Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
I Love You


__ADS_3

"Serahkan semua kepada Allah, semua yang terjadi atas kehendak nya" Ucap Fasha, Ummi pun mengangguk dan duduk di bangku yang tersedia di sana.


Tak lama kemudian Rayyan pun keluar dari ruang ICU.


"Loh kok kamu sendiri? dimana baby Maira?" Tanya Ummi yang semakin menunjukkan raut wajah panik nya.


"Baby Maira masih di dalam sama nenek dan umi nya" Jelas Rayyan.


"Maysa sudah sadar?" Tanya Ummi dengan senyum yang menghiasi wajah teduh nya.


"Alhamdulillah sudah Ummi" Sahut Rayyan.


"ALHAMDULILLAH!!" Seru semua orang yang tengah menunggu kabar baik di depan ruang ICU itu.


Rayyan pun segera di peluk oleh Abah yang saat itu merasa sangat lah bahagia mendengar berita yang sangat membahagiakan itu.


Setelah memastikan bahwa kondisi Maysa sehat ia pun di pindahkan di ruang rawat inap.


Tiga hari kemudian...


Pagi hari di ruang rawat...


"Sayang kamu makan dulu ya kan kata nya mau pulang, sini mas suapin deh" Ucap Rayyan dengan mengisi piring kosong menggunakan nasi dan lauk pauk.


"Emm... baby Maira aja belum mandi kok" Sela Maysa menolak untuk sarapan.


"Baby Maira nya biar nanti di mandiin bunda, kamu makan dulu buat isi ulang Asi nya, kalau baby Maira nya mau nyusu terus belum di isi kasihan dong, dia mau minum apa coba?" Rayyan berusaha membujuk Maysa agar dia mau sarapan.


"Tapi... "


"Udah udah kamu nggak usah banyak mikir, kamu tinggal buka mulut lalu kunyah dan telan aja ya! ok" Ucap Rayyan sambil menyendok kan makanan dari piring yang ada di tangan nya.


Akhir nya Maysa pun mau makan dengan di suapi oleh Rayyan.


"Makan yang banyak biar ASI mu juga dapat mengenyangkan baby mu" Zulfa yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu segera menggendong baby Maira untuk di mandi kan nya. Sedangkan Maysa hanya tersenyum juga menganggukkan kepala nya karena mulut nya penuh dengan makanan yang masih ia kunyah sebelum di telan nya.


"Uuutututu cucu oma yang paling cantik tang ting tung ting tak ting tung, ayo mandi ayo mandi" Zulfa menggendong baby Maira dengan bersenandung ria bahkan suara nya pun ia rubah menjadi seperti suara anak kecil.


"Hehehe... bunda, bagaimana kalau ada dokter lain yang melihat mu seperti itu, hahaha... " Tawa Maysa pecah karena melihat tingkah bunda nya yang bersenandung ala anak kecil itu.


"Ya biar saja, memang nya kenapa? orang bunda lagi seneng kok, ya Maira ya oma nya lagi ceneng ya main cama Maila ya, uuuuch cucucuucu... comel comel si comel comel" Sambil melangkahkan kaki menuju kamar mandi Zulfa terus saja bersenandung, Maysa dan Rayyan hanya bisa terkekeh kecil melihat kelakuan Zulfa.


"Oh iya sayang, nanti mau pulang kemana?" Tanya Rayyan yang membuat Maysa tiba-tiba merindukan rumah mereka berdua yang sudah lumayan lama tidak mereka tempati.


"Kita ke rumah kita aja gimana mas? nanti biar Ummi, Abah, Bunda, dan Ayah menginap di rumah kita" Ide Maysa pun dituruti oleh Rayyan.


Sore hari ba'da sholat asar Rayyan dan Maysa juga baby Maira pun pulang dari Klinik dan mereka menuju rumah Rayyan dan Maysa yang sudah berbulan-bulan tidak ia tempati.


Zulfa pun akan menyusul mereka malam nanti dan untuk beberapa hari ke depan tanggung jawab klinik akan di serahkan sementara kepada Andre.


Selang lima belas menit...


