Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 82 Kembali ke Aisyah


__ADS_3

Melihat pemandangan haru membuat hati Daffa bimbang, apa keputusan yang di ambilnya kali ini sudah tepat. sejujurnya Daffa juga enggan untuk kembali ke tempat kelahirannya. di sana ada kisah pahit kehidupannya yang membuatnya terdampar di kota kembang sekarang.


Kisah cintanya dengan Aisyah, wanita yang mengisi hatinya selama ini. wanita dengan senyum manis dan lesung pipi nya yang menghiasi senyumannya. di tariknya dalam dalam nafasnya.


"apakah aku sudah benar-benar bisa menghilangkan perasaan itu...hatinya berkecamuk jiwanya berkata saat ini dirinya sudah menikah dengan Citra kekasih dari sahabatnya. begitu juga dengan Aisyah yang lebih dulu menikah dengan laki-laki pilihan orang tuanya. sudah seharusnya aku mengubur dalam dalam perasaan itu. Daffa memantapkan hatinya.


"Ayo nak. sudah jam sebelas citra. apa semuanya sudah masuk mobil? Fatimah sibuk membantu Citra. begitu juga dengan kedua sahabatnya mereka ikut membawakan barang barang Citra ke dalam mobil.


setelah memastikan semuanya sudah di muat. mereka semua pergi mengantar Citra. sesampainya di bandara. Citra napak begitu tidak tenang. mungkin ini kali pertamanya menggunakan pesawat jadi sedikit merasa gugup.


Kini tiba saatnya Citra harus berangkat. saat berpamitan pada keduanya sahabatnya.


" Sin makasih ya udah mau repot repot nganter sampai sini. nanti jangan lupa kalian main ke sana.


"iya pasti, begitu anak lo lahir gue sama putra langsung take off ke sana. iya kan put?


"Iya. lo jaga diri baik baik di sana. jaga keponakan gue. satu lagi, kalo ada masalah jangan sungkan buat berbagi sama kita.

__ADS_1


" Awas kalo gua dengar lo kabur lagi di sana. nanti bisa-bisa gue gak bakal ketemu sama lo lagi, karena lo ilang kesasar di kampung orang, ucap putra dengan mendengus kesal.


"Iya iya... nanti kalo gue kabur pasti langsung nyari lo ya put...


"Aku beruntung banget punya kalian. makasih ya my best friends. mereka berpelukan dengan sesekali air mata Sinta menetes begitu saja.


"Ibu... Citra hendak berpamitan pada ibunya. tapi kata katanya belum juga terucap, citra sudah menagis sesenggukan. hiks hiks hiks Ibu....


"Citra pamit ya. ibu harus datang ke sana buat jengukin Citra ya.


" iya nak. nanti ibu akan menyusul kamu ke sana. ya kamu baik baik di sana. yang nurut sama suami sayang.


Maafin aku bu. samapai sebesar ini Citra belum bisa bahagiain ibu. Citra malah selalu merepotkan ibu.


" Nak ibu sudah bahagia melihat kamu bahagia. jadi kamu harus janji sama ibu. kamu pasti akan bahagia di sana ya.


setelah citra berpamitan pada ibunya chiko menghampirinya kaka.

__ADS_1


"chiko pasti kesepian banget sekarang. apa lagi kakak jauh sekarang. tapi chiko seneng. akhirnya kaka bisa bahagia sama mas Daffa. semoga kalian langgeng terus sampai tua. dan kasih chiko banyak keponakan.


" hehee iiya dek. kamu baik baik di sini ya jagain ibu, ga boleh bakal. jangan keseringan pergi main ya.


"iya kaka.


saat Daffa berpamitan pada ibunya Citra. entah kenapa ada sedikit kekhawatiran dari sudut mata ibunya itu.


"Nak Daffa ibu berterimakasih nak Daffa sudah mengurus citra dengan baik. dan ibu ingin memastikan lagi bahwa nak Daffa akan membahagiakan Citra. dan tidak akan membuatnya sedih.


"iya bu. itu sudah pasti. Daffa akan menjaga Citra dengan baik


"terimakasih nak. jangan kecewakan ibu nak. ibu titip salam untuk ayah dan bunda kamu ya.


akhirnya mereka semua menyaksikan langkah kaki Citra pergi menjauh. sampai akhirnya membaur dengan kerumunan manusia yang berlalu lalang di sana. sampai sudah tak napak lagi dari pandangan mereka barulah mereka memutuskan kembali ke rumah...


"Ibu sama chiko pulang bareng kita aja. putra

__ADS_1


"ga usah kak Putra, tadi mas Daffa sudah meminta orang untuk membawa mobilnya. kita mau ikut naik mobil mas Daffa aja.


"yaudah kalian hati hati ya,,, ucap Sinta dengan ramah.


__ADS_2