
HAPPY READING 🥰🥰🥰
"Ah Nggak enak ah, enakan Manis" Ucap Maira dengan mencubit hidung Mahendra.
"Aduh duh sakit dong jangan di tarik" Kedua nya pun saling balas mencubit dan terlihat akrab walaupun baru pertama bertemu, ya sifat hangat Mahendra membuat Maira nyaman seperti saat ia bersama pra beatie nya.
Sampai sepasang mata mengawasi nya dari balik jendela ruangan kelas nya.
"Berani-berani nya dia menyentuh Maira ku!!!" Dengan hati yang geram laki-laki yang berdiri di balik jendela itu pun melangkahkan kaki nya memasuki ruangan Maira dan menarik paksa tangan gadis itu agar segera berdiri.
"Aw... Kak Aziz!! sakit kak!" Ucap Maira dengan memandang Aziz yang tengah mencengkeram lengan nya.
"Maaf kak, sama cewek jangan main kasar dong" Ucap Mahendra yang berusaha membela Maira.
"Lo jangan sok ikut campur ya! dia adik gue dan gue berhak negur dia kalau dia sampai melakukan kesalahan" Ucap Aziz yang segera menarik lengan Maira dan di bawa nya gadis itu keluar dari kelas nya.
Mahendra pun tak bisa membela lagi karena Aziz berkata kalau diri nya adalah kakak dari Maira.
"LEPAS Kak!!" Dengan menghempaskan tangan nya Maira pun berhasil melepaskan cengkeraman Aziz.
Aziz masih berdiri di depan Maira tanpa memandang gadis itu sedikit pun.
"Kakak ini kenapa sih?" Ucap Maira dengan nada kesal nya.
"Kalau kakak seperti ini, Ira nggak akan bisa punya teman kak!" Ucap gadis itu yang segera berjalan meninggalkan Aziz.
Aziz yang ditinggal kan Maira pun juga bingung kenapa diri nya bisa sekasar itu dengan adik nya.
"Ada apa dengan ku?" Gumam Aziz dengan memijit pelipis nya.
Sedangkan Maira berjalan menuju ruang kelas nya dengan wajah yang di tekuk.
"Ish kak Aziz ini kenapa coba?!" Gumam Maira dengan terus berjalan menuju bangku nya.
"Ira? kau baik-baik saja?" Mahendra bertanya setelah mengetahui raut wajah gadis yang duduk di depan nya itu berubah tidak seceria saat awal bertemu tadi.
"Hem... I'm ok!" Aura dingin yang terpancar pun membuat Mahendra untuk tidak melanjutkan ke pertanyaan nya yang selanjut nya.
Maira kini duduk dengan segerombolan uneg-uneg yang memenuhi hati nya juga pertanyaan yang sungguh menyesakkan otak nya.
"Aaarrrgghhh!! bisa kah kalian diam sebentar, sungguh pertanyaan dan juga perasaan ini sangat mengganggu!" Batin Maira dengan mengusap wajah nya dengan kasar.
Lagi-lagi Mahendra menengok gadis yang ada di depan nya itu.
"Ira? are you ok?" Tanya nya lagi, namun kali ini Maira hanya melirik nya saja.
"Hem!" Sahut Maira yang kemudian menelusupkan wajah nya ke tengah-tengah kedua tangannya yang ia lipat di atas meja.
Sore hari di lapangan...
Maira terlihat berjalan memasuki area panahan dengan wajah yang memancarkan aura dingin nya bahkan para bestie nya pun sedari tadi enggan mau menyapa nya.
__ADS_1
"Ssst sstt ssttt Ira kenapa sih?" Tanya Ratna yang berjalan tepat di belakang Maira.
"Entah" Sahut Ayu dengan mengendikkan bahu nya.
"PMS x" Bisik Zahra yang berjalan di samping Ratna.
Ketiga gadis itu berjalan terus mengikuti kemana kaki Maira melangkah.
"Ira?! kita mau kemana?" Tanya Ayu yang berjalan di samping Maira.
"Ke lokasi panahan lah!" Ketus Maira tanpa melihat lawan bicara nya.
"Tapi lokasi nya sudah lewat" Ucap Ayu yang berhasil membuat Maira berhenti.
"Hah? Iya kah?" Tanya Maira dengan membalikkan tubuh nya kemudian melihat ke arah tengah lapangan yang kini telah dipenuhi mahasiswi yang mengikuti kegiatan panahan.
"He'em" Ucap Ayu dengan menganggukkan kepala nya.
"Lewat mah ya tinggal balik aja apa susah nya sih?" Ucap Maira yang langsung berjalan kembali ke tengah lapangan. Sedangkan Ayu, Ratna dan Zahra hanya mengikuti nya dengan menggeleng-gelengkan kepala nya.
Sepanjang waktu di acara panahan Maira tetap memasang wajah tak bersahabat nya sampai waktu nya pulang pun tiba.
Maira sedang berdiri menunggu angkutan umum karena hari ini ia tidak membawa kendaraan sendiri.
"Hai Ra? bareng yuk? rumah mu dimana? biar ku antar" Tiba-tiba Mahendra dengan kuda besi nya berhenti di depan Maira dan menawarkan tumpangan.
Karena memang sudah hampir satu jam lebih Maira menunggu angkutan umum, juga kaki nya yang mulai merasa lelah, gadis itu pun menampilkan senyuman nya.
