
Sebuah mobil memasuki area pondok pesantren Darussalam, dan berhenti di depan garasi mobil, Rayyan turun dari mobil dan membuka kan pintu mobil untuk Maysa.
"Ih pak ustadz, apaan sih saya kan bisa sendiri" Ucap Maysa yang malu diperlakukan spesial oleh Rayyan.
"Nggak papa kok, kan saya sedang belajar menjadi suami yang sayang istri" Mendengar Rayyan berkata seperti itu pipi Maysa langsung memerah,
"Ih apa an sih, orang nikah aja belum" Ucap Maysa yang langsung turun dari mobil.
"Kadi pengen nya buru-buru nih?" Rayyan menggoda Maysa.
"Loh kok malah gitu!? ah au ah, saya duluan pak ustadz, assalamu'allaikum" Setelah mengucap salam Maysa pun berjalan meninggalkan Rayyan yang masih berdiri di samping mobil dengan senyuman nya.
"Waalaikumussalam" Sahut Rayan walau pun Maysa sudah berjalan meninggalkan nya.
Maysa berjalan sambil memegangi pipi nya "Ih emang segitu kelihatan nya ya kalau malu, kok mas Rayyan ketawa gitu sih liat nya, duuuhh bego-bego-bego" Batin Maysa sambil terus berjalan.
Saat gadis itu mulai memasuki area asrama putri ia melewati sebuah kamar, dan ia mendengar seperti ada suara Fasha didalam sana.
Maysa pun memberanikan diri untuk melihat nya, ia terkejut saat mendengar kata.
"Iya. aku sudah tidak lagi bersama mereka" Suara Rahma membuat Maysa berani untuk membuka pintu kamar itu.
"Tidak bersama siapa?" Tanya Maysa yang tiba-tiba sudah berdiri di ambang pintu, seketika semua nya pun terdiam.
" Saya tanya sekali lagi, yang kamu maksud mereka itu siapa?" Dengan posisi masih berdiri di ambang pintu Maysa bertanya.
"May? masuk dulu kita bicara baik-baik disini ya" Ajak Tania yang langsung merangkul pundak Maysa untuk diajak nya masuk dan duduk bersama.
Setelah Maysa mau duduk bergabung bersama mereka pun akhir nya Rahma memulai pembicaraan nya.
"May, pertama-tama aku mau minta maaf atas kejadian yang kemarin-kemarin ya?" Rahma meraih tangan Maysa dan meminta maaf kepada gadis itu.
"Kemarin-kemarin? hem... Iya" Jawab Maysa dengan nada yang jutek.
"Maysa, aku serius, aku minta maaf karena sudah berkomplot dengan Nur dan teman-teman nya untuk ngerjain kamu" Ucap Rahma dengan nada yang benar-benar menyesal.
Maysa menghela nafas nya sejenak sebelum menyahuti kata-kata yang di ucapkan oleh Rahma.
__ADS_1
"Oh jadi selama ini bener kerjaan kalian?" Maysa menatap kearah Rahma dengan satu alis nya yang di naik kan.
"Tapi aku sudah berusaha mengingatkan Nur untuk tidak keterlaluan May, dan terakhir siang tadi, dia berusaha membuat kamu dan Fasha saling membenci, dan aku mengutarakan kalau aku tidak setuju menciptakan fitnah ditengah-tengah kalian" Jelas Rahma yang sejenak menghela nafas
"Terus?" Tanya Maysa yang penasaran dengan kelanjutan cerita dari Rahma.
"Ya terus malah aku di usir, dan karena saking sakit hati nya aku, aku keluar dari kamar dan bertemu Tania yang kebetulan tidur sendiri di kamar nya" Ucap Rahma.
"Jadi? Sekarang kau sudah keluar dari genk nya kak Nur?" Maysa masih tanpa senyum bertanya pada Rahma.
"Iya May, aku minta maaf ya?" Ucap Rahma penuh dengan ketulusan.
"Hem... " Hanya itu respon dari Maysa.
"May, kamu nggak boleh gitu lah" Fasha berusaha untuk membujuk Maysa agar memaafkan kesalahan Rahma, bagaimana pun Rahma sudah mengakui kesalahan nya dan meminta maaf dengan tulus.
"Memang nya ada jaminan nya kalau kamu membohongi kita? hem?" Tanya Maysa dengan nada yang sangat ketus.
"Kenapa diam?" Ketus, judes itu lah saat ini rupa Maysa. Rahma yang tak kunjung menjawab pertanyaan dari Maysa pun menumbuhkan rasa curiga di hati Fasha dan juga Tania.
