Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 37 lelaki sempurna


__ADS_3

Reader yang sudah menikah pasti masih inget dong gimana kesan malam pertamanya.


Rasa canggung, dada berdebar, wajah merona, malu malu kucing, masuk ke kamar pengantin tangan mulai dingin. Yang biasanya takut gelap jadi lebih takut wajah merona nya di lihat pasangan kita. makanya lebih memilih gelap gelapan.


Ehhhh pas udah naik ranjang tidurnya saling memunggungi 😆😆😆😆 sampai pagi pun gak akan bisa tidur nahan debaran jantung yang udah mulai sesak buat bernafas, mau ngelirik ke belakang takut doi lagi mandangin kita. di liat jam udah dini hari tapi belum bisa tidur juga padahal kalo resepsi pakai adat itu melelahkan yaa....


Perempuannya pasti menantikan kenapa suami nya belum nyentuh juga. kenapa dia tidurnya jauh banget, padahal semasa pacaran jalan aja bergandengan. ini versi dapet suami penyayang dan pemalu yaaa...


Setelah di verifikasi, ternyata dia ga mau terburu-buru takut pasangan nya belum siap. takut pasangannya terlalu lelah jadi lebih baik menahan untuk beberapa hari agar kesan malam pertamanya sempurna. ternyata pasangan kita juga merasa berdebar dan menahan nafsunya loh semalaman.


menurut aku lelaki penyayang itu yang akan menahan nafsu dan tidak akan merusak masa depan seorang perempuan hanya untuk kesenangan sesaat. lelaki setia itu yang tidak pernah membicarakan fisikmu meski fisikmu berubah setelah melahirkan. lelaki baik itu akan selalu jujur hal hal kecil apapun yang pernah ia lewati dalam kehidupannya. (untuk yang belum menikah, soo mencari pasangan jangan hanya karena setatus sosial. ingat sehebat apapun pekerjaannya kalo Allah sudah berkehendak dalam sekejap bisa lenyap. cari lelaki yang jujur dan bertanggung jawab, maka setatus sosial akan mengikuti) ini hanya sudut pandang menurut pribadi saya.


Oke untuk reader yang belum menikah jangan khawatir, nanti kamu juga akan melewati fase tersebut ya....


----------------


Suara adzan subuh sudah di kumandangkan.


Daffa memberanikan diri menyentuh bahu Citra.


"Citra sudah subuh ayo bangun.


"kita shalat berjamaah.


"emmm iya. aku akan ambil air wudhu dan bersiap siap.


"silahkan kata Daffa.


Di dalam kamar mandi. ya Allah apa se sempurna itu dia selalu menjaga sholat nya, sifat nya yang penolong. dan rendah hati, Citra merasa tidak enak hati. menurutnya ia terlalu sempurna untuk mendapatkan wanita yang sudah hamil seblm menikah seperti dirinya.


Setelah selesai solat, Citra berpamitan untuk pergi ke dapur membatu ibunya. Daffa langsung memberinya izin.

__ADS_1


"Nak. ayo bantu ibu.


"Iya bu, mana yang harus Citra kerjakan.


"kamu cuci sayur-sayuran ini, ibu memberikan wadah berisi sayuran yang akan di masak.


"Hari ini ibu memasak banyak menu untuk sarapan. ibu juga menyiapkan dua menu nasi ada nasi goreng dan ada nasi yang putih.


Setelah selesai memasak. Fatimah dan Citra menatanya di atas meja makan.


"Citra pergi panggil suamimu dan adikmu. iya bu. Citra berjalan dari dapur menuju kamarnya,


"Mas sarapan sudah siap, ayo pergi sarapan dulu.


"iya ayo, Daffa mengekori Citra ke meja makan. setelah menarik kursi untuk Daffa, Citra pergi ke kamar adiknya.


"Chiko ayo bangun....


"Ibu sudah menyiapkan sarapan. kreeeek pintu kamar terbuka. namapaklah wajah murung chiko. Citra yang menjadi segera bertanya.


"wajahmu sendu begitu?


'hari ini terakhir kaka di rumah, juga terakhir kita sarapan bersama. aku pasti akan merindukan kaka nanti.


"Kamu ini bicara apa. kaka akan sering datang ke mari nanti.


"ayo kita sarapan semua sudah menunggu.


Masih di meja makan, setelah mereka selesai sarapan. Daffa menyampaikan keinginannya untuk membawa Citra tinggal di apartemen mulai pagi ini.


"Bu saya akan pulang ke apartemen bersama Citra pagi ini.

__ADS_1


" iya ibu mengerti Citra sudah menjadi tanggung jawabmu nak, Ibu titip Citra sama kamu, tolong jaga dia dan sayangi dia.


"Itu pasti bu, ibu jangan khawatir,


" Bu Citra juga bisa sering berkunjung ke sini kalo Citra mau kapanpun waktunya saya tidak akan melarang.


" iya nak.


Chiko dan Citra hanya menjadi pendengar saja.


Setelah bersiap Citra dan Daffa berpamitan pada Fatimah


"Ibu Citra pamit ya.


"iya nak kamu baik baik di sana. kamu juga harus menjadi istri yang baik untuk suamimu.


" iya bu, ibu jaga kesehatan ibu ya. Citra akan sering datang menemui ibu.


" Citra sayang sama ibu hiks hiks Citra sudah menangis begitu juga Fatimah. maafin Citra belum bisa buat ibu bahagia.


"Citra hanya selalu merepotkan ibu.


"Tidak nak kebahagiaan ibu hanya pada kalian ibu akan bahagia kalo melihat anak anak ibu bahagia.


"kamu harus bahagia dengan kehidupan barumu. iya bu. Fatimah menarik Citra ke pelukannya.


"Heii. aku pamit ya, aku titip ibu sama kamu, jaga ibu Baik baik, ucap Citra pada adiknya.


"Iya kak pasti ibu akan aku jaga begitu juga dengan kaka.


"kalian adalah tanggung jawab ku berikutnya, kebahagiaan kalian lah yang utama untukku chiko menimpali.

__ADS_1


"Hari ini kamu sudah menjadi anak laki-laki Dewasa????


"tentu aku memang sudah dewasa, apa kaka lupa aku yang menikahkan kaka dengan mas Daffa. hehehe Citra terkekeh mendengar jawaban adiknya.


__ADS_2