
Seminggu lagi Citra akan berangkat ke puncak untuk menemani suaminya bertugas di sana.
Hari ini Citra pergi ke rumah ibunya. ia ingin memberitahukan kepergiannya ke puncak. namun karena Daffa sudah berangkat ke rumah sakit sejak pagi sekali. Citra akhirnya pergi ke rumah ibunya menggunakan taxi.
Terlihat Fatimah sedang menyiram tanaman di halaman rumahnya. taman kecil itu terlihat sangat terus dengan baik.
setelah turun dari taxi. Citra segera menghampiri ibunya.
"Asalamualaikum bu.
"waalaikumsalam Fatimah menjawab, setelah melihat sosok yang memberinya salam nampak wajah Fatimah begitu bahagia.
"Nak kenapa pulang ga bilang bilang, ibu kan bisa masakin makanan kesukaan kamu.
Citra mencium telapak tangan ibunya dan memeluk wanita yang tubuhnya tak lagi kokoh itu.
"Ibu Citra akan pulang ke rumah Citra, Citra bukan pergi ke restoran, untuk apa ibu harus berepot repot menyambut Citra. ini kan masih rumah Citra juga.
" Iya sayang ayo masuk Fatimah menarik tangan anaknya untuk masuk ke rumah.
"Ayo duduk dulu, biar ibu buatkan teh hangat untukmu.
"Bu, biar Citra yang buat, ibu duduk di sini saja. Citra segera bergegas menuju dapur untuk membuatkan teh hangat untuk dirinya juga untuk ibunya.
Citra datang dengan membawa nampan berisi teh hangat yang baru saja di buatnya.
setelah menyimpan di atas meja. Citra mulai membuka mulutnya.
"Ibu apa kabar? maaf Citra lama tidak berkunjung.
"ibu Baik baik aja nak. kabarmu bagaimana nak, kemana suamimu kenapa tidak datang. apa hubungan kalian baik baik saja.
__ADS_1
"Bu hubungan kami baik, saat ini mas Daffa masih bekerja. mungkin nanti setelah pulang bekerja akan menjemputku kemari.
" Alhamdulillah ibu senang mendengar kalo kalian baik baik saja.
"Citra, Fatimah menggenggam tangan putrinya, apa hubungan kalian seperti suami istri sungguhan? apa dia memperlakukan kamu dengan baik?
"Ibu bicara apa. tentu saja dia sangat baik padaku dia juga penuh perhatian bu. dia memenuhi semua kebutuhanku, apa lagi yang aku harapan sekarang hidupku sudah baik baik saja. ibu tidak perlu khawatir bu.
" Syukur lah nak, kalo memang seperti itu ibu ikut senang mendengarnya.
"Apa kamu sudah sarapan?
"sudah bu Citra sudah sarapan tadi sebelum berangkat ke sini.
"Bu mungkin Citra akan lama tidak berkunjung ke sini.
"memangnya kamu mau kemana?
"mas Daffa di tugaskan untuk perjalanan kerja ke luar kota, waktunya sekitar dua bulan di sana.mas Daffa meminta aku untuk ikut bersamanya.
"Ibu ini bicara apa. Citra membantah pernyataan ibunya.
"Citra, Daffa itu lelaki yang baik menurut ibu kamu akan mudah melupakan Agam,dan bisa mencintai suamimu. ingat ya nak kamu harus menjadi istri yang solehah untuk suamimu. berikan hak hak suamimu.
"iya bu Citra mengerti.
"kapan rencananya kalian berangkat ke luar kota?
"rencananya minggu depan bu.
"apa kamu sudah berkonsultasi dengan dokter kandungan jika bepergian ke luar kota. apa itu tidak apa apa untuk bayi mu.
__ADS_1
"belum bu nanti malam rencananya aku akan menemui dokter untuk berkonsultasi.
Citra menghabiskan waktunya di rumah ibunya untuk berbincang tentang apa saja yang di lakukan setelah menikah dengan Daffa. ibunya juga menceritakan bagaimana keadaan di rumah setelah Citra pergi.
sampai waktu sudah sore. Daffa baru saja memarkirkan mobilnya di halaman rumah Fatimah. saat hendak masuk ke rumah bersamaan dengan chiko yang baru saja pulang dari sekolahnya.
"Eh mas Daffa, ke sini sendiri aja mas. dimana ka Citra?
"Citra sejak pagi di sini, mas ke sini untuk menjemput Citra, apa kamu baru pulang sekolah?
"ah iya mas, aku baru saja pulang jadi ga tau kalo kaka ku ternyata seharian di sini.
chiko dengan segera berlari kecil mencari kakaknya, setelah melihat kakaknya sedang duduk menonton TV, chiko segera memeluknya,
"Chiko kangen banget sama kakak. kaka tau di rumah sepi banget setelah kaka pergi, pokoknya kaka ga boleh pergi lagi.
" chiko Kangen saat kita bercanda berantem berebut sesuatu sama kaka. setelah ayah pergi, kaka juga pergi dari rumah ini. chiko kesepian kak.
Mendengar cerita adik semata wayang nya begitu kesepian di rumah, air mata Citra mulai membasahi wajahnya. di usapnya punggung adiknya yang sudah tinggi, melebihi tingginya itu.
"Chiko kalo kamu kangen kaka, kalo kamu merasa kesepian kamu bisa datang ke apartemen mas Daffa, kamu bisa temuin kaka kapan saja kamu mau di sana.
Fatimah dan Daffa yang melihat drama kaka adik itu merasa terenyuh hatinya.
menurut Daffa dirinya lah yang membuat kaka beradik itu jauh sekarang.
Daffa segera menghampiri Citra dan chiko.
"Bagaimana untuk mengurangi kerinduan kalian. beberapa hari ini mas Daffa dan kakakmu akan menginap di sini.
"bener mas? wajah chiko berbinar terlihat sangat senang mendengar pernyataan kaka iparnya itu.
__ADS_1
Mas Daffa memang lelaki yang baik. aku sangat senang karena mas Daffa lah yang menikah dengan kakaku. chiko memberikan pelukan pada Daffa.
Malam itu akhirnya Daffa dan Citra menginap di rumah orang tua Citra.