
"Sayang?!" Teriak Rayyan, ia mengecek kamar mandi, ruang ganti dan balkon, namun tidak ada siapa pun di sana.
"Dimana kau May?" Gumam Rayyan ketika ia tak mendapati Maysa dimana pun.
Mulai panik Rayyan kembali turun ke lantai satu, diruang tengah ia mendengar suara orang tengah berbincang, "Sayang? kau kah itu? May jangan bercanda!" Teriak Rayyan, namun tak mendapat jawaban dari panggilan nya itu.
Rayyan yang penasaran dengan suara yang di dengar nya pun berjalan mendekat kearah suara, rasa takut yang menyelimuti nya pun kian hilang karena mendapati tv yang masih menyala.
"Astagfirullah, ternyata tv, ku kira rumah ini berhantu" Rayyan mematikan tv dan berbalik menatap sofa.
"Hah!!" Teriak nya dengan sedikit melompat kebelakang ketika ia melihat sosok wanita yang terbaring tengkurap di sofa nya dengan rambut tergerai sampai kelantai.
Perlahan ia melangkahkan kaki nya untuk mendekat, namun wanita di atas sofa itu menggerakkan tubuh nya membuat Rayyan berhenti sejenak.
Wanita itu menolehkan kepala nya kearah Rayyan dengan mata terpejam.
"Masya'Allah May? kau disini sayang?" Gumam Rayyan yang langsung mendekati Maysa yang tertidur di atas sofa.
Digendong nya istri tercinta nya yang tengah berkelana di alam mimpi itu dan dibawa nya menuju kamar.
Perlahan Rayyan meletakkan Maysa di atas ranjang yang empuk dan nyaman itu, tak lupa ia menyelimuti nya dan ikut berbaring di dalam selimut yang sama dengan yang Maysa kenakan.
Rayyan memiringkan posisi tubuh nya dan menggunakan tangan nya untuk menopang kepala nya hingga ia dapat melihat wajah cantik Maysa yang terpejam dengan posisi tubuh terlentang.
"Selamat malam sayang" Rayyan menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Maysa dan sekilas mengecup kening wanita cantik itu.
Rayyan pun memeluk tubuh Maysa dari samping dan ikut memejamkan mata nya untuk menyusul Maysa ke alam mimpi.
Niat hati ingin segera tidur tanpa mengganggu ketenangan tidur Maysa, Rayyan malah dibuat gelisah karena tiba-tiba Maysa bergerak dan tubuh nya membelakangi Rayyan, dan tak sengaja benda empuk, kenyal dan juga besar itu menghimpit benda pusaka yang awal nya tenang di alam nya.
Rayyan menarik nafas panjang ketika merasa si pusaka itu mulai merespon himpitan dari Maysa.
"Aduuuuuhhh... boy dia sudah tidur, kok kamu malah bangun" Lirih Rayyan dengan mengusap wajah nya kasar.
Rayyan sedikit memundurkan posisi nya agar bemper belakang milik Maysa tidak menghimpit pusaka nya, namun siapa sangka ternyata Maysa tiba-tiba duduk dan mendorong Rayyan hingga posisi Rayyan terlentang, kemudian Maysa duduk di atas pusaka itu yang membuat benda itu semakin merespon dan semakin mengeras.
"Sayang?" Panggil Rayyan yang berada di bawah Maysa dengan posisi terlentang.
"BRUK!" Maysa ambruk menindih Rayyan, sampai terasa squeeze empuk itu tertekan nyaman di dada bidang milik Rayyan.
"Yang? Sayang, jangan gini ah, nanti mas khilaf loh" Bisik Rayyan di samping telinga Maysa, bukan nya bangun dan menyingkir dari atas tubuh Rayyan, Maysa malah menggeliat dengan suara sedikit mende**h.
Tak kuat lagi Rayyan menahan hasrat yang sedari tadi di pendam nya ia pun memeluk tubuh istri nya dan membalik kan posisi menjadi Maysa yang dibawah kungkungan nya.
__ADS_1
Dilihat nya wajah ayu yang selalu membuat nya candu itu, perlahan dilu**t nya bibir yang menggoda itu dengan lembut.
Ciuman lembut itu kini makin memanas ketika tiba-tiba Maysa merespon ciuman Rayyan dan juga mengalungkan tangan nya di leher Rayyan, perlahan jari jemari lentik Maysa meremas rambut lembut milik Rayyan.
Setelah mendapat respon seperti yang diharapkan Rayyan pun tidak ragu lagi untuk melanjutkan permainan nya.
Tangan Rayyan mulai berkelana di area ternyaman, tak mau diam saja di sana Rayyan mengabsen seluruh wajah Maysa dengan bibir nya.
"hhhuuuuuuuhhhh... " Satu lenguhan lolos dari bibir sexy Maysa ketika lidah Rayyan memainkan pucuk squeeze milik Maysa.
Sesekali diremas nya squeeze yang empuk nan lembut itu, tangan Maysa pun meraba dada Rayyan dan perlahan mulai turun kebawah mulai mencari benda pusaka yang kini telah menjadi mainan favorit nya itu.
Begitu juga dengan tangan Rayyan ia mulai aktif berkelana memasuki hutan terlarang yang menjadi tempat bersemayam nya benda pusaka milik nya itu, dimainkan nya jari telunjuk di sana dengan tempo yang lembut dan pelan, sesekali di sentuh nya benjolan kecil yang membuat Maysa tersentak karena merasakan sensasi yang sangat sulit untuk di ungkapkan.
Setelah berhasil menyingkirkan kain pembungkus benda pusaka itu Maysa pun menggenggam pusaka itu dengan jari-jari nya, perlahan mengurut dan memainkan nya.
