Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 61 Citra pergi


__ADS_3

Citra sedang sibuk di dapur membuat sarapan untuk mereka makan. saat Citra sedang memasak Daffa keluar dari kamar dengan berpakaian rapi seperti biasanya.


"Mas sarapannya sebentar lagi siap. tunggu di meja makan dulu. aku akan menyiapkan. Citra memberitahu Daffa, tapi Daffa seperti tidak mendengar suara Citra, justru melangkahkan kakinya keluar dari apartemen. bahkan Citra beberapa kali memanggil namanya tapi Daffa tetap berlalu meninggalkan Citra.


Citra segera mematikan kompornya dan duduk di meja makan seorang diri. tiba-tiba air mata Citra melolos begitu saja. entah apa yang terjadi pada Daffa semalam sampai bersikap dingin seperti itu pada Citra. Citra yang terbiasa dengan sikap Daffa yang ramah dan sangat memanjakan dirinya begitu kaget mendapati sisi lain Daffa yang begitu dingin bahkan seperti tidak menganggapnya ada.


terlihat mata Citra yang sembab karena menangis cukup lama. Citra merapihkan pakaiannya. Citra mengemasi beberapa potong pakaiannya dan memasukkan ke dalam tas jinjing yang cukup besar dan lagi lagi Citra menitihkan air matanya rasanya dada Citra amat sesak bahkan untuk menarik nafas saja begitu sulit.


hiks hiks hiks,....


"kenapa aku harus berada di tempat ini. ini bukan rumahku, seharusnya aku tidak ada di sini,


"Kenapa aku tidak pernah berpikir kalo mas Daffa sangat menderita dengan hubungan ini, hubungan yang mengikatnya denganku, membuat mas Daffa tidak bisa bersama dengan wanita yang di cintainya.


"Aku tidak boleh egois. aku harus meninggalkan mas Daffa dan membiarkannya bahagia.

__ADS_1


maafkan aku mas hiks hiks


setelah di rasa semua barang yang akan di bawanya sudah masuk ke dalam tas. Citra memandangi setiap sudut tempat tinggalnya beberapa bulan ini dengan Daffa. banyak kenangan yang ia lewati di sana.


"Sudah cukup aku jadi benalu untuk mas Daffa. sekarang aku akan membebaskan kamu mas. aku tau kamu tidak akan mendapat kebahagiaan jika terus bersamaku.


"maafkan aku mas.


"karena aku kamu harus mengorbankan kehidupanmu. aku akan pegi sekarang


"Aku akan pergi, aku akan pergi. aku akan pergi. kata kata yang selalu Citra tekanan dalam hatinya, sampai membuat langkah kakinya benar-benar meninggalkan apartemen itu.


Citra memesan sebuah taxi online. di dalam taxi tak hentinya air mata Citra mengalir dengan derasnya. Saat Citra melewati sebuah mall besar. air matanya tumpah tanpa terkendali.


Citra teringat kembali kenangannya bersama Daffa saat mereka baru menikah. Daffa membawanya ke mall tersebut. dan membelikan beberapa potong Longdress, yang sekarang Citra pahami, Daffa sangat tidak menyukai wanita berpakaian mini.seperti penampilan awal Citra sebelum menikah dengan Daffa. bayang bayang dirinya sedang bersama Daffa berbelanja kebutuhan mereka di supermarket melintas di pikirannya membuat Citra hanyut dalam ingatannya tentang Daffa. laki-laki yang banyak membantu kehidupannya.

__ADS_1


Sore hatinya Daffa pulang ke apartemen, terlihat apartemen tempatnya sangat rapih. semua barang tersusun dengan baik. karena Daffa saat siang tidak berselera untuk makan. Daffa berpikir untuk makan bersama Citra di rumah. pikirnya Citra pasti masak makanan yang enak di rumah. karena Citra sangat pandai dalam mengolah makanan. mungkin bakat yang di warisi dari ibunya.


Terlihat pintu kamar tertutup rapat. Daffa takut Citra sedang berganti pakaian.


tok tok tok Daffa mengetuk bebeberapa kali pintu kamarnya.


"Citra aku sangat lapar, ayo kita makan sekarang serunya.


tok tok tidak ada sautan dari balik pintu tersebut, tidak seperti biasanya. Biasanya saat Daffa pulang. saat Citra di dalam kamar segera bergegas menyambut kepulangannya. tapi hari ini entah apa yang sedang di lakukannya di dalam kamar pikir Daffa. Daffa melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membuang yang sudah mendesak sejak tadi.


Setelah keluar dari kamar mandi. Daffa masih tidak mendapati Citra di sana. karena rasa penasaran dan juga sedikit panik Daffa membuka pintu kamarnya yang ternyata tidak terkunci. tapi tidak ada orang di sana. Daffa segera menuju kamar mandi yang berada di kamarnya. terbuka pintunya juga tidak ada Citra di sana.


"Kemana dia? Ini sudah hampir gelap pergi kemana Citra, dan tidak seperti biasanya. biasanya dia selalu berpamitan kemanapun dia akan pergi.


Daffa menghubungi ponsel Citra. terdengar suara operator telpon, Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. suara operator telpon membuat Daffa semakin bingung.

__ADS_1


perasaannya teraduk aduk. terlihat raut wajah gusarnya. Daffa tanpa berpikir panjang segera menuju mobilnya dan bergegas pergi ke rumah ibunya Citra.


__ADS_2