
tok tok tok
"Daffa apa kamu masih tidur nak?
"tidak bun, Daffa sudah bangun. Daffa segera membukakan pintu kamarnya.
" ada apa bun?
"Ayo makan bunda sudah menyiapkan makanan kesukaanmu.
" iya Bunda sebentar lagi Daffa akan turun. Bunda apa ayah sudah pulang?
" Bunda sudah menghubungi kata ayahmu sebentar lagi akan pulang.
Di meja makan tersaji banyak menu makanan kesukaan Daffa.
"Aku sangat merindukan masakan bunda.
" kalo kamu merindukannya makan lah yang banyak.
Bambang segera menghampiri anak dan istrinya di meja makan,
melihat Daffa makan dengan lahap, membuat Bambang tersenyum,
"Apa Ayah akan kehabisan menu makan siang ini?
"Ayah, sudah pulang.
" sudah Bunda,
"lihat anak kesayanganmu bahkan dia tidak ingin membagi makanan dengan ayahnya.
"Bunda memasakan ini untukku yah,
__ADS_1
"kenapa ayah bicara seperti itu.
"jika ayah mau, ayah kan bisa meminta bunda untuk memasaknya lagi.
"Dasar anak nakal Bambang terkekeh melihat tingkah anaknya yang sudah dewasa tapi masih manja pada orang tuanya.
"Baiklah karena suasana hatiku sedang baik, aku akan membaginya untuk Ayah. mendengar ucapan anaknya Bambang mengacak rambut anaknya.
"Setelah selesai makan siang.
"Apa ayah akan kembali ke rumah sakit?
"tidak nak. hari ini anakku baru saja pulang setelah berbulan bulan meninggalkan rumah, mana mungkin aku meninggalkan nya untuk bekerja.
"Aku sudah semakin tua nak.
" Daffa tau itu, bahkan rambut Ayah sudah mulai memutih ucap Daffa sambil tertawa.
"Aku hanya bercanda ayah, jangan terlalu serius. tidak baik untuk kesehatan Ayah.
" di usia lanjut Ayah harus lebih sabar agar tekanan darah ayah tidak naik.
mendengar ucapan anaknya Bambang beranjak dari duduknya dan segera menarik telinga Daffa.
"Kenapa anak ini semakin Dewasa tapi tingkahnya justru seperti anak kecil.
" Dan kenapa kau pulang tidak membawa anak orang untuk kau nikahi saja.
"Ayah lepaskan. kasihan anak kita baru saja pulang. Dia kan hanya bercanda.
mendapat pembelaan dari Bundanya Daffa tersenyum menang pada ayahnya.
Bambang hanya dapat tersenyum melihat tingkah konyol anaknya.
__ADS_1
"Emmmm.....
Daffa berdehem untuk mencairkan suasana.
"Ayah Bunda, sebenarnya adalah hal yang ingin Daffa sampaikan.
"apa yang ingin kamu sampaikan nak?
"Ayo ada apa katakanlah kata Bambang pada anaknya.
Daffa sedikit ragu ragu untuk mengatakan tujuannya untuk menikahi citra.
Dengan menarik nafas dalam dalam Daffa mencoba meyakinkan dirinya sendiri. di hembuskan kasar nafasnya.
"Bunda Ayah, Daffa ingin menikah.
mendengar ucapan anaknya terpancar kebahagiaan di wajah Ani. bagaimana tidak, Ani sudah beberapa kali memperkenalkan anak kerabatnya untuk di jodohkan dengan Daffa, tapi Daffa selalu memberi alasan untuk menolaknya. padahal jelas jelas Daffa belum memiliki kekasih saat itu, kejadian tujuh tahun lalu membuat Daffa menutup diri pada perempuan.
"Nak apa yang kamu katakan. apa kau sungguh sungguh ingin menikah, Ayah..... bunda sangat bahagia mendengarnya kata Ani.
dengan berlinang air mata di pipinya Ani segera memeluk putranya.
"Ini kabar baik Bunda, anak kita akan segera menikah dengan wajah berbinar Bambang segera merangkul anaknya.
Bambang dan istrinya sudah menunggu lama hal ini. rumah mereka yang besar terasa begitu sepi apa lagi semenjak Daffa memutuskan untuk kuliah di luar kota. Bambang dulu sangat melarang anaknya pergi merantau untuk berkuliah. tapi Ani yang melihat anaknya begitu hancur setelah di tinggal menikah orang kekasihnya sedikit melunak dan merelakan anaknya pergi, untuk mengusir kegalauan hati anaknya, Ani berpikir mungkin di luar sana Daffa akan segera menemukan pengganti Aisyah.
Namun setelah meninggalkan rumah bertahan tahun Daffa tak kunjung membawa pulang gadis yang di pacari. Daffa terlalu fokus pada pendidikan dan citra citanya.
Dulu Daffa sempat memiliki seorang adik perempuan, pada saat adiknya berusia lima tahun mengalami demam tinggi di sertai kejang kejang yang merenggut nyawanya.
Dari kejadian itulah Daffa memutuskan ingin menjadi dokter anak. agar ia bisa menyelamatkan nyawa anak anak kecil yang tidak berdosa.
Mendengar Daffa akan menikah. akan membuat rumah ini kembali ramai seperti dua puluh tahun lalu. Bambang dan Ani begitu menginginkan seorang cucu yang akan meramaikan kembali rumahnya dengan banyak mainan anak-anak dan suara tangisan bayi.
__ADS_1