Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bertemu Hasan


__ADS_3

Sebuah Mension dengan bangunan khas Eropa kuno menjadi tempat tinggal Citra dan Daffa saat ini. dengan membawa nani ikut serta tinggal bersamanya membantu Citra mengurus rumah besar yang kini di tinggalinya.


Tut tut tut... Sebuah panggilan video dari Daffa muncul di ponsel milik Citra, dengan cepat Citra menjawab panggilan suaminya yang saat ini sedang pergi bekerja.


" Asalamualaikum sayang dimana anak anak kenapa rumah terlihat sangat sepi ucap Daffa ketika tak melihat anak anaknya yang biasanya selalu mengacu saat dirinya melakukan panggilan bersama Citra.


Wa'alaikumussalam Mas, mereka pergi ke Taman di temani bisa nani. Apa ada sesuatu yang tertinggal Mas menghubungi ku??


"Aku merindukan kalian, itulah kenapa aku menghubungi mu.


Mas, ini gombal saja. kita kan setiap hari selalu bertemu,


" Sayang, anak anak sekarang sudah mulai tumbuh besar, kedepannya mereka akan sering di luar untuk bersekolah, bagaimana jika kita membuatkan adik bayi untuk Deviana.


Apa Mas sudah tidak waras, kehadiran mereka saja sudah membuat rumah sangat bising, bagaimana akan hadir bayi lagi. Aku tidak mau ucap Citra dengan Mencemberut kan bibirnya.


" Mendengar jawaban istrinya membuat Daffa terkekeh senang bisa menggoda istrinya.


 


Sudah hampir tiga jam kenapa nani belum juga kembali membawa anak anak. kemana mereka sebenarnya pergi. apa anak anak membuat ulah. Aku sangat khawatir, aku akan pergi mencarinya saja sekarang. Citra bergegas pergi dengan sepeda motor nya untuk mencari anak anaknya di sekitar komplek, tujuannya kali ini adalah taman komplek yang sering mereka datangi.


 


Tibanya di taman citra mendapati pemandangan yang membuatnya kembali teringat pada masa lalu nya.


Bagaimana bisa seperti ini ucapnya lirih..


Apa mereka juga akan menyakiti anak anakku, aku tidak bisa membiarkan mereka melakukan nya, Citra berlari untuk segera sampai dan membawa anak anaknya.


Rizky apa yang kamu lakukan nak, kenapa kamu bersama orang asing. Ayo cepat pulang mamah tidak mau kamu bersikap seperti ini lagi ucap Citra berapi-api dan segera menarik tangan putranya untuk pergi dari sana.

__ADS_1


Dimana nani kenapa dia membiarkan Rizky bersama orang asing ucapnya dalam hati.


Terlihat wajah Citra menjadi sedikit pucat karena merasa khawatir melihat Rizky bersama dengan laki-laki yang rambutnya sudah sedikit di tumbuh uban tapi terlihat masih sangat gagah di usianya yang sudah tidak lagi muda.


Tunggu nak... ucap lelaki tua itu yang tak lain adalah ayah dari almarhum Agam kekasihnya.


Nak tunggu apa dia anakmu...


Apa dia adalah cucuku.??


Apa dia anak yang kau kandung saat itu nak.


Maaf saya rasa saya tidak mempunyai kewajiban untuk menjelaskan ini pada Tuan, dan kedepannya tolong jangan mengganggu anak anak saya ketus Citra dengan beranjak pergi dari sana.


Rizky hanya diam dan tak berani berkomentar, ia tidak pernah melihat mamahnya begitu cemas padanya seperti ekspresi yang saat ini mamahnya tunjukkan.


Tapi Hasan justru menahan Citra pergi dengan menarik tangan mungil Rizky.


Apa sebenarnya yang tuan inginkan heuh?


" Nak saya hanya ingin memperbaiki yang terjadi di masa itu. ucap Hasan dengan wajah yang mulai lesu ia tertunduk mengingat kembali apa yang ia dan istrinya lakukan dulu. dan entah bagaimana kehidupan Citra selama ini membesarkan bayi dalam kandungannya setelah ia tau Citra mengembalikan semua aset yang Agam berikan kepadanya..


Saya salah saat itu, dan saya minta maaf atas waktu yang lalu, atas apa yang saya dan istri saya perbuat pada kalian saya mohon maafkan saya, dan biarkan saya menebusnya dengan membahagiakan Rizky cucu ku.


