
Baru saja Maysa memasuki masjid ia melihat jam yang menunjuk kan pukul 06.30, "ya ampun! hari ini kan aku sekolah, kok bisa lupa siiiiiiihhh" gumam gadis itu dengan berjalan keluar dari masjid.
Ketika ia baru saja keluar dari masjid "TIN-TIN-TIN" sebuah motor lengkap dengan pengendara nya mengklakson beberapa kali dan pengendara motor itu melihat ke arah Maysa.
Maysa yang asli nya bocah penasaran pun akhir nya berjalan ke arah gerbang guna mendekati pengendara itu.
"lo sekolah nggak May?" suara Nando terdengar dari balik helem full face yang dikenakan pengendara motor tersebut setelah Maysa mendekatinya.
"Nando?" tanya Maysa terheran-heran.
"iya ini gue! siapa lagi emang yang mau jemput lo pagi-pagi, kesini pula?" ucap Nando dengan nada bak seorang pahlawan yang selalu ada buat Maysa
"heleh! ok ok tunggu bentar gua ganti baju dulu" ucap Maysa yang langsung berlari menuju kamar nya.
Karena gadis itu sering pecicilan maka tak membutuhkan waktu lama ia pun sudah kembali berlari keluar kamar dengan seragam sekolah lengkap nya, Nur yang melihat Maysa berlari terburu-buru dengan seragam sekolah nya pun tersenyum sinis "heh ternyata masih anak sekolahan" gumam nya.
Lain hal nya ketika Maysa melewati ruangan Rayyan, ustad tampan itu terkejut ketika tiba-tiba Maysa berlari melewati depan kamar nya dengan pakaian yang sudah rapi.
"loh? ada apa dengan gadis itu?" gumam nya dengan penasaran dan kemudian diam-diam mengikuti Maysa dari belakang.
Sesampai nya Maysa didepan masjid ia melambaikan tangan nya kepada Nando yang masih stay di depan gerbang, begitu pula Nando yang membalas lambaian tangan Maysa, dan hal itu disaksikan langsung oleh Rayyan yang diam-diam mengikuti nya.
"oh jadi sedang berkencan berangkat sekolah bareng? hem, tidak bisa di biarkan" gumam Rayyan yang langsung berbelok kearah parkiran dengan seribu macam rencana nya supaya Maysa tidak jadi berkencan dengan Nando.
"Lama nggak?" tanya Maysa dengan nafas ngos-ngosan ketika sudah sampai di hadapan Nando.
"eh... cepet banget lo, lo nggak mandi ya?" goda Nando dengan cengengesan.
"enak aja nggak mandi, ya mandi lah!" sahut Maysa dengan meninju lengan sahabat nya itu.
"ok ok ok wangi nya udah nyampe sini kok" ucap Nando dengan tangan nya yang menepuk kaca helem nya.
__ADS_1
"ayo naik, keburu siang" ujar Nando sambil memposisi kan motor nya yang siap lepas landas.
Ketika Maysa akan menaiki motor Nando tiba-tiba mobil Rayyan berhenti tepat didepan motor Nando.
"May ayo masuk! nanti keburu terlambat" ucap Rayyan setelah membuka kaca jendela mobil nya.
"makasih pak ustad saya nebeng sama teman saya saja" tolak Maysa dengan halus karena ia menyadari tengah berbicara dengan ustad yang memberi nya hukuman, takut nya kalau sampai salah bicara hukuman nya akan bertambah.
"cepat masuk! apa perlu saya buka kan pintu dan menggendong mu masuk kedalam mobil?" ucap Rayyan dengan nada memaksa yang tidak mau diganggu gugat.
Akhir nya Maysa pun menurunkan satu kaki nya yang sudah nangkring di foot step dan berjalan kearah mobil Rayyan.
"Ndo! sorry ya" ucap nya yang dibalas anggukan kepala oleh Nando, Maysa hendak membuka pintu bagian belakang tapi lagi-lagi Rayyan bersuara.
"didepan! kamu pikir saya sopir!" ucap Rayyan dengan sedikit keras. Maysa sedikit kaget namun gadis itu segera membuka pintu depan dan duduk dengan patuh di samping Rayyan.
"Gua duluan ya May?!" ucap Nando yang langsung menstarter motor nya, dan ketika Maysa hendak menjawab, baru saja gadis itu melihat kearah Nando kaca mobil tiba-tiba dinaikkan hingga tertutup rapat oleh Rayyan
Gadis itu berkali-kali menghembuskan nafas nya ditengah-tengah perjalanan karena tidak sedikit pun Rayyan mengajak nya mengobrol.
