
"Assalamu'allaikum Abah" Rahmat mengucap salam, ia langsung bersimpuh di hadapan Abah, namun Abah tidaklah marah beliau tersenyum hangat seperti biasa nya.
"Waalaikumussalam, ada apa? bangun lah jangan seperti ini, Abah minta maaf jika Abah terlalu mengatur ini dan itu" Ucap Abah
"Tidak Abah, Abah tidak bersalah, Rahmat mohon maaf tadi pagi sudah menolak permintaan Abah" Rahmat bangun dari duduk nya dan duduk di sofa di samping Abah yang saat itu tengah bersantai di sofa.
"Rahmat menerima perjodohan yang Abah tetapkan untuk Rahmat" Ucap Rahmat dengan menggenggam tangan Abah,
"Subhanallah semoga kau diberikan kelancaran dalam setiap usaha mu nak, semoga Allah SWT melimpahkan rahmat serta hidayah nya pada mu, Abah berjanji tidak akan membuat mu menyesal dengan keputusan mu hari ini" Abah mengelus pucuk kepala Rahmat yang saat itu tertunduk di hadapan Abah.
Setelah sholat isya Maysa tengah bersantai di depan masjid, gadis itu duduk sendiri.
Kala itu suasana pondok sudah mulai sepi, Nando dan Anita diam-diam mendatangi Maysa yang terlihat tengah duduk di depan masjid sendirian.
"sstt-ssttt-sstt!" Panggil Anita di balik tembok masjid, Maysa merasa seperti ada yang memanggil nya, gadis itu berjalan menuju sumber suara nah di sana ia mendapati Anita dan Nando tengah bersembunyi.
"Ada apa? kok kalian kesini?" Tanya Maysa.
"Kita ngobrol di pangkalan martabak depan sana yuk" Ajak Anita, Maysa hanya mengangguk tanda bahwa ia setuju.
Mereka bertiga pun berjalan menuju pangkalan martabak.
Anita memesan martabak, sambil menunggu pesanan mereka bertiga memulai obrolan nya.
"malam nanti pukul 00.00 ada balapan di tempat biasa, cuan nya lumayan May juara satu lima jutaan" Anita memberikan informasi kepada Maysa, tapi Maysa awal nya sama sekali tidak tertarik, Anita pun menatap kearah Nando, begitu juga Nando yang membalas tatapan aneh Anit.
"Ekhem... kata nya lo mau nikah, kan lumayan bisa buat modal rumah tangga duit nya, siapa tau ntar lo bisa punya toko gitu buat usaha di rumah" Anita berusaha membujuk Maysa agar gadis itu mau mengikuti usulan nya.
Mendengar itu Maysa pun berpikir, gadis itu mulai tergiur,
"Mulai jam 12 malam? pulang jam berapa? gue takut kalau nanti ada yang lihat gue masuk pondok malam-malam, soal nya ada yang lagi nggak suka sama gue, sore tadi aja gua habis ke tumpahan kuah panas" Maysa menceritakan keluh kesah nya pada Anita dan Nando.
__ADS_1
"Oh jadi yang waktu di depan masjid lo pagi-pagi kaya orang kesetanan itu mereka balas dendam?" Tanya Nando mengingat kejadian pagi itu.
"Nggak tau juga sih, tapi kata teman gue mereka yang merencanakan kejadian sore tadi" Maysa berkata dengan menatap kearah Nando dan Anita secara bergantian.
"Terus gimana? mau dibantu buat balas nggak?" Greget Anita yang mulai emosi setelah mendengar curhatan Maysa.
" lolololo... kok jadi elo yang esmoni sih Nit! Sabar dulu napa, orang May nya masih biasa aja ini" Celetuk Nando dengan sedikit bercanda nya.
"Lo itu teman doang, apa sahabat nya Maysa sih Ndo!" Hardik Anita
"Ya jelas gue sahabat karib paling pangerten kalau kata orang jawa hehehe... " Masih dengan bercanda Nando menjawab Anita.
