
Anita yang baru saja melangkahkan kaki nya masuk kedalam rumah Maysa, mendengar ada sesuatu yang sobek dan benda jatuh di lantai atas, ia dan juga para fans pun terkejut dengan berbagai pikiran negatif mereka.
"Jangan-jangan suami nya beneran marah??" Ucap salah satu fans yang membuat Anita langsung berlari kearah sumber suara dan refleks Nando bersama semua fans langsung mengikuti jejak Anita, mereka sangat mengkhawatirkan kebanggaan nya itu.
Di dalam kamar, Rayyan dan Maysa yang tertutup tirai dilantai, berusaha untuk keluar dari dalam tirai gorden yang lumayan berat karena tirai gorden itu terbuat dari kain dimout ditambah dengan kain tile kelambu.
Sedang kan Anita yang baru tiba di depan pintu kamar Rayyan dan Maysa ia terkejut ketika baru saja membuka pintu karena di sana ia melihat besi pipa gorden yang jatuh sebelah dan Kain tirai gorden yang bergerak-gerak dilantai sana, sempat Anita melihat kedalam ruang ganti di sana ada hoodie yang tadi dipakai Rayyan.
"Oh ya Tuhan, bisa kah kalian melakukan nya setelah mengunci semua pintu rumah dan juga kamar kalian!" Geram Anita, ia bersuara dengan sangat keras sambil berbalik badan dan menutup kedua mata nya.
Maysa bersama Rayyan pun menghentikan kegiatan nya yang sebenar nya berusaha keluar dari dalam kain tirai gorden itu.
Sedangkan Nando dan para fans yang baru saja sampai di ambang pintu, mereka mendengar ucapan Anita dan juga melihat gundukan kain di atas lantai, mereka terkejut dan refleks mereka semua menutup mulut mereka.
Dengan berusaha sangat keras Maysa dan juga Rayyan keluar dari tumpukan kain gorden itu dan mereka berdua terbelalak ketika mendapati bukan hanya Anita yang ada di sana, ada Nando dan semua fans di ambang pintu kamar nya.
"Sedang apa kalian disini?!" Tanya Maysa dengan nada sedikit keras, tak ada jawaban dari semua nya kemudian Maysa melihat kearah Rayyan yang ternyata masih bertelanjang dada.
"Oh ASTAGA!!" Ucap Maysa yang kemudian langsung mendorong Rayyan ke dalam ruang ganti, demi melindungi tubuh atletis suami nya, Maysa sampai lupa kalau diri nya tak lagi menggunakan cadar nya.
"Kalian semua keluarlah dulu! tunggu aku di ruang tengah!" Perintah yang keluar dari mulut Maysa pun langsung dituruti oleh semua nya tak terkecuali Anita.
Setelah semua nya keluar Maysa langsung menutup pintu kamar nya dan mengunci nya.
"CEKLEK!" Suara pintu terkunci itu sekali lagi membuat Anita, Nando dan juga para fans menoleh bersamaan kearah pintu.
"Mau lanjut kah mereka?" Gumam Nando yang langsung mendapat jitakan dari tangan Anita, "Aduh" Keluh Nando dengan meringis dan tangan nya mengelus bekas jitakan Anita.
"Bukan urusan lo!" Cetus Anita yang langsung berjalan kelantai bawah.
Di dalam kamar setelah mengunci pintu Maysa langsung berjalan menuju ruang ganti, di sana ia melihat Rayyan yang masih memperhatikan diri nya dan juga belum mengenakan baju atasan.
__ADS_1
"Astagfirullah mas! diluar sana kita ditunggu kenapa tidak buru-buru memakai baju!" Ucap Maysa yang langsung memilihkan baju untuk Rayyan di dalam lemari.
"Kenapa kau kunci pintu nya? mau lanjut?" Pertanyaan Rayyan membuat Maysa menghentikan kegiatan nya dan berbalik menatap Rayyan dengan tatapan yang membulatkan mata nya.
"Jangan menatap ku seperti itu, nanti kau akan tergoda" Ucap Rayyan dengan senyum semirik nya. Maysa pun memejamkan mata nya dengan menghela nafas berat seolah oksigen di dalam ruangan itu menipis.
"Diam di sana dan jangan berbuat apa-apa" Cetus Maysa, Rayyan pun mengangkat kedua alis nya dan menuruti perintah istri nya itu.
Lumayan lama Maysa mencarikan baju atasan untuk Rayyan, dan akhir nya ia menemukan nya.
