Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 93 pergi dari cafe


__ADS_3

Citra menatap pantulan dirinya di dalam cermin besar di hadapannya. Aku harus kuat demi bayiku, ibu selalu mengatakan bahwa banyak cobaan datang dalam pernikahan, aku yakin ini hanya cobaan untuk hubungan kami, aku percaya suatu saat mas Daffa akan mencintaiku dengan sepenuh hatinya.


Ya aku pasti bisa melewati ini Citra meyakinkan dirinya sendiri. Setelah merasa cukup percaya diri untuk bersaing dengan Aisyah Citra kembali menemui Aisyah dan Devi.


"kenapa lama banget cit, kamu baik baik aja kan, Devi memperhatikan sikap Citra yang berubah setelah kedatangan Aisyah.


" Aku baik baik saja Mba, tadi aku agak lama karena mendadak perutku melilit.


"Itu sangat wajar di usia kandungan yang sudah mendekati kelahiran, kamu ga perlu terlalu cemas, aku juga pernah mengalami hal seperti itu, tapi semua akan baik baik saja. Itu hanya simulasi kelahiran karena Beby terlalu banyak bergerak,


Aisyah menjelaskan dengan sangat terperinci, Aisyah memang wanita istimewa selain solehah dia juga wanita yang cerdas, membuat rasa percaya diri yang sudah di bangun dengan susah payah oleh Citra hilang begitu saja, dengan berganti rasa cemas dan kecemburuan jika suatu saat dirinya benar-benar akan di tinggalkan oleh Daffa suaminya. Sejujurnya Citra mengatakan itu hanya untuk alasan saja karena dirinya terlalu lama berada di toilet.


"udah ayo lanjutin makannya, sayang banget padahal menu yang kamu pesen itu best seller loh di sini.


" Iya mba Devi. Citra hanya memakan beberapa suap saja makanannya rasa laparnya sudah hilang sejak tadi. Karena sudah sangat tidak berselera untuk makan Citra mengajak Devi dan Aisyah untuk melanjutkan acara berbelanja mereka.


Citra membeli beberapa long dress yang berukuran besar, karena saat ini pakaian yang dimilikinya sudah mulai sempit karena pertumbuhan Bayinya yang semakin bertambah besar membuat perutnya semakin menonjol, alhasil pakaian pakaian citra menjadi sempit untuk di kenakan.


Citra masih sibuk berbelanja tanpa memperhatikan hari yang mulai gelap.


Tiba-tiba ponsel milik nya berdering, Citra melihat nama suaminya terpampang di layar ponsel. tanpa ragu Citra menarik tombol hijau di layar ponselnya.


"Kamu dimana kenapa belum juga pulang, sejak tadi Bunda menghubungimu tapi kamu mengabaikan pangilan nya,, cepat katakan kamu dimana sekarang aku akan menjemputmu. suara Daffa terdengar panik saat berbicara di telpon.

__ADS_1


" Mas...Aku masih di dalam mall mas, Citra menyebutkan nama mall tersebut, kamu tunggu di sana dan jangan pergi sebelum aku menjemputmu. tut tut tut,,, Daffa memutuskan pangilan telponnya.


Saat Citra menerima panggilan dari Daffa, ia tidak menyadari jika Devi dan Aisyah terus berjalan, yang membuat Citra terpisah dari mereka...


"Dimana Mba Aisyah dan Mba Devi, kenapa mereka menghilang,,, Citra melihat arah sekelilingnya, tapi nihil ia tidak mendapati kedua wanita itu.,, karena sudah merasa lelah, Citra duduk di salah satu cafe di dalam mall tersebut sambil menunggu Daffa menjemputnya..


sekitar setengah jam Citra menunggu, sampai ponselnya kembali berdering oleh panggilan masuk dari suaminya.