"Pengertian apa nya? temen sampai keguyur kuah panas gini lo gak ikutan panas, bener-bener hati lo kemana sih Ndo!" Masih dengan emosi yang memuncak Anita mencengkeram kerah jaket Nando.
"Eh eh eh orang cantik dilarang emosi" Ucap Nando dengan nada santai.
"Dengerin gue dulu" Mereka pun mencondongkan kepala mereka berharap Nando memberikan saran atau ide yang berguna. Dengan nada berbisik Nando berkata
"Yeee dasar paul!" Dengan menoyor Nando Anita melampiaskan kekesalan nya.
Didalam pondok Rayyan bertemu dengan Fasha yang berjalan sendirian.
"Loh Fa? sendirian aja, Maysa kemana?" Tanya Rayyan yang tidak melihat pujaan hati nya itu.
"Cieee Maysa terus di cariin" Fasha menggoda kakak nya.
"Ya bukan nya begitu, tau sendiri kan kalau sore tadi dia baru saja di kerjain, saya takut kalau malam-malam mereka juga beraksi" Rayyan sungguh menunjuk kan rasa khawatir nya.
Fasha yang tadi nya hanya bercanda pun ekspresi nya tiba-tiba berubah.
"Lah iya lo kak, gimana coba kalau May kenapa-kenapa, sudah malam ini, kita cari yuk!" Ajak Fasha yang langsung menarik Rayyan untuk di ajak nya mencari Maysa.
__ADS_1
"Terakhir kamu ketemu sama Maysa dimana?" Tanya Rayyan yang berusaha mensejajari langkah Fasha.
"Terakhir sehabis sholat isya di masjid" Fasha mengingat-ingat nya.
"Iya tadi aku balik ke kamar dia bilang mau di masjid dulu gitu" Ucap Fasha dengan yakin.
"Waduh waktu itu kan kita di kunci in sama orang gak jelas itu di toilet masjid" Setelah menjawab, Rayyan langsung berjalan lebih cepat menuju ke masjid.
Sedangkan di pangkalan martabak Maysa masih asik dengan kedua teman nya membahas balapan malam nanti.
"Gimana lo siap kan? kalau siap nanti motor gue biar di rombak sama pak Halim" Ucap Nando antusias.
"Ok nanti tolong bilang sama om Halim kalau di bagian kopling nya di kenceng in dikit aja ya!" Maysa berkata sambil ngecek motor Nando dan saat Maysa mencoba menstarter motor Nando tiba-tiba saja seseorang memanggil nya dari arah pondok.
Gadis itu tak mendengar nya karena suara motor yang ia nyalakan sangat berisik, berbeda dengan Anita dan juga Nando yang wajah nya tiba-tiba berubah menjadi panik.
"MAY!! DI PANGGIL!" Teriak Nando yang sama sekali tidak digubris oleh Maysa, gadis itu masih fokus dengan suara motor Nando.
Maysa merasa ada yang tidak beres dengan suara kenalpot nya, setelah ia teliti gadis itu menemukan kalau kenalpot yang di dipasang di motor CBR150RR milik Nando itu baru, bukan yang biasa nya.
Setelah sekian panggilan yang diteriakkan oleh Anita dan Nando sampai tenggorokan mereka sakit tapi Maysa tidka sedikit pun menoleh akhir nya Anita berdiri dan memegang pundak gadis itu.
Karena merasa ada yang menggangu nya Maysa pun menghentikan kegiatan nya dan melihat kearah Anita juga Nando, Maysa tidak mengerti kenapa raut wajah teman-teman nya itu berubah menjadi panik.
"Kalian kenapa sih?" Dengan mematikan motor nya Maysa bertanya kepada Anita, Anita hanya memberikan kode untuk Maysa supaya gadis itu melihat kearah gerbang pondok.
"Apa an sih? kok kalian aneh banget, apa an coba itu mata nya melirik-melirik ke..." Maysa tidak jadi melanjutkan kata-kata nya karena saat ia melihat kearah gerbang pondok di sana berdiri seorang laki-laki dan seorang gadis yang sudah bersiap untuk menyebrangi jalan untuk menghampiri nya.
"Mampus gue...
bersambung...
__ADS_1