Ummi bersama Fasha dan Abah baru saja tiba di klinik mereka menemui Zulfa yang sedang duduk di dalam ruangan nya, karena sebelum nya mereka mengunjungi ruang rawat yang di gunakan Maysa beberapa hari yang lalu, namun kosong, ruangan itu sudah rapi dan sepi tak berpenghuni.


"Assalamu'allaikun dok?" Ummi mengucap salam ketika mereka sudah berada di depan pintu masuk ruangan Zulfa.

__ADS_1


"Waalaikumussalam" Sahut Zulfa dengan suara yang ramah khas suara dokter.


"Eh Ummi, ada apa Ummi? masuk Ummi masuk" Zulfa segera beranjak dari duduk nya dan menyambut besan nya itu dengan sangat ramah.


"Terimakasih dok, saya cuma mau tanya, itu... Itu apakah Maysa dan Rayyan sudah pulang? saya lihat kamar nya sudah rapi dan kosong" Tanya Ummi dengan nada yang lembut.


"Oh iya paling sekitar lima belas menit yang laku mereka meninggalkan klinik, kata nya mau pulang ke rumah mereka sendiri, nanti kita yang bareng-bareng nginep di sana, juga sekalian kita adakan acara akikah untuk baby Maira" Jelas Zulfa dengan raut wajah yang semangat.


"Oh iya iya boleh boleh boleh, saya sih setuju saja dok, kan semua demi kebaikan bersama" Ucap Ummi yang tak kalah semangat nya dari Zulfa.


"Ya sudah saya sekeluarga pamit dulu kalau begitu, kita mau langsung nyusul Maysa, Assalamu'allaikum" Pamit Ummi sembari mengulurkan tangan kanan nya kepada Zulfa.


"Waalaikumussalam" Ucap Zulfa dengan menyambut tangan kanan Ummi dan segera menjabat tangan nya kemudian kedua nya saling berpelukan dan cium pipi kanan dan kiri sebelum kedua nya berpisah.


Setelah itu pun Ummi beserta keluarga dengan mengendarai mobil nya menuju rumah Rayyan.


Di rumah, Rayyan tengah beberes sedangkan Maysa di kamar sedang memberi ASI baby Maira.


Setelah baby Maira tertidur, Maysa meletakkan nya di box bayi yang ada di samping ranjang nya.


Maysa segera menyusul Rayyan yang tengah menyapu di ruang tengah.


"Apa lagi mas yang belum?" Tanya Maysa yang sudah berdiri di samping suami tampan nya itu.


"Eh nggak usah sayang, kamu duduk aja dulu jangan kerja berat-berat, nanti kamu capek" Ucap Rayyan yang menuntun Maysa dan dibawa nya agar istri tercinta nya itu duduk di sofa.


Akhir nya Maysa pun menuruti perintah dari suami nya. TIN... TIN... TIN...


Di sela-sela kesibukan Rayyan, ia mendengar klakson mobil yang terdengar ada di depan rumah nya, ia pun segera melangkahkan kaki nya menuju pintu utama.


"Abah? Ummi? kalian datang?" Ucap Rayyan setelah membuka pintu dan mendapati kedua orang tua dan adik kandung nya berkunjung ke rumah nya. Mereka tersenyum melihat Rayyan yang terlihat sangat semangat dan tidak lagi menampakkan ekspresi wajah dingin nya.


"Assalamu'allaikum" Ucap mereka bertiga sebelum melangkahkan kaki nya melewati pintu masuk.


"Waalaikumussalam" Sahut Rayyan.


Maysa yang mendengar ada suara ramai-ramai dari ruang tamu pun segera berdiri dan mendekat ke arah sumber suara.


"Ummi?" Panggil Maysa yang langsung menyita perhatian Ummi, mereka pun berpelukan seperti tengah melepas rindu.


"Baby Maira nya mana?" Tanya Ummi yang tak melihat bayi kecil di sekitar nya.


"Baby nya lagi bobok Ummi, di kamar" Jelas Maysa, dan disambut senyuman oleh Ummi.


Mereka pun segera beberes bersama.


Malam sekitar pukul 21.00 WIB...


Di klinik Zulfa tengah berbicara dengan Andre,


"Dokter Andre mohon bantuan nya untuk beberapa hari ke depan, tanggung jawab klinik saya percayakan kepada anda" Ucap Zulfa dengan membereskan berkas-berkas yang ada di meja kerja nya.