"pak ustad? bapak ini kenapa sih?" akhir nya Maysa membuka suara ditengah-tengah keheningan.
"jangan panggil saya bapak, saya bukan bapak kamu!" ketus Rayyan dengan pandangan masih fokus ke jalanan didepan nya.
"Astagfirullah" lirih Maysa dengan memijit pelipis nya, gadis itu sedikit bingung dengan kelakuan Rayyan akhir-akhir ini.
Maysa pun duduk dengan menghadapkan wajah nya kearah Rayyan "ok baik lah, kita mulai sekarang saja May" batin Maysa dengan senyum semirik mengarah kepada Rayyan, kejahilan nya pun mulai beraksi.
"Sayang, kamu kenapa sih?" dengan suara yang halus Maysa berhasil membuat Rayyan mendadak menginjak rem dan itu membuat pengendara dibelakang kaget dan juga harus menginjak rem bahkan ada juga yang harus banting stir guna menghindari tabrakan.
"woy!! bisa bawa mobil nggak sih!" teriak beberapa orang dari luar "TIN-TIN-TIN" bunyi klakson berkali-kali sampai memekakkan telinga, tapi Rayyan tak kunjung sadar ia masih melihat Maysa yang baru saja memanggil nya sayang.
__ADS_1
"Tok-tok-tok!" kaca mobil di ketuk oleh seseorang namun Rayyan tak menghiraukan nya karena masih memandangi wajah Maysa, gadis itu pun sampai salah tingkah dibuat nya. Karena Maysa menyadari ada kegaduhan di luar mobil akhir nya gadis itu membelai pipi Rayyan dan mendekatkan wajah nya perlahan ke telinga Rayyan, jantung Rayyan berdetak tak karuan dengan kelakuan Maysa
"itu diluar ada yang mengetuk kaca mobil" ucap Maysa tepat di samping telinga Rayyan, dan hal itulah yang membuat Rayyan tersadar.
"Astagfirullah" Rayyan pun mengusap wajah nya dengan kasar dan kemudian ia membuka kaca mobil dan menongolkan kepala nya,
"ada apa pak?" ucap salah seorang bapak-bapak yang sedikit emosi, yang menghampiri mobil Rayyan, Rayyan sedikit bingung dengan jawaban apa yang akan ia sampaikan supaya tidak terkena amuk masal, akhir nya Rayyan mempunyai ide yang siapa pun tidak akan bisa memarahi nya,
"maaf pak istri saya sedang hamil muda jadi dia sedang ngidam pengen naik mobil yang berhenti ditengah jalan, maaf ya bapak-bapak semua nya" ucap Rayyan yang setengah berteriak kepada semua pengemudi dijalan raya itu, untung nya semua pengemudi dan bapak-bapak yang menghampiri mobil Rayyan mau memaklumi itu dan kembali berjalan.
Rayyan kembali menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang.
"maksud pak ustad apa? istri hamil muda yang lagi ngidam, saya kan mau berangkat sekolah bukan mau chek up kandungan!" ucap Maysa geram kepada ustad tampan yang ada di samping nya itu.
"ya anggap saja begitu" sahut Rayyan yang tidak mau memperpanjang pembicaraan pagi itu, dan itu malah membuat Maysa bertanya lagi,
"maksud pak ustad anggap saja begitu bagai mana? saya hamil muda begitu?" dengan mengerucutkan bibir nya Maysa bersedekap menghadap ke arah Rayyan, gadis itu sedikit kebingungan karena tiba-tiba Rayyan menepikan mobil nya dan mematikan mesin mobil nya.
"pak? bapak nggak bermaksud menurunkan saya disini kan?" dengan pandangan masih kearah Rayyan Maysa bertanya tanpa melihat sekeliling.
Rayyan menghadap kearah Maysa dan berkata "cepat turun atau saya benar-benar membuat mu hamil muda" pelan tapi membuat tubuh Maysa gemetar tak karuan, tapi dengan kepolosan nya gadis itu masih berani bertanya,
"emang bapak bisa?" pertanyaan itu lah yang membuat Rayyan merasa tertohok sebagai seorang laki-laki dewasa.
"turun ini sudah sampai di samping sekolah mu!" ucap Rayyan, Maysa melihat ke luar dan benar saja ternyata dia sudah sampai di samping sekolah nya,
"ok, makasih pak ustad tampan, Assalamu'allaikum"
"waalaikumussalam" Maysa pun keluar dari dalam mobil setelah Rayyan membalas salam dari nya.
Dengan hati yang kacau Rayyan kembali menuju pondok, "rasa apa ini? kenapa setiap kali melihat nya bersama laki-laki lain, seperti ada yang mengganjal?....
__ADS_1
bersambung...