Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Deviana gadis kecil


__ADS_3

Tahun berganti tahun, kini usia anak kedua citra dan Daffa Yang di beri nama Deviana kesya Mutia, sudah berusia 3 tahun Gadis kecil itu tumbuh menjadi gadis yang sangat aktif dan cerewet terkadang sampai membuat Citra, atau Daffa kehabisan akal dengan usia Balita yang sudah sangat cerewet seperti anak remaja.


Gadis kecil itu juga sangat gemar merias diri dengan make-up sang mama, tak jarang Deviana mencuri curi kesmpatan untuk memakai lipstik, bedak, bahan eyeshadow sang mama di Poleskan ke wajah kecilnya.


Karena Deviana memiliki sikap yang periang dan ceria, tapi ia juga gadis kecil yang nakal tak jarang ia mengganggu dan mengolok Rizky yang membuat mereka berdua bertikai, tapi tetap saja Deviana yang akan selalu menang, karena sejak kecil Rizky sudah terbiasa untuk selalu mengalah dengan adiknya yang hanya terpaut usia setahun itu.


*******


Deviana.... Devi. Suara Citra semakin besar anaknya juga semakin nyaring suaranya di dengar. Membuat rumah besar Bambang terasa begitu ramai sekarang.


Setelah berteriak memanggil putrinya yang tak kunjung mendatangi dirinya, Citra pergi mencarinya dengan cepat Citra mengendong putri kecilnya yang selalu sulit di minta mandi pagi. Huaaahuhuhuhu suara tangisan Deviana memenuhi setiap sudut rumah.. Ya ampun sayang kenapa cuma mandi aja harus selalu seperti ini sihh.


Sayang kalo Deviana belum mau mandi jangan di paksa ya. Anak kecil harus di minta dengan kelembutan pasti dia akan nurut kok protes Daffa yang sedikit khawatir karena terlihat istrinya sudah sedikit hilang sabarnya pada Devi.


Mas kita mau berangkat beberapa jam lagi loh. Kamu bisa bisanya minta aku untuk sabar. Devi itu harus mulai belajar disiplin Mas,,, 'Mas tau sayang tapi kalo ujungnya cuma buat dia nangis kan kasihan. "Kamu selalu aja beda cara pandang dengan ku Mas ucapan citra ketus.


Selalu ada aja yang buat kita ribut, entah anak lah entah aku lah. Kamu ini semenjak jadi ibu dia orang anak jadi lebih galak gumam Daffa lirih. Ayo Rizky kita tunggu para ladies di meja makan ucap Daffa pada anaknya dan Rizky selalu dengan mudah menuruti perintah orang tuanya.


Pahh,,, nanti di sana kita akan tinggal di rumah nenek kan tanya Rizky,

__ADS_1


"Tidak sayang, papah sudah membeli sebuah rumah yang akan kita tempati selama kita di sana.


Yahhh!!! Jadi ga tinggal sama uncle Chiko dong. Lanjut Rizky dengan wajah yang tiba tiba murung.


" Rumah yang kita tinggali juga masih dekat dengan rumah nenek, kamu bisa pergi menemui mereka kapanpun kamu mau jelas Daffa,


Horeeee!! Aku ga sabar buat ketemu sama nenek dan uncle Chiko Pah...


Wuzzzzzz


Hari ini mereka berangkat ke kota kembang karena Daffa sedang melakukan perjalanan bisnis di sana, ia akan membangun sebuah rumah sakit di kota kembang. Karena itu kota kelahiran istrinya dan keluarga istrinya juga tinggal di sana Daffa memutuskan untuk ikut serta membawa anak dan istrinya dalam pekerjaannya kali ini.


Visual Deviana dan Rizky



Fatimah sangat antusias menyambut kedatangan putrinya. dan di tambah dengan kedua cucunya yang sangat lucu. sekarang rumahnya akan menjadi lebih ramai dengan hadirnya mereka di sini.


sudah sangat lama rumahnya terasa kosong. apa lagi Chiko yang sudah mulai masuk Perguruan tinggi sekarang mengambil pekerjaan paruh waktu untuk membantu biaya kuliahnya, karena Fatimah sudah tak di izinkan untuk berjualan lagi setelah Chiko selesai sma.

__ADS_1


Bu, aku dan mas Daffa sudah ada rumah dan kami akan tinggal di sana. jika ibu mau ibu bisa ikut kami tinggal. ucap Citra litih karena tak mau menyinggung perasaan ibunya.


Tidak nak ibu akan tinggal di sini saja. disinilah tempat tinggal ibu, setelah Ayah kamu membawa ibu ke sini. ibu sama sekali tidak ingin tinggal di tempat lain. tempat ini menyimpan banyak kenangan kami. saat kalian masih kecil tempat ini lah yang menyaksikan kalian tumbuh dewasa nak.


kalo pun aku akan pindah aku hanya ingin pindah dekat dengan suamiku setelah aku tiada nanti.


Ibuu, jangan bicara seperti ini. aku hanya punya ibu sekarang, aku belum sanggup kehilangan orang tuaku lagi.hiks hiks hiks Citra menangis terisak dengan memeluk ibunya.


Ibu melihat kalian sudah dewasa dan kamu sudah bahagia dengan suamimu. itu sudah cukup membuat ibu pergi dengan tenang nak.


Tidak ibu, aku mohon jangan bicara seperti ini lagi. aku sayang ibu...


nak entah cepat atau lambat ibu akan meninggalkan kalian. ibu selalu merasa kesepian meskipun rumah ini terdengar sangat ramai oleh suara cucu cucu ku. ibu merindukan suami ibu, ibu rindu dengan ayahmu Citra hiks hiks hiks Fatimah tak kuasa menahan tangisnya, ia kembali mengingat masa masa saat mendiang suaminya masih hidup. dimana kebahagiannya terasa begitu utuh tak ada kekurangan hal apapun baginya saat itu.


jangan katakan lagi bu. aku belum bisa membuat ibu bahagia, bagaimana ibu sudah menyerah seperti ini, ibu tidak boleh mendahului takdir bu.


Ibu mengerti nak..


ibu hanya berkata agar jika suatu saat ibu pergi kamu jangan merasa sedih. karena ibu akan bahagia di sana bertemu dengan ayahmu.

__ADS_1


ibu juga sejujurnya masih ingin melihat menantu perempuan ibu sebelum ibu bertemu dengan ayahmu nanti.


Bahagialah Citra, ibu senang karena kamu kini memiliki keluarga yang sangat menyayangimu. dan suami yang mencintaimu dengan sepenuh hati seperti Daffa. karena kebahagiaan hidup itu jika kita hidup di sekitar orang orang yang menyayangi kita nak.


__ADS_2