"Siap. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memikul tanggung jawab ini" Jawab Andre dengan mantab.


Setelah penyerahan tanggung jawab Zulfa pun berpamitan, ia segera berjalan keluar dari klinik dan ternyata di sana sudah ada Moza yang menunggu nya di samping mobil dengan sesekali memandangi arloji yang melingkar tangan kekar nya.

__ADS_1


"Lama!" Ketus Moza yang sudah sekitar setengah jam menunggu Zulfa di sana.


"Uuutututu sayang"


"CUP!" Zulfa mencium pipi Moza sekilas agar suami nya itu tidak marah lagi, dan benar saja Moza pun berusaha menyembunyikan senyum nya.


"Ayo aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan cucu ku!" Ajak Moza yang segera masuk ke dalam mobil dan memasang selt belt sebelum ia menginjak gas untuk menuju rumah Maysa.


Di dalam rumah Maysa mereka semua tengah berkumpul di ruang tengah dengan ber senda gurau, keluarga mereka tampak bahagia.


"Assalamu'allaikum?" Terdengar seseorang tengah berteriak mengucap salam dari luar,


"Waalaikumussalam" Sahut semua orang yang ada di dalam rumah Maysa.


CEKLEK!!


Pintu terbuka dan masuk lah Moza bersama dengan Zulfa, mereka pun segera bergabung.


"Bunda dari klinik langsung ke sini?" Tanya Maysa yang saat itu tengah memangku baby Maira.


Sedangkan Rayyan tengah berbincang dengan para kaum pria.


"Assalamu'allaikum" Terdengar lagu suara salam dari luar rumah, mereka yang ada di dalam rumah pun saling pandang karena kali ini suara yang mengucap salam seperti serempak.


"Waalaikumussalam" Sahut semua nya.


Rayyan pun membukakan pintu dan nampak lah Sasya bersama Rahmat dan baby Aziz, juga ada Anita dan Nando yang juga berkunjung malam itu.


Mereka pun berkumpul dan berbincang dengan hati yang sangat gembira.


"Loh cincin lo kok sama kaya cincin Nando?" Tanya Maysa kepada Anita.


"Emmm... iya" Sahut Anita, namun Nando segera merangkul bahu Anita.


"Iya kita baru saja tunangan sekitar empat hari yang lalu, sorry kita tunangan pas kondisi lo kaya gini, sorry gue nggak tau" Ucap Nando yang meminta maaf, Maysa tersenyum dan memberikan selamat kepada Nando dan Anita.


Malam hari Maysa tengah menyusui baby Maira, sedangkan Rayyan duduk didepan Maysa dengan menatap istri nya dengan penuh perasaan.


"Apaan sih mas, jangan lihat aku kaya gitu lah" Ucap Maysa yang malu-malu. Sedangkan Rayyan hanya mengembangkan senyuman nya.


"Makasih ya sayang?" Ucap Rayyan tanpa mengurangi sedikit pun senyuman di wajah nya.


"Makasih? buat apa?" Tanya Maysa tak mengerti.


"Makasih sudah mau menerima ku, makasih sudah mau mengandung buah hati kita, makasih sudah mau berjuang demi melahirkan buah cinta kita, terimakasih" Ucap Rayyan dengan senyuman yang mengembang namun bulir bening yang lolos dari pelupuk mata.


"Iya mas, May juga terimakasih karena mas sudah mau menyayangi May sepenuh hati" Ucap Maysa, Rayyan pun mengecup kening istri nya "I Love you" Ucap Rayyan.


"I Love you too" Sahut Maysa dengan senyuman nya.


...-TAMAT-...


Terimakasih sudah mengikuti Novel Mengejar Cinta Pak Ustad, dan kurang lebih nya saya Mohon maaf karena novel ini sudah berakhir dengan bahagia menurut saya, maaf jika kebahagiaan mereka kurang greget di hati kalian, terimakasih untuk para pembaca yang setia semoga kalian sehat selalu, sampai jumpa di novel author yang selanjut nya see you...


__ADS_1


Jika kalian berkenan mampir di novel baru saya yang ber judul THE LOVE SECRET (Bertahan ditengah kesalahan)


See you jangan lupa like and komentar🥰🥰🥰


__ADS_2