Nafas kedua nya pun mulai memburu dengan suasana yang kian memanas.
Rayyan pun mengarahkan ujung pusaka itu dan menggesekkan pelan di area lembah kenikmatan itu.
Maysa dengan kepala yang menengadah dan sedikit menggigit bibir bawah nya mendesis menahan kenikmatan yang di berikan kepada suami nya, yang kini tengah memanjakan diri nya di atas tubuh Maysa.
"Hhhheeeemmm mmaaaassshh" Keluh Maysa semakin mengeratkan cengkeraman nya dan mengarahkan pusaka Rayyan untuk menusuk lebih dalam ke lembah kenikmatan itu.
"Ayo sayang" D***h Maysa mengajak Rayyan untuk melakukan lebih dari ini.
"Emmmhhh ayooo" Rengek Maysa yang masih memaksa untuk memasuk kan benda pusaka itu kedalam.
Rayyan yang tak dapat menahan keinginan Maysa pun, dengan senang hati menuruti nya.
"Mas mulai ya sayang" Ucap Rayyan yang langsung diangguki Maysa.
Rayyan pun perlahan melesakkan benda pusaka nya, sensasi cengkeraman yang lembut dan rasa hangat pun mulai menjalari, nafsu yang begitu membara membuat Rayyan semakin semangat memompa, dengan sedikit hentakan membiarkan si kembar terombang ambing menari ke sana kemari menciptakan sensasi yang membuat hasrat semakin membara.
Dengan sedikit gemas Rayyan menggigit kecil pucuk squeeze yang sedari tadi mencuri perhatian Rayyan.
Dan itu membuat Maysa menggeliatkan tubuh nya juga membuat cengkeraman nya semakin berdenyut.
"Uuuuuhhh kau sangat nikmat sayang" Ucap Rayyan dengan tetap memompa dan juga menikmati si kenyal squeeze.
Maysa tak mau diam saja ia sedikit bergoyang dan itu berhasil memicu Rayyan untuk mempercepat gerakan nya dan saat mendapati tubuh istri nya menggelinjang, Rayyan tambah mempercepat gerak nya nya lagi dan, "Aaaaaaaarrrhhhh!!" Kedua nya saling memeluk erat ketika mencapai puncak pelepasan nya.
Rayyan menggulingkan tubuh nya ke samping Maysa dan mengecup bibir sexy itu sekilas, "Tidurlah" Bisik Rayyan kepada Maysa, Maysa hanya mengangguk kan kepala nya.
__ADS_1
Mereka pun tidur dengan tenang dan hangat dalam pelukan, sampai pagi.
...****************...
Pagi hari di klinik Andre tengah memarkirkan mobil nya di basemen, ia segera berjalan memasuki ruangan nya.
Zulfa yang baru saja datang dan berjalan melewati ruangan Andre pun heran, "Tumben itu, bocah sudah datang, semangat sekali?" Gumam Zulfa dengan berlalu dan melanjutkan langkah kaki nya untuk menuju ruang kerja nya sebelum ia mengecek kondisi Sinta dan bayi nya.
Disebuah kamar...
Sang surya perlahan mulai meninggi dan menunjukkan sinar terang nya yang sungguh dapat menyilaukan mata.
Maysa yang masih memejamkan mata nya di dalam dekapan hangat tubuh Rayyan merasa silau karena sinar mata hari yang berhasil menembus celah tirai jendela nya.
Perlahan Maysa mengerjapkan mata nya dan menjernihkan pandangan nya yang semula buram.
"Mas" Panggil Maysa dengan suara serak khas bangun tidur nya, "Hem?" Rayyan menyahuti nya dengan mengucek kedua mata nya.
Kedua nya bangun, Maysa pun meraih gawai tipisnya dan sangat terkejut ketika ia melihat waktu sudah menunjuk kan pukul 07.15WIB.
"Astagfirullah, mas aturan tadi setelah subuh kita jangan ketiduran dong, tukan jadi kesiangan!" Maysa mengomel panjang kali lebar sambil berjalan menuju kamar mandi, sedangkan Rayyan segera turun ke garasi untuk menyiapkan mobil nya.
Setelah Maysa keluar dari kamar mandi, sekarang giliran Rayyan yang masuk kedalam kamar mandi.
Setelah kedua nya selesai mereka pun bergegas untuk berangkat ke klinik.
Sesampai nya di halaman klinik mereka berdua melihat Andre yang sedang berdiri di depan klinik dengan tangan yang bersedekap.
Setelah pamit dengan Rayyan, Maysa segera turun dan menyapa Andre.
"Pagi dok?" Ucap nya berusaha tenang.
"Pagi? jam berapa sekarang? kau tau jam berapa sekarang? jika ada pasien yang sekarat dan menunggu mu seperti ini, sudah mati dia!" Dengan sedikit bentakan Andre memberi peringatan kepada Maysa.
Rayyan yang tidak terima istri nya di bentak orang lain pun segera turun dari mobil nya dan berjalan mendekati mereka berdua.
"Maaf" Hanya itu kata yang keluar dari mulut Maysa.
"Maaf dok ini bukan salah Maysa ini salah saya" Ucap Rayyan berusaha memberi kan pembelaan.
"Dasar anak muda! tau nya hanya kencan saja! Ingat nak, sekarang Maysa ini bekerja di rumah sakit, jadi tidak bisa se enak nya kau ajak kencan!" Ketus Andre.
"Mungkin lebih baik kau jauhi dia May, agar kau tidak jadi lelet seperti sekarang ini!" Ucap Andre yang beralih memandang Maysa.
__ADS_1
"Tapi dia suami saya dok, mana bisa saya menjauhi nya...
bersambung...