
Ani menemui Citra di kamarnya. terlihat Citra sedang berdiri di balkon kamarnya. matanya terpejam tapi hatinya tidak sedamai lagit malam itu.
"Nak. Ani menyentuh bahu Citra dengan lembut. Bunda. Citra menyambut nya dengan senyum mengembang.
" Citra apa bunda boleh meminta sesuatu darimu nak.
"Bunda bicara apa. pasti Citra akan memberikan apa yang bunda inginkan. Citra masih mengembangkan senyuman di wajah cantiknya.
Ani sangat gugup dan bingung untuk menyampaikan keinginannya. Ani menggigit bibir bawahnya dengan perasaan sangat getir. tangannya mengenggam kedua yang Citra dengan sangat erat. membuat Citra mengerti bahwa ibu mertuanya tidak baik baik saja.
"Bunda, apa yang bisa Citra lakukan untuk bunda.
"Nak, apa kamu mau berjanji pada bunda.
"berjanji untuk apa bunda?
Berjanjilah Citra, kamu tidak akan membenci bunda dan tidak akan menyalahkan bunda. Tiba-tiba air mata Ani mengalir begitu saja. rasanya sangat sulit untuk mengatakan ini.
"Bunda kenapa menangis, Citra mengusap lembut pipi ibu mertuanya dengan ibu jarinya.
"Nak, bolehkah bunda meminta restumu untuk Daffa menikahi perempuan itu.
Dug
dug
dug
jantung Citra berdetak sangat cepat. membuat Citra kesulitan untuk bernafas, dadanya terasa amat sesak mendengar permintaan ibu mertuanya. Air mata Citra sudah tidak dapat di tahan lagi dan mengalir begitu saja. rasanya seperti kehilangan tenaga. kakinya tak mampu lagi menopang tubuhnya.
Citra terduduk di lantai balkon kamarnya dengan berlinang air mata. Ani yang melihatnya juga merasakan rasa yang sama. begitu sakit dadanya untuk bisa mengatakan keinginannya pada Citra.
__ADS_1
hiks hiks hiks, Citra semakin terisak dalam tangisnya, bagaimana tidak, ia baru saja memberikan cinta dan hatinya untuk suaminya.
dan sekarang. ibu mertuanya meminta Citra untuk memberikan suaminya pada wanita lain.
"Nak bunda tidak meminta kamu bercerai dengan Daffa, tapi tolong izinkan Daffa untuk menikah lagi dengan wanita itu. ani sebenarnya sangat tidak tega mengatakan hal ini.
sebagai seorang wanita Ani faham betul seperti apa perasaan Citra sekarang, tapi Ani juga tidak memiliki pilihan lain, ia tidak ingin melihat anak semata wayangnya menghabiskan sisa waktunya di dalam jeruji besi.
ibu mana yang tega melihat anaknya berada di dalam penjara dengan makanan seadanya tempat yang sempit dan lembab. Ani benar benar tidak bisa melihat Daffa seperti sekarang.
Apapun akan di lakukan oleh seorang ibu untuk anak anaknya. seperti keinginan ani untuk menikahkan Daffa dengan Andini, agar Daffa bisa cepat terbebas dari tuduhannya.
"Apa yang bunda katakan, Apa benar bunda ingin mas Daffa menikahi wanita itu.
"Citra maafkan bunda nak bunda tidak punya pilihan lain. cuma ini satu satunya cara agar Daffa bisa terbebas dari tuduhannya. Daffa harus bertanggungjawab dan menikahinya.
"Bunda tau, ini berat untukmu nak. tapi bunda hanya manusia biasa. bunda seorang ibu, tidak ada ibu di dunia ini yang tega melihat anaknya dalam keadaan sulit seperti ini.
hiks hiks hiks
Citra tidak dapat berkata-kata. hatinya teramat sakit memikirkan semua ini.
"Kamu sebentar lagi anakn menjadi seorang ibu, sama seperti bunda. pasti kamu bisa merasakannya nak.
"bunda tau ini sulit untuk kamu Terima nak. tapi bunda mohon sama kamu, kalo perlu bunda akan berlutut di hadapanmu nak. hiks hiks hiks
Ani tiba-tiba membungkukkan punggungnya dan akan bersujud di hadapan Citra,
" Bunda...
"apa yang bunda lakukan, Citra mengangkat bahu ibu mertuanya itu. Bunda Citra mohon bunda tidak perlu melakukan ini.
__ADS_1
"Citra mengerti semuanya. Citra akan setuju dengan keinginan bunda. Mas Daffa sudah banyak membantu Citra bunda, dia mengurus Citra dengan sangat baik.
"Citra juga tidak tega melihat mas Daffa berada di dalam penjara hiks hiks hiks
Citra juga ingin mas Daffa segera terbebas.
"Cuma dengan cara ini Citra bisa membantu mas Daffa.
"Mas Daffa sudah banyak membantu Citra. Citra tidak mungkin mengecewakannya bunda. hiks hiks hiks citra berkata dengan terus menagis.
"Terimakasih nak. terimakasih sayang Ani memeluk Citra dengan sangat erat mereka menangis bersama.
"maafkan bunda nak. bunda terpaksa harus melakukan ini.
"Tidak bunda, bunda tidak perlu meminta maaf, Citra juga akan segera menjadi seorang ibu. apa yang bunda lakukan sekarang mungkin juga sama akan Citra lakukan jika posisi Citra seperti posisi Bunda sekarang.
Setelah di rasa Citra cukup tentang. Ani berpamitan untuk kembali ke hotel. tapi Ani meninggalkan seorang pelayan wanita di apartemen Citra, untuk membantu mengurus apartemen dan keperluan Citra.
Citra merebahkan tubuhnya di tempat tidur dengan posisi menyamping pintu balkon kamarnya sengaja di buka lebar lebar olehnya. Citra ingin angin segar masuk ke dalam kamarnya karena ia merasa sangat sesak udara di kamarnya.
matanya menyapu pemandangan langit malam, terlihat banyak Bintang di sana. suasana langit yang begitu romantis. mengingatkan Citra kembali pada keinginan ibu mertuanya untuk memberikan izin suaminya berpoligami.
"Ya Allah berikan aku kekuatan untuk melewati semua ini. hiks hiks hiks
"Apa hati ini akan ikhlas menerimanya. kenapa semua ini harus terjadi pada kehidupanku. kenapa begitu banyak drama di kehidupanku.
"Apa aku bisa berbagi kamu dengan perempuan lain mas, hiks hiks hiks, sejauh ini saja kamu belum bisa mencintaiku mas, bagimana setelah kejadiannya nanti.
"kenapa aku harus terjebak di situasi yang sulit.
"apa aku harus melepaskanmu sekarang mas.
__ADS_1