"Iya juga, gimana kalau ternyata ini hanya jebakan dan kelicikan dari Nur, jangan-jangan ini jebakan?" Fasha yang mulai curiga pun bertanya-tanya.
"Ya sudah kali ini aku maafkan, tapi jika suatu hari nanti aku tau jika kau berbohong jangan harap kau bisa lepas dari ku" Maysa mengancam Rahma, namun mendengar bahwa diri nya sudah di maafkan oleh Maysa Rahma pun langsung menghambur ke pelukan Maysa.
"Terimakasih May terimakasih kau memang gadis yang baik" Rahma berkata sambil terisak di dalam pelukan Maysa tangis gadis itu kembali pecah.
Setelah semua nya damai, Fasha bersama dengan Maysa segera kembali kedalam kamar mengingat waktu sudah mendekati sholat maghrib
Hari-hari pun berjalan dengan sangat damai, semua saling membantu dalam persiapan acara pernikahan Sasya dengan Rahmat.
Karena hari sudah mendekati H-2 Maysa ijin pulang ke rumah karena ia juga harus membantu kegiatan dirumahnya.
Siang ini sepulang sekolah Maysa berencana untuk pulang ke rumah nya, gadis itu sudah berpamitan dan meminta ijin kepada pihak pondok pesantren pagi tadi.
"Hai May? bareng gue aja yuk!" Ajak Sinta yang saat itu tengah berdiri menunggu mobil angkutan.
"Loh Sin? lo naik angkutan lagi? kemana si Nando?" Tanya Maysa yang memang tidak tau duduk permasalahan diantara Nando dan Sinta.
__ADS_1
"Dia, udah dapet yang lain kali, dia itu selalu menghindar jika bertemu dengan ku" Sinta dengan nada yang memelas bercerita kepada Maysa. Namun tiba-tiba Nando datang dengan motor nya.
"Hey May! pulang bareng yok!" Ajak Nando yang membuat Maysa tidak enak hati jika menerima ajakan nya karena jelas-kelas Sinta sedang ada di hadapan nya juga.
"Nando! lo kenapa menghindari Sinta?" Pertanyaan Maysa membuat Nando melirik kan sorot mata elang nya kearah Sinta.
"Gue bukan menghindar tapi gue nggak suka berhubungan dengan pembohong!" Ucap Nando tegas.
Nando pun hendak meraih tangan Mayaa yang akan di ajak nya pulang bareng, namun gadis itu menepis niat baik dari Nando.
"Selesai kan lah dulu masalah kalian, jangan bawa-bawa gue, gue duluan! jemputan gue sudah datang, assalamu'allaikum" Ucap Maysa yang langsung mendekat kearah mobil Rayyan yang sudah ber parkir di tempat biasa nya.
"Waalaikumussalam" Sahut Nando dan Sinta, kemudian Nando pun langsung menarik gas nya dan pergi melesat dari sana.
Maysa langsung membuka pintu mobil dan duduk di samping Rayyan.
"Kok cemberut?" Rayyan melihat Maysa dengan senyuman nya.
"Hem... nggak kok, hiiii nih udah senyum" Maysa menunjuk kan barisan gigi putih rapi nya, sedangkan melihat tingkah Maysa, Rayyan hanya tersenyum sambil menggeleng-geleng kan kepala nya.
"Pak ustadz kok jemput May?" Tanya Maysa yang memang tidak tau jika akan dijemput Rayyan.
"Iya, tadi Abah yang nyuruh" Ucap Rayyan yang masih fokus mengemudikan mobil nya.
"Abah?" Maysa mengerutkan kedua alis nya dan menengok ke belakang, dan gadis itu melihat barang-barang yang diletakkan di jok bagian belakang.
"Lah pak ustadz mau ke rumah saya?" Tanya Maysa.
"Iya" Dengan senyum tipis Rayyan sekilas menatap kearah Maysa dan kembali menatap kearah jalanan.
"Bisa kebetulan ya? atau jangan-jangan ini rencana ustadz ya?" Maysa memiringkan kepala nya menatap kearah Rayyan yang seperti menhan tawa.
"tu kaaaann... iiiiihhh" Ucap Maysa yang sedikit jengkel tapi suka.
"Memang nya kenapa kalau saya merindukan calon istri saya?" Dengan sedikit melirik kearah Maysa Rayyan menggoda gadis SMA yang kini pipi nya bersemu merah itu.
Maysa mengalihkan pandangan nya karen merasa malu. Sedangkan Rayyan tertawa kecil melihat Maysa yang mendadak diam hanya karena ia mengatakan kalau diri nya merindukan Maysa...
__ADS_1
bersambung...