"Kak Aziz?" Kesal Maira ketika mendapati Aziz lagi Aziz, ya pemuda yang selalu saja berhasil merusak mood nya sejak pagi tadi. Maira sesegera mungkin berdiri dengan benar.
"PULANG!" Ketus Aziz dengan meraih tangan Maira.
"Tapi kak... "
"Masuk mobil!" Ucap Aziz dengan sedikit mendorong Maira ke arah mobil, namun bukan nya segera membuka pintu mobil Maira malah dengan mata berkaca-kaca menatap ke arah Aziz.
"Nggak bisa buka?" Tanya Aziz dengan wajah yang dingin, tanpa menunggu jawaban ia pun membukakan pintu mobil untuk Maira.
"Masuk!" Ucap Aziz dengan sedikit menggerakkan kepala nya sebagai tanda Maira harus masuk ke dalam mobil.
Lagi-lagi gadis itu tak berkutik, ia nurut begitu saja dan duduk dengan wajah di tekuk.
BRAK!!
Aziz membanting pintu dengan sedikit kasar, ia sekilas melihat ke arah Mahendra yang masih menatap ke arah nya, kemudian berjalan kearah pintu mobil yang satu nya lagi dan kemudian ia membuka nya lalu duduk di balik kemudi.
Baru saja ia menyala kan mesin mobil nya, ia melihat ke arah Maira yang tengah menarik nafas dalam-dalam dengan sedikit mendongakkan kepala nya gadis itu mengedip-ngedipkan mata nya seolah menahan sesuatu yang hendak jatuh.
Aziz pun mencondongkan tubuh nya ke arah Maira, merasa seperti ada yang mendekati gadis itu menoleh pas sekali saat Aziz menarik seat belt di samping pintu tempat Maira duduk dan CUP!!
Sejenak dan tanpa rencana bibir mereka pun bertemu satu sama lain DEG - DEG - DEG - DEG...
__ADS_1
Detak jantung mereka saling bersahutan, Maira dengan terkejut dan mata yang membulat sempurna gadis itu kesusahan menelan saliva nya, bahkan ia lupa untuk bernafas, seolah dunia nya berhenti di sana.
"Ok stay cool Aziz, anggap aja ini hanya kesalahan dan meminta maaf lah dengan baik" Batin Aziz sebelum melepaskan bibir Maira.
"Ekhem maaf, seat belt nya... belum di pasang" Ucap Aziz dengan menarik tali itu kemudian mengaitkan seat belt nya.
Sejenak Maira menghela nafas dan sekilas ia melihat wajah Aziz yang seperti nya sudah berubah.
CETIK
Suara seat belt sudah terpasang membuat Maira menatap ke arah benda itu, dan di saat yang bersamaan mereka kembali saling menatap.
"Ekhem... ok kita pulang" Ucap Aziz yang memecah kecanggungan.
"He'em" Maira pun hanya menganggukkan kepala nya dan kembali menatap ke arah depan.
Sungguh sore itu kecanggungan memenuhi mobil Aziz, kedua nya saling dia hanya sesekali Maira melirik ke arah Aziz yang selalu fokus menyetir mobil nya.
"Astagfirullah, kok aku jadi deg-degan gini ya?" Batin Maira dengan mengaitkan jari jemari nya serta memainkan kedua ibu jari nya.
Tak terasa mobil yang mereka kendarai sudah sampai di halaman rumah Maira, kedua nya pun turun dan masuk ke dalam rumah.
"Seperti nya kosong Mai" Ucap Aziz dengan melihat ke sekeliling, Maira yang di panggil tidak seperti panggilan biasa nya pun melihat ke arah Aziz dengan sedikit mendongakkan kepala nya, memang Aziz jauh lebih tinggi dari diri nya.
"Ada apa? ada yang salah kah?" Tanya Aziz dengan memandang balik wajah Maira.
"Em... tidak" Ucap Maira sedikit tergagap dan menggeleng kan kepala nya dengan cepat.
Gadis itu segera mengeluarkan kunci cadangan yang selalu ia bawa kemana pun.
CEKLEK!!
Pintu terbuka "Masuk kak, tapi Ummah ke klinik deh kayak nya, em... Abi juga kayak nya ke pondok" Ucap Maira berusaha mencairkan suasana.
Aziz pun mengikuti langkah Maira dan berhenti di depan tv kemudian merebahkan tubuh nya setelah menyalakan tv.
"Ira tinggal sebentar ya kak?" Ucap Maira dengan berjalan menaiki anak tangga, Aziz hanya menganggukkan kepala nya sambil memindah-mindahkan chanel tv yang akan ia tonton.
Dengan perlahan Maira menutup pintu kamar nya, gadis itu berjalan perlahan mendekati sebuah cermin yang ada di dalam kamar nya, dengan menggigit bibir bawah nya gadis itu bercermin.
"Oh ya ampun, ciuman pertama ku" Ucap Maira dengan menyentuh bibir nya.
"Tapi kan itu hanya ketidak sengajaan, mana bisa dihitung ciuman? yang benar saja, masa iya ciuman pertama ku sama kak Aziz?" Gumam nya lagi dengan menatap diri nya di pantulan cermin.
"Aaaaaarrrrgghhhh!! Aku pasti sudah gila, dan lagi-lagi ini gara-gara dia!...
Yang masih setia mana komentar nya?
mana like nya?
lanjut nggak nih?
__ADS_1