Luka lama itu kembali terbuka, ingatan tentang dirinya di hina oleh Yulia yang tak lain adalah ibu dari Agam kekasihnya, kembali tergambar dalam ingatan Citra. Citra tak kuasa menahan perasaan sakit hatinya saat itu dalam kondisi hamil di fitnah ingin menguasi harta kekasihnya.


Tapi saat ini Citra tak dapat menjawab satu katapun hanya air mata yang mengalir membasahi wajahnya,, "Ayo nak kita pulang dan dimana bisa nani nak ucapnya pada Rizky.. Rizky kemudian menunjukkan ke arah dimana nani bersama Deviana.


Hasan hanya dapat menyaksikan kepergian mereka tanpa dapat berbuat banyak, hanya penyesalan yang ada di hatinya, bagimana ia membiarkan cucu kandungnya selama ini hidup dengan susah tanpa ia membantu sedikitpun.


Tapi kenapa mereka ada di sini, apakah gadis itu bekerja di sini pikir Hasan Citra bekerja menjadi asisten rumah tangga di sekitar Mension itu. karena setau Hasan, saat Citra hamil ia masih kuliah dan harta bekerja paruh waktu untuk membiayai kuliahnya. pastilah setelah ia hamil dan memutuskan untuk membesarkan anaknya Citra berhenti kuliah dan bekerja.

__ADS_1


tanpa terasa bulir-bulir air mata itu turun, Hasan tak dapat menahan kesedihannya.


Flashback


Rizky sedang bermain bola di Taman bersama nani dan adiknya Deviana. karena Rizky menendang bolanya terlalu kencang hingga bola itu bergulir menjauh dari nya, ia berlari untuk mengejar bola itu. ternyata bola itu berhenti setelah menyentuh sepasang kaki panjang yang tengah duduk di bangku taman.


pemilik kaki itu tak lain adalah Hasan, yang baru saja datang ke taman setelah pulang dari makam putranya.


Hei nak ini bola mu... ucap Hasan dengan memberikan bola itu pada Rizky, tapi setelah ia memberikan bolanya Hasan justru melihat Putra kecilnya, wajah Rizky sangat mirip dengan wajah Agam saat kecil. matanya yang sipit dan senyumannya..


Tunggu ucap Hasan memberhentikan Rizky yang sudah bersikap untuk pergi. Ohhh putraku... kau adalah putraku kan. apa Tuhan mengirimmu kembali menjadi anak anak. aku tidak perduli itu tapi kau putar ku..


Papah sangat merindukan mu nak. jangan tinggalkan papah nak. papah Mohon maafkan kesalahan papah di masa lalu. papah janji akan menuruti semua keinginanmu. papah janji nak. ucap Hasan di iringi tangisan dengan terus memeluk Rizky kecil.


Kakek.. kenapa kake menangis ucap Rizky yang merasa punggungnya basah oleh air mata Hasan.


Kake??? ucap Hasan mengulang, jadi kau bukan Agam ku, kau bukan putraku. aku sangat merindukan putraku nak wajah kalian sangat mirip, dulu dia seusiamu aku sering membawanya Bermain bola tapi.....


Tapi kenapa kakek??? Kake jangan bersedih yaaa


Tapi dia tak pernah bisa menjadi pemain bola, tubuhnya yang lemah menahannya untuk bebas melakukan hal yang ia sukai, sampai kami juga melarangnya menyukai wanita yang dia cintai hiks hiks hiks itu kesalahan ku yang membuat ku kehilangan dia selama nya..


Ohhh anak kakek hilang dimana,, Aku juga pernah hilang kek, tapi karena mamah ku hebat dia bisa menemukan aku kembali saat aku hilang di mall besar Rizky bercerita dengan sangat polosnya.


Apa kau mau bermain bola denganku nak. ajak Hasan pada Rizky. dan Rizky dengan antusias mengiyakan ajakan itu.


Nani yang melihat Rizky sedang sibuk mengoper bola dengan seorang kakek tua, merasa jika itu tidak akan menjadi masalah untuk nya.


karena sudah cukup lelah bermain Hasan meminta Rizky untuk beristirahat dan kembali duduk di bangku taman.. saat mereka sedang asik berbincang tiba-tiba saja Citra datang dengan mimik wajah cemas menuju ke arahnya


Flasback end.

__ADS_1


__ADS_2