
Citra mengerjapkan matanya, ia mulai tersadar setelah beberapa jam yang lalu ia pingsan di makam ayahnya.
Saat Citra mulai membuka matanya, ia melihat ke sekeliling." ini kamarku. Aku berada di rumah Ibu. apa ibu yang menemukanku di makam pagi tadi. saat citra masih berpikir dengan kejadian yang di alaminya pagi tadi.pintu kamarnya terbuka oleh Ibunya.
"Citra sayang, kamu sudah bangun nak.
"Ibu...
Citra segera bangkit dari tidurnya dan memposisikan bersandar di tempat tidur, rasanya tubuh Citra masih lemas terlihat wajahnya yang sangat pucat karena kedinginan setelah Terguyur hujan.
"Kamu tunggu sebentar ya. ibu mau ambil makanan untuk kamu. Fatimah bergegas menuju dapur untuk mengambilkan sup ayam yang baru saja selesai di masaknya.
tak butuh waktu lama Fatimah kembali dengan mangkuk sup di tangannya.
"Ibu maafin Citra ya. kata katanya terlolos begitu saja.
" kamu ini bicara apa Citra. ayo cepat makan sup nya selagi hangat.
"terimakasih bu.
dengan telaten Fatimah menyuapi Citra sampai sup itu habis tak bersisa. Fatimah meletakkan mangkuk itu di meja lalu memberikan teh hangat untuk putrinya.
__ADS_1
Fatimah masih duduk di samping putrinya, ia mengawasi dengan teliti setiap jengkal tubuh putrinya. entah apa yang ada di dalam pikiran Fatimah saat ini. setelah mendapati Chiko membawa kakaknya yang saat itu tengah tak sadarkan diri dengan keadaan yang sangat menyedihkan, tubuhnya basah dan bajunya kotor oleh tanah.
"Citra, apa Ibu boleh bertanya sesuatu?
"apa bu?.
" Apa yang membawamu pergi ke makam di saat hujan deras nak. apa yang kamu lakukan di sana.
"Apa kamu sedang ada masalah nak?? Ceritakan pada ibu jika itu benar Citra.
"bu Citra merindukan Ayah, jadi Citra pergi ke sana untuk mengunjungi Ayah. Citra tidak tau akan turun hujan.
"Jadi kamu pergi ke sana pagi pagi sekali?
"jawab ibu nak.
"Apa terjadi sesuatu pada hubungan kalian?
"tidak bu. aku dan mas Daffa baik baik saja.
"Citra Ibu mengenal kamu nak. karena kamu anak ibu. ibu tau saat ini kamu sedang sedih, kamu sedang ada masalah, kamu tidak bisa menyembunyikan itu dari ibu Citra. ibu bisa melihat dari sudut matamu. kamu sedang ada Masalah kan.
__ADS_1
"ayo ceritakan pada ibu Citra ada apa sebenarnya terjadi padamu sampai kamu pergi pagi pagi ke makam ayahmu, Fatimah bertanya sampai menangis karena tidak tahan melihat Citra yang bersikap seperti tidak ada yang di sembunyikan.
"Bu. Citra sudah bilang tidak ada apa-apa. ibu tidak usah Menangis seperti ini. ibu membuat Citra sedih.
"kamu yang membuat ibu sedih Citra. kenapa kamu tidak bisa membagi masalahmu dengan ibu nak.
"ibu tau Citra. ibu memang tidak bisa membantumu tapi ibu tau citra, ibu bisa memberimu pandangan untuk menghadapi masalah yang kamu hadapi nak. Agar kamu bisa mengambil keputusan yang baik dan bijak nak.
melihat ibunya yang terus memaksa akhirnya Citra mulai menceritakan masalahnya pada ibunya.
"Ibu benar. Citra memang sedang ada masalah bu. tapi ini tidak seserius yang ibu pikiran.
"sebenarnya Mas Daffa sedang dalam masalah, dia. melakukan pelecehan pada seorang wanita bu. dan saat ini mas Daffa berada di penjara bu.
"Citra sangat bingung harus bagaimana.
wanita itu meminta mas Daffa untuk menikahinya. menurut ibu apa yang harus Citra lakukan bu.
"astaghfirullah Citra apa ini...
" Ini masalah sangat serius citra, bagaimana kamu menyembunyikan ini dari ibu. rasanya mendengar cerita dari anaknya Fatimah menjadi sangat geram. ia merasakan kekecewaan pada laki-laki yang menikahi anaknya.kenapa laki-laki itu tidak bisa di andalkan tapi ia juga tidak bisa mengalahkan sepenuhnya pada laki laki itu. Daffa manusia biasa ia bisa saja khilaf dan melakukan kesalahan.
__ADS_1
sama seperti apa yang di lakukan Citra dulu. anaknya juga melakukan kesalahan. tapi ia mencoba menerima apa yang sudah di lakukan Citra dulu, Fatimah tidak bisa menghapuskan Citra dari kesalahannya dan juga tidak bisa menghapus Citra dari kehidupannya. Fatimah membawa Citra kembali ke kehidupannya saat itu dengan setatus hamil sebelum menikah. aib yang di bawa Fatimah sampai saat ini.
begitu juga dengan Daffa, Fatimah tidak bisa menyaalahkan laki-laki itu. ia hanya bisa menguatkan putrinya untuk bersabar agar bisa melalui kehidupannya dengan baik. dan menerima takdir yang Allah berikan padanya