Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 44 Tugas luar kota


__ADS_3

Brukkkk


Andini menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Andini memeluk gulingnya dengan erat, dengan posisi tengkurap dan memeluk gulingnya Andini menangis tersedu.


hiksss hiks


"Kenapa hidupku semenydihkan ini Tuhan. hiks hiks, kenapa engkau hadirkan aku di Dunia ini, jika aku tidak di harapan oleh orang tuaku sendiri, kenapa engkau biarkan aku hidup tanpa bisa memiliki apa yang aku inginkan.


"Kenapa ini semua harus terjadi pada hidupku Kenapa hiks hiks


Prakkkkk Andini melemparkan botol parfum yang terbuat dari kaca ke cermin meja riasnya.


"kenapa ka Daffa gak bisa cinta sama aku?


apa kurangnya aku kak. aku bisa mencoba menjadi seperti yang kaka inginkan, kenapa kaka tidak memberi aku kesempatan.


" Aku memang wanita sial tidak ada yang menginginkan aku. lebih baik aku mati saja. teriak Andini.


"Tidak sayang... Yulia berteriak dan berhamburan memeluk anaknya jangan bicara seperti itu lagi. mamah tidak punya siapa siapa lagi selain kamu. Yulia pun menangis sambil memeluk putrinya.

__ADS_1


sejak tadi Yulia yang melihat putrinya pulang dengan berlinang airmatanya segera menyusul ke kamar Andini. ia mendengar semua ucapan putrinya itu. hatinya hancur mendengarnya, meski Andini adalah anak yang ia adopsi. tapi rasa sayang yang di berikan oleh Yulia tidaklah kurang sedikitpun, ia selalu memberikan yang terbaik untuk anak anaknya.


Aku gak mau kehilangan anakku lagi. aku harus lakukan sesuatu sekarang. aku tidak ingin kejadian seperti Agam terulang. aku gak mau lagi kehilangan anakku. Yulia terus berucap dalam hatinya.


Selama dalam perjalanan pulang ke apartemen Citra dan Daffa banyak berbincang tentang kehidupan mereka sebelum menikah.


sampai akhirnya Daffa mengatakan kalo dia di tugaskan ke luar daerah dalam dua minggu ke depan.


"Citra, dua minggu lagi aku ada kerjaan di luar daerah. menurut kamu gimana?


"aku sih gpp mas. lagian itu kan memang sudah menjadi kewajiban mas sebagai dokter untuk mengabdi pada masyarakat.


"aku kan sudah bilang mas. aku gpp.


"Ahhh baiklah kalo memang kamu tidak keberatan, kamu harus bersiap untuk mengemasi barang barang yang akan kamu butuhkan selama kita di sana.


"Maksud mas Daffa? aku...


Citra belum selesai bertanya, namun Daffa sudah bisa menangkap maksdnya.

__ADS_1


"Aku akan bawa kamu bersamaku, bukankah kita sepasang suami istri? di sana tempat nya agak jauh dari kota, jadi akan sulit mendapatkan barang barang yang akan kamu butuhkan selama di sana. karena kita akan tinggal di sana sekitar dua bulan, bagaimana apa kamu keberatan??? Daffa ingin memastikan lagi bahwa istrinya akan setuju dengan perjalanan nya kali ini.


"memang kita akan pergi daerah memana mas?


"Puncak di kota B. di sana pemandangan nya sangat indah, juga lebih sedikit polusi udara, itu sangat bagus untuk kesehatan kamu. makanya aku bermaksud membawa kamu ke sana. Anggap saja kita berbulan madu di sana. bagaimana.


Deg. jantung Citra seperti berhenti sejenak. mendengar kata bulan madu. apa yang akan merka lakukan selama berbulan madu.


Apa mas Daffa akan meminta haknya sebagai suami di sana. apa lagi tadi dokter mengatakan kalo masa kehamilan tetep boleh melakukan hubungan suami istri. memikirkan itu wajah Citra jadi memerah.


Daffa yang melihat wajah istrinya memerah juga napak kecemasan di sorot mata Citra. Daffa segera menepikan mobilnya.


"Citra apa kamu baik baik saja? di raihnya wajah Citra di sentuh kening istrinya tapi tidak demam pikirnya dalam hati, lalu kenapa wajah Citra memerah.


Citra yang mendapat perlakuan secara tiba-tiba oleh suaminya segera menepikan tangan suaminya.


"Mas aku tidak apa apa. aku baik baik saja Oke. kamu jangan berlebihan.


"ahhh syukurlah, aku fikir kamu sakit. wajahmu merah sekali tadi. Daffa menarik nafas panjang dan membuangnya kasar, perasaannya lega. setelah tau istrinya baik baik saja.

__ADS_1


__ADS_2