
Tut tut tut...
Halo Citra, lo kenapa? terdengar suara Sinta yang mendapat npanggilan telpon dari Citra begitu merasa khawatir.
Sin, apa lo bisa ke sini? Oke oke gua langsung ke sana sama putra ya.
Sekitar satu jam kemudian Sinta dan putra sampai di apartemen Citra. Suara bel yang di bunyikan Sinta dan putra membuat Citra harus beranjak dan membukakan pintu untuk sahabat itu.
Setelah di terbuka, Sinta dan putra mendapati sahabat terlihat seperti kurang tidur, terkait wajahnya yang kusam juga lingkaran hitam di sekitar matanya.
"Apa lo gak tidur semalam? samapai mata lo keliatan serem seru Sinta.
"Apa Daffa ga pulang lagi lanjutnya menanyakan pada Citra.
hiks hiks hiks Citra justru menagis. dengan sigap para sahabatnya mendekap Citra.
Sinta membawa Citra untuk duduk di sofa.
"ada apa sebenarnya sih. kenapa lo jadi kaya gini putra ikut memperhatikan sahabat yang tampak kacau itu.
"Mas Daffa, di bawa polisi. hiks hiks hiks
"hahh Sinta membulatkan matanya mendengar pernyataan Citra membuatnya sangat kaget. begitu juga dengan putra.
"tapi kenapa dia di bawa polisi, putra bertanya.
"Katanya dia memperkosa seorang wanita. hiks hiks hiks.
"Ya Allah lo yang sabar ya. Sinta memeluk Citra dan mengusap punggungnya.
"Kenapa bisa begini apa lo udah tanya kebenarannya sama Daffa?
__ADS_1
Citra hanya menggelengkan kepalanya.
"Terus dia ditahan di Polsek mana? putra bertanya.
"Aku ga tau. makanya aku minta tolong sama kalian untuk bantu aku cari mas Daffa.
"Yaudah nanti kita bantu cari ya. sekarang lo udah makan belum? Citra hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Sinta.
"put, lo beliin makanan pertamanya dulu gih. gue bantu Citra siap siap dulu.
" Oke, Putra bergegas mencari makanan untuk sahabatnya. sedangkan Sinta membantu Citra untuk bersiap.
yaudah sekarang lo mandi dulu sana.
"Sin. apa yang harus kita bawa untuk mas Daffa?
"bawain makanan kesukaannya dia aja. sama bawa ponselnya dia. baiklah aku pesen makanan online dulu ya. sekitar setengah jam akhirnya mereka sampai di Polsek terdekat setelah bertanya akhirnya Citra mendapat informasi bahwa suaminya sudah di pindahan ke rutan xxxx Citra dan kedua sahabat segera bergegas menuju rutan tersebut. setibanya di sana hanya boleh perwakilan saja yang mengunjungi tahanan, dan Citra yang pergi untuk menemui suaminya.
"Mas Daffa, ucapnya lirih. betapa bahagianya Daffa melihat Citra datang untuk menemuinya. ia pikir Citra sudah tidak akan mau menemuinya setelah mendengar apa yang polisi katakan padanya. karena terlalu senang Daffa tanpa sungkan meraih Citra ke dalam pelukannya dan menghujani Citra dengan begitu banyak ciuman di keningnya.
"Apa kamu baik baik aja. ap kamu sudah makan?
"apa kamu, Daffa memburu Citra dengan banyak pertanyaan tapi Citra memotong nya.
"aku baik mas dan aku sudah makan. Sinta dan putra yang mengurusku.
"Alhamdulillah, aku lega mendengarnya.
"bagaimana dengan ibu? apa dia sudah tau tentang ini. tidak mas, aku belum menemuinya. Citra memaksakan senyum aku juga bawa ini. Citra menunjukkan makanan kesukaan suaminya itu.
"terimakasih Citra, maaf seharusnya aku.
__ADS_1
"sudah cukup mas, ayo kita makan dulu selagi hangat.
Daffa makan dengan terburu buru, walaupun sebenarnya ia sama sekali tidak berselera untuk makan. Daffa hanya ingin Citra tidak Menghawatirkan dirinya. setelah menghabiskan semua makanan yang di bawakan oleh Citra.
Citra mengulurkan ponsel milik Daffa. Hubungi orang yang bisa membantu mas keluar dari tempat ini.
Terimakasih Citra. Daffa segera menyambut ponselnya dan menghubungi seorang avokad yang di kenalnya. dan menceritakan sedikit masalahnya.
saat Daffa berbicara dengan pengacaranya tidak sedikit yang Citra dengar. dan membuatnya semakin penasaran alasan Daffa bisa berada di sana.
"Mas, bisa tolong kamu ceritakan ngejadiin sebenarnya, kenapa kamu sampai melakukan ini.
Daffa menarik dalam nafasnya dan mulai bercerita.
"Sebenarnya aku tidak yakin aku melakukannya. hanya saja semua bukti dan tuduhan itu memang seperti aku lah pelakunya.
"siapa wanita itu Mas?
"sore itu sepulang aku dari rumah sakit, Andini memintaku menemaninya mencari hadiah untuk orang tuanya, tapi tiba-tiba Andini berkata kalo dia merasa pusing, aku segera mengajarkan dia pulang.
"saat aku akan kembali ke rumah tiba-tiba aku tidak ingat apa yang terjadi. samapai saat aku terbangun aku dan Andini berada di kamar yang sama, dengan keadaan tanpa busana. aku tidak tau apa yang terjadi saat itu.
Citra mendengarkan dengan seksama. tiba-tiba daffa menarik tangannya,
"Apa kamu percaya bahwa aku melakukannya?
"Tidak mas. sekarang justru aku mengerti, dulu Agam pernah bercerita kalo mamahnya bisa melakukan apapun untuk mendapatkan sesuatu yang di inginkan, mungkin saat ini dia menginginkan kehidupan aku hancur mas. jadi dia melakukan ini padamu. tutur Citra dengan sangat polosnya.
Daffa justru tersenyum mendengar perkataan Citra. karena memang Citra tidak tau kalo sebenarnya sudah sejak lama adik dari mendiang sahabatnya menaruh rasa padanya.
"ini sudah sore. kamu pulang lah. tidak lama pengacaraku akan datang. pulang dan istirahatlah, aku berjanji akan segera terbebas dari tuduhan ini.
__ADS_1
"hemmm iya mas. Citra mencium tangan suaminya dan hendak berlalu tapi Daffa kembali menariknya dan memberinya pelukan yang hangat.