Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 47 rumah dinas


__ADS_3

Karena perjalanan cukup jauh. baru menempuh sekitar satu jam perjalanan, Citra sudah terlelap di mobil. dengan posisi duduk menyandarkan kepalanya kesandaran kursi.


Daffa yang melihat posisi tidur Citra merasa kasihan. pasti dia sangat tidak nyaman tidur di dalam mobil kata Daffa. Daffa menepikan mobilnya sebentar, ia dengan sigap Daffa membantu menurunkan sandaran kursi agar Citra lebih nyaman untuk tidur. setelah di rasa cukup. Daffa kembali melajukan kendaraannya membelah kota.


_________


Dan entah kenapa Citra begitu menikmati tidurnya saat ini. sampai tanpa di sadarinya. Citra melewatkan pemandangan indah sepanjang perjalanan menuju puncak.


Citra mulai mengerjapkan matanya. di lihatnya sekeliling tempat yang asing untuknya. sampai membuatnya membulatkan matanya dengan sempurna.


"dimana ini? dia bertanya tanya tempat nya sekarang berada. akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari kamar tersebut. setelah keluar kamar Citra mendapati suaminya sedang duduk di teras rumah itu bersama dua orang pria yang tak lagi muda. siapa mereka pikir Citra.


Citra memutuskan untuk menemui mereka. saat Citra tiba di hadapan para lelaki itu. Daffa dengan sigap memperkenalkan istrinya. dan memberitahu Citra bahwa mereka adalah RT dan keamanan setempat. setelah mengetahuinya citra berpamitan untuk ke dalam lebih dulu meninggalkan mereka yang masih asik berbincang. Daffa memang pandai membawa diri. ia dengan cepat akrab dengan warga setempat.


setelah masuk ke dalam rumah, Citra merasa tenggorokannya sangat kering. saat Citra melangkahkan kaki ke dapur, ia bertemu dengan seorang wanita Yang di perkirakan umurnya seumuran dengan ibunya. betapa terkejutnya Citra saat ibu paruh bat itu mengatakan.


"Non Citra sudah bangun? apa ada yang bisa bibi bantu non.


ternyata dia bi sumi pelayan di rumah dinas nya Daffa. setelah memperkenalkan diri sumi membatu Citra untuk menuangkan segelas air putih. dengan sekali tengguk air itu habis oleh Citra.


terlihat Citra cukup akrab dengan sumi, mereka banyak berbincang di dapur. Citra juga memberitahukan masakan apa saja yang bisa di masak untuknya dan untuk suaminya.

__ADS_1


Daffa mendengar Citra dan sumi sedang berbincang segera menghampiri ke dapur.


"Kenapa kamu sudah bangun? tidurlah lebih lama perjalanan ke sini cukup jauh mungkin tubuhmu lelah.


" tidak mas aku suka cukup tidur, apa tadi mas yang membawaku ke kamar?


"hemm Daffa hanya bergumam menjawab pertanyaan Citra. dan pergi meninggalkan Citra dan sumi yang masih berbincang bincang.


saat sore tiba Daffa meminta Citra untuk menemaninya berkeliling di sekitar kampung yang saat ini mereka tinggali.


saat berjalan jalan kecil,


"apa kamu lelah? Daffa menyarankan untuk beristirahat dulu di bawah sebuah pohon yang besar.


"Sebenarnya aku mempunyai seorang adik perempuan.


"Oh ya dimana dia. kenapa aku tak pernah bertemu dengannya. di apartemen juga tidak ada fotonya ucap Citra berantusias.


"Dia sudah lebih dulu di ambilnya. dengan wajah yang tiba tiba sendu Daffa bercerita penyebab adiknya meninggal. sampai alasannya menjadi dokter anak. setelah mendengar kesedihan yang di alami Daffa Citra berinisiatif untuk menghiburnya.


"kenapa mas sedih, kan sebentar lagi kamu memiliki adik kecil dariku. anggaplah dia seperti adikmu sendiri kata Citra dengan wajah berbinar.

__ADS_1


tanpa sadar Daffa segera memeluk Citra. dan berkata


" ya aku bukan hanya akan menganggap dia seperti adikku sendiri, dia juga anakku bukan. Mendengar kata kata yang di ucapkan Daffa mampu membuat air mata Citra mengalir..


"Mas.... katanya Citra terputus.


"hemmm. kenapa. apa yang ingin kamu katakan.


Apa kamu benar benar tidak keberatan menganggapnya seperti anak kandung kamu sendiri?


"kamu bicara apa Citra. tentu saja tidak keberatan. bahkan aku berangan-angan ingin memiliki anak kandungku sendiri nanti.


"maksud mas.?


"ah sudahlah jangan kamu pikirkan. yang terpenting kamu harus tetap menjaga kesehatan kamu dan bayimu oke.


"Apa kamu tau. aku fikir tubuhmu itu kurus makannya tidak akan berat saat aku mengangkatnya.tidak ternyata walaupun kamu kecil tapi kamu cukup berat saat ku angkat.


Hahahahaaa Citra tertawa lepas mendengar pernyataan suaminya.


"siapa suruh sok pahlawan mengangkatku. kamu kan bisa mas bangunin aku tadi.

__ADS_1


" Iya harusnya aku membangunkanmu saja tadi. aku tidak mau lagi mengangkatmu, kamu itu berat. Citra masih terus tertawa dengan pengakuan suaminya.



__ADS_2