"Hem ini pakai! " Maysa memberikan kaos dengan warna navy namun Rayyan tidak segera menerima nya.
"Mas ayo!" Ucap Maysa mulai gemas dengan perbuatan suami nya yang diam saja itu.
"Ayo kemana sayang? melanjutkan malam pertama kita yang tertunda sampai berbulan-bulan?" Tanya Rayyan yang masih setia berdiam diri di tempat nya.
"Astagfirullah mas! kok mikir nya ke sana sih!?! Kita ini sedang ditunggu loh!" Ucap Maysa geram.
"iiiiihhh mas!" Dengan gemas Maysa memukul dada Rayyan, dan dengan sigap Rayyan menangkap tangan mungil itu dan menempelkan nya di dada bidang Rayyan.
"Kalau mau sentuh, sentuh aja May, jangan pakai modus pukul-pukul segala" Bisik Rayyan di samping telinga Maysa.
"Apaan sih!" Ucap Maysa dengan pipi yang bersemu merah, Maysa menepis pelan tangan Rayyan dan melangkahkan kaki nya untuk keluar dari ruang ganti.
"May?" Panggil Rayyan, gadis itu terpaksa berhenti dan sedikit menoleh kearah Rayyan.
"Apa?" Tanya Maysa.
"Baju ku mau kau bawa keluar juga?" Tanya Rayyan, Maysa pun melihat baju yang masih digenggam nya itu, tanpa pikir panjang Maysa langsung melemparkan baju itu kearah Rayyan dan kemudian ia segera berlari ke luar dari kamar.
Di ruang tengah...
__ADS_1
Anita, Nando dan juga semua fans tengah duduk menunggu kedatangan Maysa dan juga Rayyan.
"Kok lama ya? apa jangan-jangan... "
"Halu teros!! udah kaya tukang baca novel aja tukang halu! Pikiran kalian itu loh? kenapa selalu ke arah sana?" Ucap Anita yang geram dengan pikiran orang-orang yang ada di sana.
"Ya habis nya ini sudah hampir jam empat pagi loh mbak, terus Black Angel sama suami nya buka kunci pintu aja belum" Sahut salah satu fans.
"Nah itu, kan nggak ada salah nya juga kalau kita menduga-duga, apa lagi tadi pas kita baru masuk kamar posisi mereke seperti yang sedang menikmati saja, sampai-sampai pipa gorden nya jatuh sebelah, terus kalian lihat nggak tadi kain tirai nya ada yang sobek, kira-kira gaya apa ya yang mereka pakai?" Ucap Nando sambil melihat ke langit-langit ruman dan jari telunjuk nya mengetuk-ngetuk pelan dagu nya.
"Astaga... ini anak pikiran nya jauh betul" Batin Anita, ia hanya terdiam sambil memijit pelan kening nya.
Tak lama kemudian terlihat Maysa yang berjalan menuruni anak tangga, semua yang ada di ruang tengah itu pun langsung terdiam, sepi sunyi tanpa celotehan halu yang traveling.
Setelah Maysa sampai di bawah baru lah Rayyan keluar dari kamar dengan menyugar rambut nya kebelakang menggunakan jari-jari nya.
Sempat para fans Black Angel yang cewek-cewek mengagumi ketampanan Rayyan, namun mereka segera menundukkan pandangan nya saat melihat tatapan tajam dari mata Maysa.
Rayyan hanya tersenyum simpul melihat kelakuan Maysa, Maysa dan Rayyan pun duduk di sofa yang sama dan juga bersebelahan. Sekilas Maysa menatap seluruh fans nya yang ada di dalam rumah nya itu.
"Kok kita kaya pasangan mesum yang baru di grebeg warga gini ya?" Tanya Maysa dengan mengangkat satu alis nya.
"Eh iya sampai lupa" Cetus Anita yang baru saja mengingat tujuan awal mereka semua datang ke rumah Black Angel.
"Jadi tujuan utama kita datang kemari itu takut jika sampai lo kena marah suami lo, dan juga mau ngelurusin kalau biang dari balapan kali ini tu dia!" Anita menunjuk keluar.
"Oh iya dia masih diluar, bawa dia masuk!" Teriak Anita kepada dua orang fans yang masih berada di halaman rumah Maysa.
Tak perlu menunggu lama dua orang fans Black Angel pun masuk dengan menyeret seorang laki-laki yang sudah babak belur.
"Astagfirullah... dia kan...
__ADS_1
bersambung...