"Kamu dimana aku sudah sampai lobby, aku di Starbucks mas, di lantai dua mall. oke tunggu aku segera ke sana... Citra memainkan sedotan minumannya, dengan ia gigit gigit ujung sedotan itu sambil menunggu Daffa datang. bola matanya mengekor di setiap sudut mall, untuk melihat kedatangan Daffa. sampai pandangannya menangkap sosok yang di kenalnya,


"Mas Daffa, Mba Aisyah,,, kenapa mereka bisa berjalan bersama. apa yang mereka lakukan sebenarnya.. apa mas Daffa ke sini karena mengetahui Aisyah juga bersamaku tadi. Citra tidak dapat lagi menahan kesedihannya ia merasa di khianati dengan suaminya yang terlebih dulu memilih menemui Aisyah di bandingkan dirinya.


Citra berjalan menuju lift, ia tidak memperdulikan Daffa akan mencarinya. saat ini yang ia inginkan adalah pergi sejauh mungkin agar tidak melihat pemandangan yang menyakitkan hatinya.


Citra keluar dari mall, ia berjalan kaki tanpa tau tujuan. dengan air mata yang tak mampu di tahan lagi, Citra menagis sejadi-jadinya.


" kenapa rasanya sangat menyakiti hatiku, kenapa aku harus hadir di antara orang yang saling mencintai, kenapa aku harus menjadi penghalang untuk mereka bahagia. dan kenapa aku yang harus terluka,,,


"ya Tuhan, kenapa sesakit ini untuk mencintai seseorang... saat Citra terlarut dalam kesedihan beberapa kali ponselnya terus berdering, siapa lagi kalo bukan Daffa yang sudah sangat panik mendapati Citra sudah tidak lagi di cafe tersebut.


Kenapa kamu masih menghubungi ku mas. bukankah wanita yang kamu cintai sudah bersamamu, kenapa kamu masih mencariku, kenapa kamu begitu egois,,, tidak membiarkan aku memilikimu seorang diri. kenapa mas....


kenapa kamu begitu tega membiarkan aku mencintaimu, sedangkan hatimu hanya untuk Aisyah. aku juga ingin di cintai olehmu...

__ADS_1


aku ingin memilikimu seutuhnya, cintamu hatimu semua yang kamu miliki aku menginginkan itu hiks hiks hiks..


Ibu,,,, Citra Kangen sama ibu. Citra ingin pulang bu. Citra ingin tinggal bersama ibu, Citra tidak sanggup menjalani ini sendiri. Citra butuh ibu yang selalu memberikan semangat untuk Citra bu,, hiks hiks hiks


"Tante kenapa menangis,,, suara anak kecil bertanya pada Citra, dengan reflek Citra menoleh ke sumber suaranya. terdapat anak perempuan yang cantik berdiri di dekatnya.


"Tante tidak apa apa sayang.


"tapi tante menangis pasti tante sedang merindukan seseorang ya.


" kenapa kamu bisa tau kalo aku sedang merindukan seseorang, Citra terheran mendengar perkataan anak kecil itu.


"Soalnya papi aku juga suka menangis saat merindukan Mami,


"memang Mami kamu tidak tinggal bersama kalian?


"Mami aku sudah berada di sana, anak kecil itu menunjukkan jarinya ke arah langit. papi bilang mami aku sudah di Surga sekarang, suatu saat kami pasti akan berkumpul dan bersama sama lagi. jadi tante jangan sedih lagi ya, suatu saat tante akan berkumpul dengan orang yang tante rindukan itu...


Citra tak kuasa menahan tangisan nya, bagimana bisa anak sekecil itu, sudah bisa berpikir sangat dewasa, bahkan saat dirinya tumbuh tanpa sosok ibu mendampinginya.


"Oh ya,,, nama kamu siapa anak manis,


"nama aku Cinta tante,

__ADS_1


"nama yang cantik semoga kamu akan selalu di kelilingi oleh orang orang yang mencintai kamu sayang...


"terimakasih tante. cinta tersenyum dan memamerkan gigi gigi kecilnya yang tersusun rapi.


__ADS_2