
"Jadi itu yang namanya citra..
mendengar tante Yolla menyebut namanya dan mengejar gadis itu, membuat kesimpulan kalo benar gadis itu lah pacarnya Agam. yang di titipan padanya.
"tante tunggu,
"Ada apa daf? tante harus mengejar citra,
"emmmm tante, apa itu kekasihnya Agam.
" iya dia kekasihnya Agam, dan saat ini mengandung anaknya Agam,
"baiklah tante biar aku yang mengejar.
Daffa segera mencari citra yang sudah berjalan lumayan jauh meninggalkan area pemakaman. Sampai di pinggir jalan citra menghadang angkutan umum dan bergegas meninggalkan tempat itu, dengan air mata yang tak hentinya menetes.
Daffa yang melihat citra pergi segera mencari mobilnya dan mengejar angkot yang citra tumpangi. Daffa hanya mengikuti citra tanpa memintanya berhenti, sampai citra masuk ke sebuah rumah sederhana.. dan memeluk seorang wanita paruh baya.
"jadi dia tinggal di sini, ucap Daffa dalam hatinya. setelah mengetahui tempat citra tinggal. Daffa segera kembali ke pemakaman yang jaraknya memang tidak terlalu jauh.
di lihatnya dari dalam mobil, rombongan itu sudah mendekat ke parkiran, Daffa segera keluar.
"Kak dari mana? ucap Andini. yang tidak melihat Daffa pergi ke makam Agam.
"tadi ada telpon dari rumah sakit. jadi maaf tidak bisa ikut mengunjungi makam kakamu.
"emmm baiklah ayo antarkan aku pulang ucap Andini..
Andini memang sudah lama menyukai Daffa. tapi ia tipe gadis pemalu jadi hanya mampu memandangi tak banyak bicara pada lelaki yang di sukainya sejak lama. karena itulah Daffa tidak tau perasaannya.
Baiklah sebelum aku antarkan kamu pulang apa kita bisa berbincang sebentar di kafe, deg deg deg hati Andini berdebar mendengar ucapan Daffa,
__ADS_1
apa ka Daffa ingin mengajak aku kencan Andini berkata dalam hati.
"emmmm baiklah aku juga sedang tidak ingin di rumah. kenapa??
"Setelah kepergian ka Agam, rumah begitu terasa sepi,
"mamah hanya berdiam di kamar ka Agam, ia selalu saja menangis di sana.
"papah selalu pergi entah kemana, ia tidak seperti biasanya yang betah di rumah.
Daffa yang mendengar cerita Andini jadi merasa kasihan pada Andini. pasti Andini merasa sangat kesepian. Daffa menggenggam tangan Andini
"kamu yang sabar ya, semua pasti akan kembali seperti dulu lagi,
"mungkin om dan tante masih sangat terpukul dengan kepergian Agam.
Dengan perlakuan Daffa yang begitu manis, akhirnya Andini bisa tersenyum.
"terimakasih kak.
Setelah sampai di sebuah kafe, mereka mengambil meja di pojokan yang terletak jauh dari keramaian.
" kamu mau pesan apa?
"aku apa aja terserah kaka.
"emmm baiklah aku pesankan coklat hangat untukmu.
baiklah Andini menurut saja, karena hatinya begitu senang, setelah sekian lama memendam rasa. akhirnya ia di ajak kencan oleh orang yang di sukainya.
setelah menunggu beberapa menit, pelayanan datang dengan membawa coklat panas dan kopi hitam untuk Daffa.
__ADS_1
" apa kamu mau menambah sesuatu tanya Daffa.
"ahhh tidak perlu ini saja sudah cukup kak.
"baiklah
"Ada yang ingin aku tanyakan padamu.
" emm Apa?
"bagaimana pendapat keluargamu tentang kekasihnya Agam.
"ohh citra maksudmu?
"iya.
"entahlah aku juga belum mengenalnya, tapi mamah dan papah sangat membencinya,
"karena dialah yang menyebabkan kakaku meninggal.
"aku juga sangat membencinya karena dia sekarang keluargaku menjadi seperti ini.
"dia yang membuat mamah begitu sedih atas kepergian kaka. dengan mata yang mulai berkaca kaca. Andini mengingat kondisi mamahnya sekarang.
"heyy kenapa kamu jadi menagis aku kan hanya bertanya.
"maafkan aku membuat kamu sedih ucap Daffa sambil mengusap bahu Andini untuk menenangkannya.
. Jadi keluarga Agam tidak menerima citra dengan baik. justru malah membencinya, mendengar cerita dari Andini, membuat Daffa merasa kasihan dan sedih membayangkan citra dengan kondisi hamil dan tidak di Terima dengan baik kehamilannya orang keluarga kekasihnya.
setelah menghabiskan minuman nya, Daffa mengantarkan Andini untuk pulang.
__ADS_1
visual Daffa dan Andini.