citra yang tak hentinya menagis sangat supir merasa iba. dan ikut merasakan kesedihan yang Citra rasakan. padahal dia tidak tau apa yang membuat Citra menangis tersedu sedu.


"Bu. kalo boleh saya tau. ibu ada masalah apa, sampai pergi dari rumah, karena si supir melihat tas besar yang di bawa Citra.


Mendengar pertanyaan supir taxi itu. Citra terpancing dan menjawab pertanyaannya.


"Apa yang akan bapak lakukan jika bapak tinggal dengan orang yang tidak mencintai bapak.


Karena tidak memiliki jawaban untuk pertanyaan Citra. si supir akhirnya bungkam suara. sampai tempat tujuannya.


Citra memandang rumah besar milik sahabat. sudah hampir setahun ia tidak menyambangi rumah Sinta. sampai akhir Citra berpikir untuk menenangkan diri di rumah sahabatnya itu.

__ADS_1


Beberapa kali Citra menekan bel. baru setelahnya seorang pelayan membuka pintu. dan meminta Citra untuk masuk.


"Bi, dimana Sinta. Citra memang cukup sering berkunjung, tidak heran jika Citra di kenal baik oleh penghuni rumah itu.


"no Sinta ada di kamarnya non.


Citra segera menaiki lantai dua rumah sahabatnya.


Citra membuka pintu salah satu kamar. yang tak lain kamar Sinta. saat pintu terbuka. Sinta sangat kaget kedatangan tamu yang tidak di undang itu. tapi tidak berlangsung lama. Sinta segera memeluk Citra. mereka cukup lama berpelukan samapai akhirnya Sinta melepas pelukan itu karena merasa ada tetesan air membasahi bahunya.


"Citra lo kenapa? di apit wajah Citra dengan kedua tangan Sinta.


" lo kenapa,


"ada masalah apa?


" cerita sama gua. Citra tidak sanggup mengatakan apapun hanya air mata yang terus mengalir. karena tidak tega melihat Citra menagis, Sinta kembali memeluk Citra untuk menenangkannya.


setelah di rasa Citra cukup tentang. Sinta meminta pelayan. untuk membuatkan teh hangat untuk Citra.


"Minum dulu, biar lebih rileks serunya dengan memberikan segelas teh manis hangat.


"Maaf ya jadi ngrepotin. Citra menerima teh dari Sinta dan menengguknya hingga menyisakan setengah gelas.


"Sin. apa boleh gua nginep beberapa hari di sini.


"boleh dong. gua malah seneng banget kalo ada temennya di rumah.


" lo taukan gua di rumah sangat kesepian sahut Sinta. karena orang tuanya yang gila kerja, membuat mereka jarang berada di rumah untuk menemani Sinta.


*Tapi lo jangan bilang mas Daffa atau ibu ya kalo gua di sini. pintar Citra.


"tapi lo kenapa pergi dari rumah ga bilang dulu. sebenarnya lo ada masalah apa. lo cerita dong sama gua.

__ADS_1


__ADS_2