Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 55 Kemesraan ini janganlah cepat berlalu


__ADS_3

Sekitar satu jam Daffa dan putra baru menyelesaikan acara memanggangnya. Citra dengan cekatan masuk ke dalam rumah dan mengambil beberapa piring. sedangkan chiko membuat teh hangat untuk teman menyantap barbeque yang mereka buat. di teras rumah yang sudah di siapkan meja datar untuk lesehan. Citra menata piringnya di meja sudah ada saus tomat saus cabai dan mayones ada juga saus rasa sapi panggang saus itu tertata di atas meja.


"Mari makan, ucap Sinta dengan tidak sabaran ia langsung menyambar sosis rasa sapi dengan ukuran jumbo. di olesi dengan saus tomat juga saus cabai sebelum di lahap nya.


putra mengambil udang dan di olesi mayones juga di beri saus sapi panggang.


sedangkan Daffa mengambil sosis sapi dengan olesan mayones juga saus cabai.


Sementara chiko sudah mengambil lobster dan di kupasnya udang besar itu. dagingnya yang berwarna putih di celupkan ke saus sapi panggang, tapi ia tidak langsung memakannya justru memberikan lobster itu untuk kakanya makan, chiko menyuapi Citra dengan lembut.


sontak semua mata tertuju pada adik kaka yang begitu romantis itu.


bahkan Citra tidak sungkan untuk melahap lobster yang di berikan adiknya itu.


Putra menyenggol lengan Daffa sambil berkata, Masa lo kalah saing sama anak ingusan ini dengan meyorotkan matanya pada chiko.


"buruan gantian lo suapin istri lo. ucapan putra menantang Daffa.


Daffa yang masih memegang tusukan sosis sisa gigitannya, ia tambahan lagi saus sapi panggangnya dan menyodorkan ke hadapan Citra,


wajah Citra sangat merona mendapat perlakuan yang tidak biasa dari Daffa, tapi Citra membuka mulutnya dan mengigit kecil sosis itu dengan malu malu.

__ADS_1


perlakuan Daffa mendapat tepuk tangan dari Sinta.


" so sweet banget sih kalian.


" jomblo jadi iri nih Sinta berkata dengan tangan yang di katupkan.


Mereka terus menikmati makanannya.


dan Daffa terus menyuapi Citra. dengan berbagai jenis makanan yang tersaji di sana. sekarang Citra tanpa malu lagi menerima makanan yang di berikan Daffa.


putra yang melihat sahabatnya mendapat suami yang menurutnya cocok untuk Citra. sangat senang sampai ia menyanyikan sedikit lirik lagu dari iwan fals


Kemesraan ini


Kemesraan ini


Inginku kenang selalu


Hatiku damai


Jiwaku tentram di samping mu

__ADS_1


Hatiku damai


Jiwa ku tentram


Bersamamu


suara tawa dan canda mengiringi malam itu hingga larut.


karena waktu sudah larut, Daffa meminta Citra untuk segera masuk ke rumah. menurutnya Angin malam tidak bagus untuk kesehatan


malam itu Fatimah hanya menyendiri di kamar, ia tidak berniat untuk bergabung dengan Anak-anaknya, hatinya seperti teriris melihat mereka berkumpul di halaman rumah membakar makanan yang dulu sering ia lakukan bersama mendiang suaminya.


Ia teringat dengan kebersamaan bersama suaminya dulu. mereka sering menghabiskan waktu bersama untuk mengisi akhir pekan mereka.


tawa canda saat saat itu masih teringat jelas di hati dan pikiran Fatimah. bahkan ia masih ingat saat chiko dan Citra berebut lobster bakar. saat ini semua kenangan itu seperti pisau belati yang mengiris iris hatinya.


Fatimah duduk di ranjang tempat ia dan suaminya tidur menghabiskan malam bersama, semua kenangan indah bersama suaminya seperti video yang di putar di TV semua kejadian di rumah itu terlintas di kepala Fatimah. senyum suaminya yang ramah ia ingat terus saat suaminya berlari lari mengejar anak anak mereka saat anaknya masih kecil kecil.


"Hatiku sakit yah. mengingatnya. aku sangat merindukanmu. air mata Fatimah mengalir begitu saja. di pelukannya foto keluarga mereka. rasanya Fatimah begitu merindukan pelukan mendiang suaminya.


"semoga Allah memberikan tempat terbaiknya untuk mu yah. ibu merindukanmu hiks hiks tangisannya pecah Fatimah tak dapat lagi menahan dirinya ia menangis sejadi jadinya sambil terus memeluk foto keluarganya. tunggu ibu di sana yah.

__ADS_1


"ibu masih harus menjaga chiko saat ini. setelah chiko dan Citra hidup dengan bahagia, ibu akan dengan tenang meninggalkan mereka dan menyusulmu yah. tunggu ibu Ayah. hiks hiks..


__ADS_2