Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 34 dekorasi rumah


__ADS_3

Citra menghubungi sahabatnya, dan memintanya datang ke rumah setelah jam kuliahnya. Sinta yang mendapat pesan singkat tersebut langsung mengiyakan permintaan sahabatnya. tanpa bertanya pada putra, Sinta segera menyeret lelaki itu ke mobil mereka dan membawanya ke rumah citra.


Sinta dan putra, terbengong mendapati rumah sahabatnya sedang di dekorasi. tapi ada acara apa di rumah citra, samapai mereka mendekorasi halamannya. mereka terhanyut dalam pikirannya masing-masing. sampai akhirnya mereka tiba di sebuah kamar yang tidak lain adalah kamar Citra.


setelah bertemu dengan Fatimah dan bersalaman mereka segera berhamburan ke kamar Citra. di dapatinya Citra duduk di kursi terpampang di balik cermin dengan mata sembab. citra melipat kakinya dan menundukkan wajahnya di lutut kakinya.


"Hey lo kenapa ucap Sinta yang segera memeluk Citra.


" ada apa cerita dong sama kita. putra masih memperhatikan kedua sahabatnya itu.


Citra segera memeluk Sinta, tangisannya pecah di pelukan Sinta. melihat sahabatnya yang sedang berpelukan stabil menangis itu Putra memutuskan untuk duduk di ranjang yang tak jauh dari mereka.


"Aku mau nikah. kata itu yang terucap oleh Citra.


"sama Siapa? Putra


"Entah lah gua gak kenal sama laki laki itu. Citra


"kok bisa, lo gak kenal apa ibu lo jodohin lo. Sinta


"Entahlah Ibu bilang dia tiba tiba datang dan minta gua untuk jadi istrinya.


"gua harus apa sekarang. gua aja gak tau alasan dia kenapa mau nikahi wanita yang sedang hamil.

__ADS_1


Sinta terlihat masih tidak mengerti dengan pernikahan sahabatnya sama halnya dengan citra juga putra. mereka tidak ada yang tau alasan laki laki yang akan di nikahi orang Citra.


"Yaudah lo yang sabar, kan masih ada kita sahabat lo.


" kita akan selalu dukung keputusan lo. ucap Sinta,


"Iya semoga aja dia laki laki yang baik. Yang akan bisa membuat hidup lo bahagia nantinya putra.


"Kerna lo udah nerima lamaran dia. ya jalanin dulu aja.


"maksud dari ibu lo itu masuk akal banget. biar anak lo lahir dengan setatus yang baik di masyarakat.


Sinta dan putra saling bertatap.


"Sinta menggoyang lengan Citra. heeeii cowok itu yang mau lo nikahin ganteng ga?


"kalo di bandingin sama Putra gantengan siapa?


Citra sedikit merona wajahnya.


"cieee muka lo merona tuh. Sinta memamerkan wajah malu malu sahabatnya.


"apa si kalian ucap Citra sambil merengut.

__ADS_1


"Ayolah ceritakan sedikit tentang calon suami sahabatku. Sinta


"Nanti juga kalian akan mengenalnya Citra


"Tapi kita ingin tau bagaimana kesana pertamamu. putra


"Dasar tidak seru gumam Sinta dalam hati.


setelah cukup puas pertemuan mereka pun berakhir, Sinta dan putra pergi meninggalkan Citra sendiri.


Ini malam terakhirnya dia berstatus lajang, besok malam akan ada laki laki yang berstatus sbagian suaminya.


Citra sudah beberapa kali berguling ke sana dan kemari di atas tempat tidurnya. begitu terasa sulit ia memejamkan matanya.


Malam semakin larut. di tempat berbeda ada seorang laki-laki yang juga sama gelisahnya seperti Citra, siapa lagi kalo bukan Daffa. Daffa membuka galeri di ponselnya, di lihatnya dengan seksama foto dirinya dengan Agam, sahabatnya.


Semoga kau bahagia gam, dengan keputusanku.


Daffa mengusap wajahnya kasar. bagaimana ini, aku harus bersikap seperti apa padanya nanti.


saat melamun. ia teringat dengan benda yang di titipkan untuk Citra dari Agam, amanah itu belum ia sampaikan.


Bodoh kenapa sampai lupa ucapnya dalam hati

__ADS_1


__ADS_2