Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 8 kehilangan pekerjaan


__ADS_3

Chiko yang mendengar dan melihat perlakuan Agam kepada kakaknya sangat geram, tapi juga tidak bisa melakukan apapun untuk membantunya melihat dari postur tubuh Agam dan dirinya berbeda jauh, ia pasti kalah jika harus membela kakaknya dengan berlaku hantam dengan kekasih kakaknya itu. hati dan perasaannya ingin sekali memukul lelaki yang di pacari oleh kakaknya. Chiko hanya dapat mendengarkan semua kemarahan lelaki itu pada kakaknya.


Sinar matahari menyambut hangat pagi itu.


selepas sarapan Citra berpamitan kepada Ayah dan ibunya, untuk segera berangkat ke kampus.


di kampus, Citra di sambut oleh kedua temannya, Sinta dan putra,


"Hai Cit..., ga ada kelas pagi ini, dosennya ga masuk ucap Sinta,


"Aayo kita ke kafe ngopi ngopi cantik dulu, sambung Putra.


"jadi sekarang lo ngaku put, kalo lo itu Cantik. hahaha ledek Sinta.


"yee sialan lo. kalo gue ya mau ngopi tampan. udah ayo kita ke kafe xxxx Citra memotong.


merekapun pergi ke kafe.


selesai kuliah jam tiga sore. Citra langsung pamit pulang pada sahabatnya. karena malam ini ia harus bekerja.


kafe tempat Citra manggung, Citra langsung di panggil oleh manager kafe.


" ada apa mba anggi?


"!Citra mulai sekarang kontrak kerja kita putus, dan ini gaji terakhir kamu. memberikan amplop coklat.


"tapi mba, saya tidak pernah absen. apa kesalahan saya? Citra menahan lelehan air mata nya.


"kamu tanya salahmu apa, setelah membuat barista kafe masuk rumah sakit.


" maksud mba anggi apa?


"saya tidak mengerti.

__ADS_1


"Citra pacar kamu itu sudah menghajar asep, salah satu karyawan kami. oleh karena itu dengan sangat berat hati saya memutuskan hubungan kerja kita.


" apahh? Citra tidak percaya Agam berbuat sejauh ini.


"aku harus menemuinya. kenapa dia bisa sebodoh ini. tidak memikirkan orang lain, celetuknya dalam hati.


turut


tuut


tuut


nomor yang ada tujuan sedang tidak aktif. suara operator telpon yang di dengarnya. kemana sih Agam, kenapa dia sangat menyebalkan sekali.


tuut


tuut


tuut...


"Citra kamu dimana nak?


" masih di kafe bu, ada apa?


"Ayah kamu nak,


" Ibu, Ayah kenapa bu?


"Ayah masuk rumah sakit nak. cepatlah ke sini.


Di rumah sakit Mutiara kasih, Citra mendapati ibu dan adiknya sedang duduk di depan ruangan yang tertulis UGD di papanya.


Citra segera berlari, Bu. ibu gimana keadaan ayah bu. tanpa terasa airmatanya membasahi pipi putih Citra, ibunya tidak menjawab hanya menitikan airmata,

__ADS_1


kreeeek


suara pintu terbuka, seorang dokter muda keluar dengan wajah yang tidak bisa di baca.


" dokter bagaimana keadaan Ayah saya dok?


"nona yang sabar, ucap dokter itu dengan suara dingin. saya sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkehendak lain. maafkan saya Ayah kamu sudah tiada. ucapan itu bagai petir yang menyambar, membuat Citra tidak bisa berbicara sepatah katapun.


tiba tiba ibunya pingsan mendengar berita tersebut.


" ibu teriak chiko,


" kak ibu pingsan. ayo kita bawa ibu ke perawatan. setelah membawa ibunya ke kamar perawatan. Citra menghampiri jasad Ayah nya,


"Ayahhh Citra meneriakkan panggilan untuk ayahnya berharap ayahnya akan menjawab panggilannya, air mata sudah tumpah ruah di wajah cantiknya. ia amat terpukul dengan kenyataan yang di hadapan nya.


" Ayah kenapa pergi? hiks hiks hiks


"setelah ini siapa yang akan menjaga Citra ayah?


ia terisak sambil memeluk jasad ayahnya yang sudah kaku itu.


"ya Allah cobaan apa ini yang engkau berikan? aku baru saja kehilangan pekerjaanku, sekarang aku harus kehilangan orang yang amat aku cintai. dadanya terasa sesak memikirkan nasibnya yang tidak baik itu.


suasana di pemakaman, hujan rintik membasahi tanah pagi itu. ibu Citra tidak ikut ke pemakaman suaminya, ia tidak sanggup kehilangan separuh jiwanya.


"Ayah kenapa Citra harus menabur bunga di sini? apa Ayah sudah bosan memarahi Citra yang nakal ini Ayah??


"Citra janji akan jadi anak yang baik Ayah, Citra mohon Ayah kembali.


Agam yang melihat kekasihnya begitu hancur hanya bisa memeluk untuk sedikit menenangkan.


"sudah sayang kamu yang ikhlas, kasihan Ayah kalo kamu seperti ini. aku tidak sanggup melihatmu seperti ini Citra ucapnya dalam hati

__ADS_1


.


__ADS_2